Tampilkan postingan dengan label headline. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label headline. Tampilkan semua postingan

Selasa, 23 Agustus 2011

Inisiasi di sela-sela kegiatan PPA FIS

       Pada hari pertama kegiatan PPA berlangsung, Kamis(18/8), dari panitia PPA FIS 2011 menyisipkan sebuah kegiatan inisiasi atau refleksi kebangsaan dalam kegiatan PPA 2011. Moch Galih Pratama menjelaskan bahwa tujuan diadakannya inisiasi antara lain agar mahasiswa baru lebih memiliki kematangan, kesiapan mental, menggugah kesadaran mahasiswa baru agar lebih siap menjalani kehidupan kampus.
      Sebanyak 833 mahasiswa baru Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Unnes mengikuti Program Pengenalan Akademik (PPA) tahun ajaran 2011/2012. Kegiatan PPA tahun ini berbeda dari tahun sebelumnya. Perbedaan ini nampak pada penempatan berlangsungnya kegiatan PPA yang dibagi dalam tiga ruangan. Jurusan Geografi dan Sosiologi-Antropologi bertempat di gedung C7 lantai 3, Jurusan Sejarah bertempat di gedung C5 301, sedangkan Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan bertempat di gedung C1 103.
      Serangkaian kegiatan PPA telah berlangsung pada Selasa (16/08) dengan agenda technical meeting yang dilaksanakan di gedung C7 lantai 3. Mahasiswa baru diwajibkan untuk mengikuti upacara peringatan Hari Kemerdekaan 17 Agustus di lapangan FIK yang selanjutnya di kumpulkan di masing-masing fakultas. Kegiatan PPA di FIS dilanjutkan dengan agenda perkenalan dan penelusuran bakat minat yang sebelumnya dibuka dengan sambutan dari Pembantu Dekan bidang akademik, Eko Handoyo selaku penanggungjawab PPA.
       Kegiatan PPA yang bertemakan “Membangun Generasi Berprestasi dan Berkarakter Berbasis Nilai Konservasi” ini dibuka secara resmi oleh Dekan FIS, Subagyo pada Kamis (18/08).
       Mahasiswa baru diberi info tentang universitas dan fakultas yang terbagi menjadi dua materi. Materi pertama tentang konservasi, ideologi, dan pendidikan karakter oleh tim konservasi. Materi kedua berisi tentang materi akademik fakultas dan sikadu.
        Kegiatan PPA pada hari Jumat (19/08) berisi materi tentang pengenalan organisasi dan simawa, bimbingan konseling, dan pengisian KRS di masing-masing jurusan. Sejumlah mahasiswa baru mengaku kebingungan pada waktu pengisian KRS. Hal tersebut juga dialami oleh Siti Rofidah, mahasiswa pendidikan geografi, dia mengaku kebingungan dengan pengisian KRS selain itu juga harus mengantri lama. Riko, salah satu pendamping mahasiswa geografi, mengaku merasa kasihan dengan mahasiswa baru. “Dari sikadunya enggak beres, aksesnya juga agak susah apalagi untuk MKU Pengantar Ilmu Pendidikan yang harus diambil mahasiswa sudah penuh.
      Ada peraturan dalam Kegiatan PPA kali ini bahwa lagu yang boleh dinyayikan yaitu Mars Unnes dan Hymne Unnes. Galih menjelaskan walaupun demikian, mars mahasiwa tetap dinyanyikan di PPA karena merupakan jati diri mahasiswa agar mereka bangga dan lebih semangat menjadi mahasiswa. Begitu pula dengan yel-yel yaitu Unnes Sutera, Salam Konservasi, FIS:SMART.
      “Kepada mahasiswa baru agar tetap semangat, dan menjadikan PPA kali ini sebagai sebuah media untuk kita menjadi mahasiswa yang mampu bersaing dan memiliki jiwa yang bersemangat tinggi untuk terus maju,” tambahnya. eka, novilla

Rabu, 15 Juni 2011

ANGKET UNTUK TRANSPARANSI SPL

BEM FIS pelopor pembuatan angket untuk menuntut adanya keterbukaan public mengenai alokasi dana SPL  tahun 2008 hingga dana SPL tahun 2010 yang mencapai  Rp 13 juta
Pada Rabu (18/5), BEM FIS menyebarkan angket kepada para mahasiswa untuk mengetahui pendapat mahasiswa mengenai apakah mereka ingin mengetahui dana SPL dipergunakan untuk apa saja. Penyebaran angket merupakan tindak lanjut dari usaha BEM FIS dan LK lainnya untuk meminta rektor agar memberikan transparansi dana SPL setelah adanya audiensi dengan PR II yang belum membuahkan hasil seperti yang diharapkan oleh mahasiswa.
Dari hasil audiensi dengan PR II di auditorium, Alvian selaku ketua advokasi BEM FIS menceritakan bahwa pada saat itu diperoleh pernyataan bahwa transparansi dana SPL merupakan data intelegen sehingga mahasiswa tidak bisa mengetahuinya dan pada saat audiensi tersebut PR II tidak bisa memberikan transparansi dana SPL.
Usaha yang telah dilakukan oleh BEM FIS terutama departemen C (bidang advokasi) sebagai upaya untuk memperoleh keterangan dana SPL diantaranya yaitu telah berkoordinasi dengan advokasi dari HIMA-HIMA, koordinasi antar BEM fakultas dan juga dengan BEM KM Unnes yang telah menyepakati bersama-sama untuk memohon transparansi dana SPL, sekarang ini melalui penyebaran angket kepada mahasiswa yang kemudian juga direspon positif oleh mahasiswa dan juga BEM fakultas lainnya yang kemudian juga ikut menyebarkan angket untuk transparansi dana SPL.
Selain itu, usaha yang sekarang juga dilakukan adalah mengkaji mengenai transparansi dana SPL jika dikaitkan dengan UU tentang Keterbukaan Informasi Publik. Apakah masalah transparansi dana SPL di Universitas Negeri Semarang telah memenuhi ketentuan-ketentuan di dalam Undang-Undang mengenai keterbukaan informasi public seperti yang telah diungkapkan oleh Ketua BEM FIS, Riki Kurniawan saat ditemui tim forjunis di pelataran C4 Senin (23/5) kemarin.
SPL turun, SPP naik
Dana SPL untuk angkatan tahun ini (2011) akan turun menjadi sekitar Rp 5-6 jutaan tetapi dana SPP naik menjadi sekitar Rp 1,5 juta/semester. Menanggapi hal tersebut, ketua bidang advokasi BEM FIS, Alvian mengungkapkan bahwa hal itu berpotensi untuk mengakibatkan biaya kuliah yang lebih mahal karena setelah dikalkulasi ternyata jumlahnya lebih dari Rp 13 juta yang lebih mahal dibandingkan dari angkatan-angkatan sebelumnya.

Beredarnya pamflet-pamflet tentang SPL di FIS
Pada minggu ketiga bulan Mei yang lalu di lingkungan Fakultas Ilmu Sosial banyak sekali beredar pamflet-pamflet yang meminta kejelasan transparansi dana SPL bahkan juga ada pamflet yang berisi sindiran yang ditujukan kepada Lembaga Kemahasiswaan FIS tentang usaha dan kinerja para LK untuk meminta transparansi dana SPL. “Iya ada pamflet-pamflet tersebut di mading yang berada di C1 bahkan di ruang dosen Hkn pun ada pamflet yang bewarna pink tergelatak di meja dosen” ungkap seorang mahasiswa PKn semester 4.
Menanggapi beredarnya pamflet-pamflet tersebut, Alvian selaku ketua bidang advokasi BEM FIS mengatakan bahwa dengan beredarnya pamflet tersebut dapat dijadikan bahan evaluasi bagi LK-LK di FIS pada khususnya. LK yang seharusnya mengayomi, memfasilitasi segala aspirasi mahasiswa tidak dirasakan oleh mahasiswa sehingga ada oknum yang menyebarkan pamflet-pamflet tersebut. “Saya pribadi senang dengan adanya pamflet tersebut bisa buat masukan bagi LK, kami berterima kasih sehingga bisa berkoreksi diri”, ungkap Alvian.
Saat dikonfirmasi tentang beredarnya pamflet tentang SPL, Riki Kurniawan juga tidak mengetahui siapa yang yang mengedarkan pamflet-pamflet itu, tetapi yang jelas pada intinya mahasiswa juga membutuhkan informasi mengenai dana SPL sehingga diharapkan melalui penyebaran angket yang dilakukan BEM FIS dapat menampung aspirasi mahasiswa dan juga sebagai bahan untuk tindak lanjut memohon adanya transparansi dana SPL.