Jumat, 24 Juni 2011

FIS TIDAK AKAN NGGANDHULI PKn

FIS TIDAK AKAN NGGANDHULI PKn
          Itulah salah satu pernyataan dari Dekan FIS untuk menjawab pertanyaan dari Arif, selaku Ketua HIMA Pkn tentang kejelasan PKn di FIS. Masalah kejelasan PKn akan hijrah ke FH memang mengundang banyak perhatian dari mahasiswa PKn. “PKn ke FH merupakan kebijakan tingkat nasional bukan kemauan Unnes, bukan maksud untuk mengkerdilkan PKn, hal itu juga untuk pengembangan kelembagaan dan memperkuat khasanah keilmuan”, ungkap Bapak Subagyo.
           Selain masalah tersebut ada juga pertanyaan-pertanyaan mengenai: dana KKL geografi (Untuk dana KKL geografi, dana SPL hanya mencakup KKL wilayah Semarang, selebihnya dana sendiri), biaya kuliah UNNES jalur SNMPTN yang lebih mahal dari Universitas lainnya (Unnes terlihat mahal di depan, selebihnya murah tidak seperti Perguruan Tinggi yang lain murah di depan tapi yang mahal-mahal di belakang tidak dimunculkan), mengenai adakah alokasi dana untuk mushola, hal tersebut akan dibicarakan dengan PD II, dll.
       DPM FIS pada hari Senin(13/6) menyelenggarakan diskusi terbuka yang bertajuk “Mahasiswa Bertanya, Birokrat Menjawab”. Acara tersebut cukup mendapat sambutan yang baik dari mahasiswa dan pejabat FIS. Dalam sambutannya PD III FIS, bapak Sunarko mengucapkan terima kasih kepada DPM, yang telah mengadakan pertemuan LK se-FIS dengan birokrat, karena sering terjadi mis komunikasi dari fakultas-mahasiswa sehingga sering timbul pertanyaan.
          Saat ditemui tim forjunis setelah pembukaan porsajur kemarin (13/6), bapak Subagyo memberikan tanggapan tentang diskusi terbuka yang diadakan DPM FIS bahwa sudah senang dengan diadakannya diskusi terbuka tersebut, namun masih ada hal-hal yang mungkin belum memberikan kepuasaan, masih belum ada titik temu dari mahasiswa dengan pimpinan fakultas, belum ada jalan keluar. “Boleh mengkritik, mengapresiasi tetapi bicarakan dulu dengan fakultas, jangan sampai menunjukan aib/kebobrokan kita di luar sana” imbuhnya.
          Menanggapi jalannya kegiatan itu, Arif Kristiyono mengungkapkan jawaban tentang pertanyaannya masalah prodi PKn, dia masih belum puas. “Normatif jawabane, golek aman”, ungkapnya. Dia juga memberikan saran kepada DPM FIS untuk lebih publikasi acara tersebut ke mahasiswa FIS secara luas karena kebanyakan yang datang dari LK bukan mahasiswa umum. Kalau bisa dibuat di luar ruangan saja agar bisa dilihat banyak orang. Novilla

Sabtu, 18 Juni 2011

SEMINAR NASIONAL SPEKTAKULER PERADABAN UMAT "AL-QURAN SEBAGAI BEKAL MENUJU KEMAJUAN UMAT"

Acara yang diselenggarakan oleh KIFS pada hari Minggu (19/6) bertempat di gedung C7 lantai 3 FIS di buka langsung oleh Bapak Subagyo selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial. Seminar nasional yang bertajuk “Al-Quran sebagai Bekal Menuju Kemajuan Umat” itu diselenggarakan dikarenakan pada saat ini Al-Quran dirasa sudah mulai ditinggalkan umatnya dan Al-Quran sudah tidak menjadi pegangan umat Islam. Al-Quran yang dulu unggul, kini sebagian umat mulai meninggalkannya maka melalui Seminar Nasional yang bertema “Al-Quran sebagai Bekal Menuju Kemajuan Umat” ini diharapkan para peserta dapat memperdalam pegangannya yaitu Al-Quran.
Pembicara dalam Seminar Nasional ini adalah Diding Darmud, Lc. M.Si, Monif Aboza Richmoslem Al- Haromain, Arif Awaludin, S.H, M.Hum. banyak peserta yang datang ke acara Seminar Nasional ini, tidak hanya dalam lingkup Fakultas Ilmu Sosial saja tetapi juga dihadiri oleh mahasiswa Fakultas Ekonomi Unnes, mahasiswa UNY, Universitas Jember. “ Saya datang karena saya merasa tema dalam Seminar ini menarik” ungkap Apri, salah satu mahasiswa FE Unnes.

Pengumuman Lomba Esay Islami Nasional juga diumumkan dalam acara ini, berikut hasil dari lomba tersebut:
Juara Pertama Lomba Esay Islami Nasional KIFS Universitas Negeri Semarang dengan skor 67,65 yaitu Zaini Muslim M. (Universitas Negeri Semarang)
Juara 2 dengan skor 65,95 adalah Kiswanto (Universitas Negeri Semarang)
Juara 3 dengan skor 64,87 adalah Ridwan Arifin (Universitas Negeri Semarang)
Juara Harapan 1 dengan skor 64,60 diraih oleh Rosyid Ridho (Universitas Jember)
Juara Harapan 2 dengan skor 63,35 diraih Rosalia Hera (Universitas Negeri Yogyakarta)

Amin selaku panitia Seminar Nasional ini menambahkan bahwa semoga melalui acara ini segala materi yang diterima dari para pembicara dapat diaplikasikan dalam kehidupan nyata, tidak hanya diterima tapi nanti hilang begitu saja. Novilla

Jumat, 17 Juni 2011

LOMBA ESAY ISLAMI NASIONAL BY KIFS

      Sabtu(18/6) bertempat di gedung C7 lantai 3 Fakultas Ilmu Sosial, Lomba Esay Islami Nasional diselenggarakan dan smpai saat ini (pukul 11.32) sedang berlansung presentasi esay dari Zaini Muslim, mahasiswa FIS dari Universitas Negeri Semarang.
      Lomba Esay Islami ini diikuti oleh sekitar 19 peserta dan 8 finalis yang maju untuk mempresentasikan esay mereka. para finalis lomba Esay Islami ini tidak hanya berasal dari Universitas Negeri Semarang, tetapi juga diikuti oleh peserta dari Universitas Jember dan lain-lain. Berikut nama finalis Lomba Esay Islami Nasional yang diadakan oleh KIFS: Kiswanto, Ridwan Arifin, Agus Yuliono, Zaini Muslim M. (Universitas Negeri Semarang), Rosyid Ridho (Universitas Jember), Nidya Ferry, Rosalia Hera (universitas Negeri Yogyakarta), Muh. Husen Arifin (UIN Maulana Malik Ibrahim Malang).
sedangkan juri dari Lomba Esay Islami ini yaitu Drs. Heri Tjahyono, M.Si (FIS), Retno Purnama Irawati S.S, M.A (FBS).
     Sosialisasi dan pengumuman Lomba Esay Islami Nasional melalui penyebaran pamflet, undangan delegasi, dsb. "Saya tahu ada lomba esay islami ini berasal dari teman saya di Unnes", ungkap finalis lomba esay, Nidya, mahasiswa Pendidikan Matematika UNY. Acara ini juga dimeriahkan oleh KIFS Voice yang membawakan sebuah lagu yang berjudul Insyaallah.
untuk pemenang lomba Esay Islami akan diumumkan ketika Seminar Nasional Peradaban Umat hari Minggu besok (19/6).Novilla

Rabu, 15 Juni 2011

SATU TETES DARAH UNTUK SESAMA

Bertempat dipelataran gedung C5 Program donor darah yang diselenggarakan oleh KSR PMI unit UNNES dilaksanakan. Donor darah ini bertujuan untuk mencari donator mahasiswa guna sedikit menyumbangkan darahnya. Kegiatan yang dilaksanakan KSR ini bekerja sama dengan PMI kota Semarang. Pelaksanaan di Fakultas Ilmu Sosial ini sendiri merupakan kali terakhir yang dilakukan oleh KSR bersamaan dengan FMIPA dan FBS. “program ini dilaksanakan oleh KSR dengan keliling dari fakultas kefakultas” ungkap Fredi dari KSR(16/06/11)
Pelaksanaan donor darah di Fakultas Ilmu Sosial ternyata mendapat respon yang positif dari mahasiswa. Hal ini terbukti dengan cukup banyaknya mahasiswa FIS yang menjadi donator dalam acara ini. “dari pelaksanaan pukul 07.00 WIB sampai pukul 13.00WIB sudah sekitar 37 mahasiswa yang menjadi donator” tambah Fredi.
Di Fakultas Ilmu Sosial sendiri, ini bukan kali pertama deselenggarakan acara donor darah. Biasanya sekitar tiga bulan sekali acara seperti ini diselenggarakan, baik dari HIMA , atau LK lainya. “program donor darah sangat bagus dilaksanakan. Selain hal ini menurut para ahli dapat menyehatkan kita, darah kita juga dapat digunakan oleh orang yang membutuhkan” ujar mukhlis (geo’07). 
Donor darah merupakan kegiatan suka rela. Kita tidak mendapat imbalan yang bernilai materi akan tetapi dengan ikut serta dalam pelaksanaan donor darah kita termasuk orang yang tangkap serata peka terhadap lingkungan sosial kita. Dimana masih banyak orang menunggu setes darah kita untuk melanjutkan hidupnya.
slamet

KrempyengQ...... sarana siar Islam di FIS

   Acara KrempyengQ mungkin sudah tidak asing lagi di kalangan mahasiswa FIS pada umumnya karena acara tersebut merupakan acara rutinan yang diselenggarakan oleh KIFS setiap minggunya. Acara KrempyengQ sendiri sudah ada sejak tahun lalu, tepatnya hampir berlangsung selama dua periode. Untuk periode yang kedua ini, acara krempyengQ sudah berjalan lebih dari lima kali dengan tema yang berbeda-beda setiap minggunya.
   Kata ‘krempyengQ’ sendiri merupakan sebuah akronim yang memiliki pengertian ‘Kajian Remaja Penyejuk Qalbu’. “Kata ‘krempyengQ’ dipilih karena lebih familiar di kalangan mahasiswa Unnes karena di dekat kampus Unnes juga ada pasar yang dikenal dengan nama pasar krempyeng” jelas Imam Suburono selaku ketua departemen PSDM yang menaungi acara KrempyengQ tersebut. Selain itu dia juga menambahkan bahwa acara yang biasanya diadakan di pelataran mushola FIS setiap Senin sore ini memiliki tujuan untuk sarana siar Islam di lingkungan FIS pada khususnya, dan mahasiswa umum lainnya yang bukan dari FIS.
   Sosialisasi acara KrempyengQ sendiri dilakukan melalui pamflet-pamflet dan juga dari mulut ke mulut maupun via SMS. “Akan tetapi lebih efektif jika sosialisasinya dilakukan melalui pendekatan inter personal dengan cara banyak bergaul dengan mahasiswa umum, tidak membedakan dan membatasi pergaulan sebagai seorang rohis karena semua muslim itu semuanya adalah saudara”, ungkap mahasiswa jurusan HKn itu. Dengan begitu, banyak mahasiswa yang akan datang ke acara KrempyengQ tersebut. ”KrempyengQ adalah salah satu bentuk siar Islam di FIS yang mencoba membenarkan orang Islam”, tambah Imam.
   Hal itu dibenarkan oleh Septiyani seorang mahasiswa FIS angkatan ‘09 ketika dimintai pendapatnya, dia mengatakan bahwa ia sering menghadiri acara KrempyengQ karena ingin lebih memperdalam agamanya. Dia juga berharap agar acara KrempyengQ bisa terus berlanjut.(novi)

Selayang Pandang LK di FIS

Fungsi LK ( lembaga kemahasiswaan) di lingkungan fakultas ilmu soial (FIS) dirasa kurang begitu mengena Hal ini terlihat dari kurang mengenal dan akrabnya mahasiswa umum terhadap para aktivis LK baik di tingkat jurusan ataupun fakultas. 
Tanggapan mahasiswa pun terhadap LK sangat beragam, Ika mahasiswa HKn semester 4  menyatakan, “ Jangankan program kerja, fungsionarisnya saja saya belum begitu tahu”. Selain itu mahasiswa pada umumnya lebih suka berputat memikirkan masalah akademis dari pada urusan organisasi maupun kegigatan non akademis lainya.
Melihat fenomena tersebut, forjunis melalui buletin bulanan Warta (Warung Berita) FIS  ingin lebih mengenalkan LK dan fungsi LK pada umumnya.  Hal ini bertujuan agar kedepannya fungsi LK dapat dirasakan oleh mahasiswa secara menyeluruh, bukan hanya untuk kalangan tertentu saja. Disini kami mencoba  mengenalkan LK dari tingkat fakultas sampai ke tingkat jurusan.

DPM FIS
Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Unnes adalah lembaga legislatif mahasiswa yang mengacu pada bagaimana cara membuat kebijakan yang berkaitan dengan Lembaga Kemahasiswaan (LK) di FIS. Salah satu fungsi DPM FIS yaitu fungsi pengawasan (controlling), yang artinya DPM FIS berfungsi untuk mengontrol setiap LK di FIS. Aisyah ketua DPM FIS tahun 2011 mengungkapkan bahwa sebenarnya DPM tidak perlu mengontrol sampai ke bawah, “ DPM FIS mengontrol setiap LK di FIS, karena di Himpunan Mahasiswa (HIMA) belum ada BPH (Badan pengawas Hima),” ujarnya. Lebih lanjut Aisyah mengatakan DPM FIS periode tahun 2011 ini mempunyai langkah ke depan untuk melakukan rekonstruksi fungsi legislatif DPM FIS. Selanjutnya dalam DPM FIS terdapat badan-badan yang saling bekerjasama dalam menyatukan persepsi para anggotanya. Badan-badan tersebut adalah badan legislatif, badan anggaran, badan advokasi, serta badan kerjasama dan pengembangan organisasi.

Membangun Kembali Idealisme mahasiswa FIS yang pluraris melalui BEM FIS.
Itulah yang menjadi visi dari Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial (BEM FIS) periode 2010-2011 seperti yang telah dikemukakan oleh Ketua BEM FIS sendiri yakni Riki Kurniawan saat ditemui oleh oleh tim forjunis di pelataran C1 kemarin(27/4). Dia juga mengatakan, “ Untuk mendukung visi tersebut, BEM FIS juga memiliki beberapa misi diantara yaitu penanaman konsep sadar diri, sadar posisi, sadar fungsi, membentuk forum diskusi untuk menganalisis wacana yang sedang berkembang, melakukan rekonstruksi konstitusi yang menjadi dasar bergeraknya suatu BSO(Badan semi Otonom), misi selanjutnya adalah agar BEM FIS dapat bermanfaat bagi mahasiswa FIS pada khususnya  dan masyarakat pada umumnya”.

Mading jadi media sosialisasi BEM FIS.
Berbagai acara kegiatan yang telah dilaksanakan BEM FIS beserta foto-foto banyak yang terpajang di mading BEM FIS yang terletak di sebelah selatan mushola FIS. Selain melalui sosialisasi lewat mading , upaya BEM FIS agar dapat ‘merakyat’ dengan mahasiswa umum juga diadakan melalui melalui kegiatan yang melibatkan mahasiswa umum maupun sesama LK dan juga termasuk dengan BSO. Juga melalui pendekatan informal dengan ngobrol atau sharing dengan mahasiswa lain.

HIMA Sejarah
Membentuk organisasi yang demokratis, transparan, aspiratif, dan dinamis dalam lingkup mahasiswa sejarah itulah yg menjadi visi dari hima sejarah ungkap wakil ketua hima sejarah, Irfan Udin dan diantara beberapa  misinya adalah mengoptimalkan peran Hima dalam menumbuhkembangkan organisasi mahasiswa, menciptakan kreativitas melalui kegiatan baik akademik maupun non akademik, menumbuhkembangkan kesadaran sosial dalam bermasyarakat, menjalankan progja-progja hima dalam universitas yang dalam hal ini adalah fakultas, untuk menciptakan kegiatan belajar yang kondusif  tambahnya.

HIMA Geografi
Agil wakil ketua HIMA Geografi mengatakan bahwa Pada intinya HIMA Geografi sebagai stimulus bagi mahasiswa-mahasiswa dan sebagai wadah atau tempat mahasiswa Geografi mengekspresikan kemampuannya, melalui berbagai program kerja yang ada di dalam HIMA Geografi. HIMA sudah melakukan pendekatan-pendekatan kepada mahasiswa umum agar mereka tidak memandang buruk citra HIMA. Pendekatan itu dilakukan dengan mengadakan kegiatan-kegiatan kemahasiswaan, seperti PORSEGI. “Persepsi setiap individu berbeda, jadi tergantung bagaimana mereka menanggapinya,” tambahnya.

HIMA PKn
“Himpunan Mahsiswa (HIMA)PPKn merupakan lembaga eksekutif di tingkat jurusan PPKn dan bersifat otonom di bawah Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas ilmu Sosial(BEM FIS) Visi dan Misi Hima PPKn yaitu Harmoni Dalam Kebersamaan”, tutur ketua Hima PPKn, Arif Kristiyono. Agenda terdekat hima PPKn yaitu PORSATIM (Pekan Olahraga antar Tim), Basar amal dan baksos dan terakhir nich LCT (Lomba Cerdas Tangkas) se-Jateng yang akan diadakan pada bulan-bulan ini”,tambah Kristiyono.

HIMA Sosiologi Antropologi
Membangun kualitas mahasiswa dengan semangat kebersamaan dan solidaritas itulah yang menjadi VISI dari Sosant serta mempunyai beberapa MISI diantaranya yaitu menyusun dan melaksanakan program kerja dengan memepertimbangkan pada ciri khas atau karakteristik jurusan sosiologi- antropologi, melaksanakan segala bentuk kegiatan berdasarkan pada prinsip kekeluargaan, membangun pola hidup positif dan solidaritas yang bersahaja, menanggung aspirasi membagi dan berupaya menindak lanjuti.

KIFS
KIFS (Kerohanian Islam Fakultas Ilmu Sosial) merupakan BSO di bawah BEM FIS dan sudah bersifat independent,Seperti LK-LK yang lain, KIFS ini juga punya VISI dan MISI  yaitu “menyiarkan agama islam”.
KIFS ini mempunyai 4 departemen, antara lain: PSDM (Pengembangan Sumber Daya Manusia), HUMET (Humas dan Media), DANUS (Dana dan Usaha), ANNISA (khusus untuk wanita).

 KSG-AC
Awalnya bernama KSG (Kelompok Studi Geografi) berdiri tgl 31 Des 1997, kemudian melebur dan menjadi KSG Social Adventure Club pada tgl 22 Nov 2005. KSG Dulu dibawah hima geografi sedangkan KSG SAC sudah berada ditingkat fakultas.
KSG Social Adventureb Club adalah sebuah organisasi pecinta alam di lingkungan fakultas ilmu sosial UNNES,tempat temen-temen menyalurkan hasrat mencintai alam VISI “Menjadi organisasi mahasiswa Pecinta Alam yang unggul.” Sedangkan Misinya yaitu: mengadakan kegiatan di alam bebas yang dapat meningkatkan ketahanan fisik,mental serta kemandirian, mewadahi keterampilan yang dimiliki anggota, menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat, menjalankan kode etik pecinta alam.    
Yang menjabat jadi ketua KSG pada periode 2011 adalah Anis Hanafia mahasiswa jurusan Geografi angkatan 2007 semester 8.Yang didampingi oleh Bapak muhsholeh, Spd,Mpd.(Dosen jurusan Geografi).
tim forjunis

3 HARI, 2 MALAM, 1 HATI UNTUK MERAPI…..

      Itulah semboyan kemah pramuka bakti Merapi pada hari Jum’at sampai Minggu(3-5/6/11) yang dilaksanakan di desa Kalibening, Dukun, Magelang kemarin. Acara yang diselenggarakan oleh Racana Wijaya Universitas Negeri Semarang itu di ikuti oleh sekitar 130 peserta dari gugus latih di setiap fakultas, salah satunya adalah Gugus Latih Ilmu Sosial. Guslat IS sendiri mengirimkan peserta sekitar 20 mahasiswa yang terdiri atas mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial semester 2, 4, 6.
       Acara tersebut memiliki tujuan untuk memberikan bakti anggota pramuka Unnes kepada masyarakat sekaligus sebagai wujud Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat.
Upacara pembukaan kemah pramuka bakti Merapi di Kalibening dihadiri oleh Rektor Universitas Negeri Semarang beserta jajarannya. Sedangkan pejabat dari Fakultas Ilmu Sosial yang menghadiri upacara adalah Bapak Sunarko selaku Pembantu Dekan III Fakultas Ilmu Sosial. Selain itu juga dihadiri oleh Ibu Puji Lestari selaku Pembina putri Gugus Latih Ilmu Sosial. Acara kemah pramuka bakti Merapi dibuka langsung oleh Rektor Universitas Negeri Semarang.  “Jangan dilihat siapa yang memerlukan bantuan, tetapi apa yang bisa saya bantu”, itulah salah satu pesan dari Rektor Unnes ketika menyampaikan amanat di pembukaan kemah bakti Merapi.
        Acara yang berlangsung selama tiga hari itu berjalan cukup lancar walaupun ada beberapa kendala seperti untuk lomba tingkat tidak jadi dilaksanakan karena terkendala peserta yang bersamaan dengan waktu ujian semester siswa, seperti yang dilaporkan Syaifur selaku ketua panitia kemah pramuka bakti Merapi ketika upacara penutupan. “Saya senang mengikuti acara kemah pramuka bakti Merapi ini, karena bisa membantu, menghibur masyarakat Kalibening pasca erupsi Merapi”, ungkap Agung, peserta kemah bakti dari FIS. Ia juga menambahkan saran untuk kemah bakti Merapi yaitu agar kegiatan seperti itu lebih diorganisir lagi untuk job-job bagi para peserta karena saya merasa kurang ada kerjasama dan komunikasi antara anggota Dewan Racana Wijaya (DRW) dan para anggota yang berasal dari tiap-tiap Gugus Latih.Novilla

Mengembalikan Image Mahasiswa

      oleh Heru Ferdiansyah
      Semakin banyaknya  isu kekerasan yang dilakukan beberapa mahasiswa akhir-akhir ini membuat status mahasiswa ternodai dan membuat  image  jelak di mata masyarakat. Padahal tidak semua mahasiswa melaku kan perbuatan yang demikian. Kita tidak bisa menilai dan menghakimi seseorang hanya dari satu momentum saja dan tidak bisa menghakimi sekelompok orang hanya karena ulah seseorang.  Masih banyak  sisi baik dan mulia dalam diri mahasiswa.
      Padahal apabila kita menilik kebelakang, sepanjang sejarahnya mahasiswa di berbagai bagian dunia telah mengambil peran penting dalam sejarah suatu negara, terutama di Indonesia para mahasiswa sangat berpengaruh dalam pembangunan di Indonesia Dimulai dari kebangkitan bangsa dipelopori oleh para mahasiswa yang menjadi inspirasi perlawanan kepada penjajah hingga mampu menggelorakan semangat pemuda dan bangsa untuk hidup merdeka. Dalam proses proklamasi kemerdekaan para mahasiswa kembali menjadi pelopor yang menyebabkan negeri ini Merdeka, serta aksi ribuan mahasiswa yang berhasil memaksa mundur pada masa pemerintahan Orde Baru.
       Banyak yang sudah dilakukan mahasiswa untuk ikut berperan serta dalam kehidupan bermasyarakat , buktinya mahasiswa memiliki kepedulian terhadap masyarakat, disetiap ada bencana, mahasiswa selalu mengundang aksi peduli, simpati dan empati. Dari bencana Wasior, Merapi, Meletus dan Tsunami mentawai dengan melakukan aksi penggalangan baik secara institusi maupun turun kejalan bahkan gerakan nasional untuk penggalangan dana dengan berdiri di jalan, di perempatan lampu merah. Bukan saja pikiran, waktu dan tenaga yang mereka korbankan, bahkan resiko nyawapun.
         Dalam berbangsa dan bernegara mahasiswa  juga ikut  partisipasi aktif dalam berpolitik  serta berbagai  aksi yang dilakukan mahasiswa, mereka bukanlah yang bermasalah dengan  kebijakan pemerintah. Namun hanya karena ada kebijakan yang dirasa merugikan rakyat. 
        Dalam mengembalikan image  mahasiswa yang sempat tercoreng, mahasiswa harus kembali bangun dan berjuang untuk tetap pada khittahnya dan tegar dengan fungsinya, yaitu sebagai agen of change, iron stock dan social control. Dalam merubah suatu bangsa tak akan berhasil jika kita tidak mau berubah dari diri sendiri, yang pertama yaitu merubah cara pandang mahasiswa, kita harus mampu merubah cara pandang kita terhadap sebuah masalah, Change  Our Thingking, Change Our Life. Yang kedua yaitu menambah penguasaan ilmu kita,  maksudnya  kita harus  selalu mengembangkan kemampuan otak kita dengan mempelajari berbagai ilmu Pengetahuan dan teknologi untuk dapat bersaing di era yang semakin global  ini.       
        Kemudian yang terakhir yaitu bertindak, ilmu hanya dapat menjadi kekuatan, jika kita dapat mengelolanya menjadi tindakan dan program yang nyata. Tindakan merupakan factor pamungkas untuk mengubah ilmu menjadi kenyataan dan sebagai pencatat sejarah bagaimana peran mahasiswa selama ini agar tidak ada lagi tuduhan “mahasiswa hanya bisa omong belaka.”

HITAM PUTIH VS GAYA

      Mengenakan seragam hitam putih setiap hari Senin merupakan ciri khas dari Fakultas Ilmu Sosial yang membedakan dengan fakultas lainnya di Universitas Negeri Semarang. Peraturan itu sudah ada sejak tahun lalu yang mewajibkan mahasiswa FIS untuk mengenakan pakaian hitam putih setiap hari Senin untuk menanamkan kedisiplinan dan menanam nilai kepada mahasiswa kependidikan pada khususnya. Seiring dengan perjalanan waktu, sekarang ini peraturan tersebut banyak yang tidak ditaati oleh mahasiswa FIS. Masih ada beberapa mahasiswa yang tidak mengenakan pakaian hitam putih. Keadaan tersebut bisa kita lihat pada hari Senin terutama di gedung C1.
     Sekarang setiap hari Senin sudah tidak banyak ditemui warna hitam putih di lingkungan FIS, sudah tidak sebanyak seperti tahun lalu apalagi ditambah dengan adanya permasalahan kebijakan Rektor mengenai seragam untuk mahasiswa angkatan 2010 yang mengharuskan mahasiswa untuk mengenakan seragam pramuka, hitam putih, dan baju batik pada perkuliahan. Setelah bergulirnya penolakan dari mahasiswa mengenai peraturan seragam tersebut terutama pada mahasiswa angkatan 2010 juga berimbas pada kebijakan seragam hitam putih di FIS.
     “Banyak teman saya mahasiswa FIS angkatan tahun 2010 yang tidak mengenakan pakaian hitam putih setiap hari Senin”, ungkap Khusnul salah satu mahasiswa FIS angkatan ’10 pada Selasa (24/5). “Saya tidak mengenakan pakaian hitam putih karena ia merasa sudah besar statusnya saja mahasiswa masak masih disuruh-suruh memakai seragam, padahal dari SD sampai SMA sudah memakai seragam sekolah maka kuliah seharusnya tidak perlu adanya peraturan mengenai seragam kuliah”, imbuhnya.
     Septi pun sependapat dengan Qusnul, ia sekarang tidak mengenakan seragam hitam putih karena teman-temannya juga banyak yang tidak memakai. Tetapi pada saat dulu awal peraturan itu diadakan ia masih mengenakan seragam hitam putih, ungkap mahasiswa geografi tersebut. Melihat keadaan tersebut sangat dikhawatirkan jika suatu saat nanti akan memberi dampak yang jelek dan seandainya diikuti oleh mahasiswa lain maka semakin lama peraturan berseragan hitam putih tersebut juga akan diabaikan oleh mahasiswa FIS.
Lambat laun mahasiswa FIS yang juga tidak mengenakan pakaian hitam putih akan semakin banyak dan hal tersebut dipicu pula jika tidak diimbangi dengan penegakan peraturan mengenai seragam di kalangan dosen-dosen maupun jurusan. Novilla

BMW Membentuk Pribadi yang Solid

    Bina Manajemen Wijaya (BMW) merupakan salah satu cara membentuk sikap atau pribadi yang solid. “Acara ini bertujuan membentuk sikap dan pribadi yang solid bagi mahasiswa khususya mahasiswa anggota Guslat FIS,” ungkap Afroni, penanggungjawab kegiatan, Senin (23/5).
    Kegiatan BMW ini salah satu kegiatan yang diadakan oleh Guslat Ilmu Sosial, di gedung C1 lt. 1 diikuti oleh 40 peserta yang terdiri dari anggota racana dan LK se-FIS ini berlangsung (21-22/5). BMW merupakan tindak lanjut dari up-grading Guslat Ilmu Sosial.   
Afroni, juga menjelaskan bahwa dalam kegiatan BMW disampaikan beberapa materi, diantaranya Pendidikan Karakter yang diisi oleh alumni Guslat Ilmu Sosial, Public Speacking diisi oleh Eko Handoyo selaku Pembantu dekan bidang akademik Fakultas Ilmu Sosial, materi tentang administrasi diisi oleh Yusuf selaku anggota racana dan dari fakultas diisi oleh Mariam. Materi selanjutnya yaitu kepemimpinan diisi oleh mantan purna ketua racana, Amidi yang juga selaku staf kemahasiswaan PR III dan dilanjutkan pematerian manajemen yang diisi oleh Wiyanto. Kemudian materi Kewirausahaan diisi oleh Dosen FE, dan yang terakhir diisi materi Konservasi oleh Kelompok Studi Geografi (KSG).
Selain pematerian, kegiatan ini juga diisi dengan permainan-permainan dan lomba. “Malam harinya ada sarasehan dan lomba Sebinwil Semarang. Kemudian keesokan harinya dilaksanakan senam pagi dan permainan,” tambahnya.
Afroni menambahkan anggota Guslat Ilmu Sosial diharapkan mampu menerapkan materi yang telah didapat dalam kegiatan BMW kali ini dalam kehidupan kampus dan masyarakat serta kesolidan anggota harus tetap terjaga. Erwin

Jalin Kebersamaan dengan Porsatim

    Menjalin keakraban dengan mempererat tali silaturahmi antar mahasiswa Hkn menjadi tujuan utama diadakanya Pekan Olahraga Antar Tim (Porsatim). “Meidi menegaskan bahwa dalam kegiatan ini janganlah menganggap sebagai pertandingan semata, tapi anggaplah ini sebagai “forum” untuk mempererat tali silaturahmi antar mahasiswa HKn,” ungkap Meidi Saputra selaku ketua panitia Porsatim yang diselenggarakan di lapangan FE, (18-30/5).
    Selain itu, dengan Porsatim juga dapat diketahui seberapa besar bakat dan minat mahasiswa Hkn di bidang olah raga. Kegiatan yang merupakan program kerja dari departemen Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) jurusan Hkn ini diikuti oleh mahasiswa HKn semester 2, 4, 6, dan 8 yang masing-masing terdiri dari dua tim, satu tim putra dan satu tim putri. ”Pada tahun ini kami hanya mengambil kegiatan yang animo pesertanya tinggi yaitu futsal dan voli, karena pada tahun yang lalu animo pesertanya kurang,” terang Meidi, Senin (23/5).
    Pembukaan Porsatim yang direncanakan diselenggarakan pada Rabu (18/5) lalu terpaksa diundur. Hal ini dikarenakan oleh cuaca yang kurang mendukung jalannya acara pembukaan Porsatim. Namun meskipun demikian, jadwal pertandingan olah raga antar semester itu tetap berjalan dengan lancar. “ Pertandingan tetap berjalan sesuai jadwal, karena kalau diubah akan terbentur oleh jadwal kuliah peserta pertandingan,” tambahnya lagi.
     Sementara itu Nana, salah satu peserta pertandingan voli mangatakan kegiatan ini tidak berjalan dengan lancar karena cuaca yang kurang mendukung. “Tempat untuk melakukan pertandingan pun kurang nyaman,” tambahnya. Erwin

Tangguh, Visi KSG SAC

    Menjadi organisasi mahasiswa pecinta alam yang tangguh merupakan visi dari Kelompok Studi Geografi Social Adventure Club (KSG SAC). Untuk  mendukung visi tersebut, KSG SAC mempunyai misi antara lain, mengadakan kegiatan di alam bebas yang dapat meningkatkan ketahanan fisik, mental, serta kemandirian, mewadahi keterampilan yang dimiliki anggota, menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat, serta menjalankan kode etik pecinta alam. Demikian yang diutarakan Ketua KSG periode 2011, Anis Hanafia ketika ditemui di gedung PKM FIS, Rabu (27/4).

    KSG SAC merupakan wadah bagi mahasiswa pecinta alam di FIS Unnes ini berdiri sejak tanggal 31 Desember 1997. Dulu bernama KSG dan kemudian melebur dan menjadi KSG SAC pada tanggal 22 November 2005. “Berubah nama dari KSG menjadi KSG SAC dimaksudkan agar terkesan menyeluruh, jika hanya KSG saja terkesan anggotanya hanya mahasiswa Geografi padahal anggotanya juga ada dari jurusan lain, maka dari itu diganti menjadi KSG SAC,” tambah Anis.
    Anis, Mahasiswa jurusan Geografi angkatan 2007 itu juga menjelaskan bahwa di dalam KSG SAC terdapat 5 divisi, yaitu pertama, Mountenering yang bertugas mengkoordinasi anggota yang suka naik gunung. Kedua, Logistik yang menangani alat dan perlengkapan. Ketiga,Search and Rescue (SAR) yang terbagi atas beberapa bidang yaitu Water rescue, Vertical rescue, Jungle sar. Keempat adalah orientering dan yang kelima konservasi lingkungan dan pengabdian masyarakat.
    Lembaga kemahasiswaan ini mendapat respon yang cukup baik oleh dosen-dosen karena dirasa mempunyai manfaat yang positif. “Bagi mahasiswa yang ingin bergabung menjadi anggota KSG maka harus melalui beberapa tahapan, yaitu Pra Pendidikan Dasar dan Pengenalan (Pradik), Pendidikan Dasar (Diksar) kemudian Pelantikan,” tambah Anis sebelum mengahiri percakapan. Sulis

WTS : WARUNG TEATER SOSIAL



Warung teater sosial atau yang sering disebut WTS adalah sebuah wadah yang menampung bakat seni teatrikal dilingkungan Fakultas Ilmu Sosial. Dengan diketuai oleh Banu Adi Seputra (pend.geo’05) dan sebelas anggota lainya, WTS berkeinginan memberi warna seni teatrikal yang selama ini dirasa masih mati suri dilingkungan Fakultas Ilmu Sosial.
Awal mula berdirinya WTS berasal diprakarsai oleh Jurusan Geografi tahun 2006 oleh Mizanudin dan Banu untuk memperingati hari bumi tahun 2006. Sebelum tahun 2011 WTS sempat fakum dua tahun yakni tahun 2009-2011 dikarenakan tidak ada regenerasi. Masa kejayaan WTS dimulai dari kurun pertama beerdiri sampai tahun 2008 yang menjadikan WTS terkenal dilingkungan UNNES.
“kendati dengan jumlah personil yang masih sedikit dan masih banyak warga FIS yang belum mengenal kita, akantetapi kita tetap optimis untuk menjunjung dan menperkenalkan WTS di lingkungan warga FIS” ujar Banu dipelataran PKM FIS(15/06/11). Sampai saat ini WTS masih belum banyak menampilkan kemampuanya didepan warga FIS. Biasanya atraksi ini dipertontonkan disaat momen-momen besar FIS seperti GDK ,hari bumi dan berbagai momen lainya.
Satu bulan teakhir ini WTS sudah tampil sekali. Yakni saat WTS diminta memperiahkan acara nonton bareng yang diselenggarakan oleh dep.D BEM FIS. ”walau waktu latihan sangat mepet akan tetapi ternyata WTS mampu menampilkan atraksi yang dapat menyihir mata penonton yang datang dalam acara nonton bareng tersebut” ujar Riki selaku ketua BEM FIS(15/06/11). WTS akan tapil kembali disaat pembukaan gebyar FIS smart pada hari jum’at tanggal 24 Juni 2011
Walaupun WTS belum begitu banyak dikenal mahasiswa FIS ,namum mereka optimis mampu memberi warna dan pelangi yang indah dilingkungan Fakultas Ilmu Sosial. Salam WTS (preeketeek joooossssss)
slamet

ANGKET UNTUK TRANSPARANSI SPL

BEM FIS pelopor pembuatan angket untuk menuntut adanya keterbukaan public mengenai alokasi dana SPL  tahun 2008 hingga dana SPL tahun 2010 yang mencapai  Rp 13 juta
Pada Rabu (18/5), BEM FIS menyebarkan angket kepada para mahasiswa untuk mengetahui pendapat mahasiswa mengenai apakah mereka ingin mengetahui dana SPL dipergunakan untuk apa saja. Penyebaran angket merupakan tindak lanjut dari usaha BEM FIS dan LK lainnya untuk meminta rektor agar memberikan transparansi dana SPL setelah adanya audiensi dengan PR II yang belum membuahkan hasil seperti yang diharapkan oleh mahasiswa.
Dari hasil audiensi dengan PR II di auditorium, Alvian selaku ketua advokasi BEM FIS menceritakan bahwa pada saat itu diperoleh pernyataan bahwa transparansi dana SPL merupakan data intelegen sehingga mahasiswa tidak bisa mengetahuinya dan pada saat audiensi tersebut PR II tidak bisa memberikan transparansi dana SPL.
Usaha yang telah dilakukan oleh BEM FIS terutama departemen C (bidang advokasi) sebagai upaya untuk memperoleh keterangan dana SPL diantaranya yaitu telah berkoordinasi dengan advokasi dari HIMA-HIMA, koordinasi antar BEM fakultas dan juga dengan BEM KM Unnes yang telah menyepakati bersama-sama untuk memohon transparansi dana SPL, sekarang ini melalui penyebaran angket kepada mahasiswa yang kemudian juga direspon positif oleh mahasiswa dan juga BEM fakultas lainnya yang kemudian juga ikut menyebarkan angket untuk transparansi dana SPL.
Selain itu, usaha yang sekarang juga dilakukan adalah mengkaji mengenai transparansi dana SPL jika dikaitkan dengan UU tentang Keterbukaan Informasi Publik. Apakah masalah transparansi dana SPL di Universitas Negeri Semarang telah memenuhi ketentuan-ketentuan di dalam Undang-Undang mengenai keterbukaan informasi public seperti yang telah diungkapkan oleh Ketua BEM FIS, Riki Kurniawan saat ditemui tim forjunis di pelataran C4 Senin (23/5) kemarin.
SPL turun, SPP naik
Dana SPL untuk angkatan tahun ini (2011) akan turun menjadi sekitar Rp 5-6 jutaan tetapi dana SPP naik menjadi sekitar Rp 1,5 juta/semester. Menanggapi hal tersebut, ketua bidang advokasi BEM FIS, Alvian mengungkapkan bahwa hal itu berpotensi untuk mengakibatkan biaya kuliah yang lebih mahal karena setelah dikalkulasi ternyata jumlahnya lebih dari Rp 13 juta yang lebih mahal dibandingkan dari angkatan-angkatan sebelumnya.

Beredarnya pamflet-pamflet tentang SPL di FIS
Pada minggu ketiga bulan Mei yang lalu di lingkungan Fakultas Ilmu Sosial banyak sekali beredar pamflet-pamflet yang meminta kejelasan transparansi dana SPL bahkan juga ada pamflet yang berisi sindiran yang ditujukan kepada Lembaga Kemahasiswaan FIS tentang usaha dan kinerja para LK untuk meminta transparansi dana SPL. “Iya ada pamflet-pamflet tersebut di mading yang berada di C1 bahkan di ruang dosen Hkn pun ada pamflet yang bewarna pink tergelatak di meja dosen” ungkap seorang mahasiswa PKn semester 4.
Menanggapi beredarnya pamflet-pamflet tersebut, Alvian selaku ketua bidang advokasi BEM FIS mengatakan bahwa dengan beredarnya pamflet tersebut dapat dijadikan bahan evaluasi bagi LK-LK di FIS pada khususnya. LK yang seharusnya mengayomi, memfasilitasi segala aspirasi mahasiswa tidak dirasakan oleh mahasiswa sehingga ada oknum yang menyebarkan pamflet-pamflet tersebut. “Saya pribadi senang dengan adanya pamflet tersebut bisa buat masukan bagi LK, kami berterima kasih sehingga bisa berkoreksi diri”, ungkap Alvian.
Saat dikonfirmasi tentang beredarnya pamflet tentang SPL, Riki Kurniawan juga tidak mengetahui siapa yang yang mengedarkan pamflet-pamflet itu, tetapi yang jelas pada intinya mahasiswa juga membutuhkan informasi mengenai dana SPL sehingga diharapkan melalui penyebaran angket yang dilakukan BEM FIS dapat menampung aspirasi mahasiswa dan juga sebagai bahan untuk tindak lanjut memohon adanya transparansi dana SPL.

Minggu, 12 Juni 2011

HIDUPLAH MAHASISWA

Akhir-akhir ini mahasiswa di gunjang-gunjingkan telah hilang taringnya sebagai “agen of change” ( agen perubahan ). Untuk tujuan analitis, banyak orang yang menelaah perkembangan masyarakat modern sebagai serangkaian tahap historis. Pendekatan semacam ini memang mempunyai kegunaan tersendiri. Akan tetapi, juga memiliki bahayanya tersendiri, karena bisa terkesan sebagai pendukung teori evolusioner komunitas politik, yang memandang bahwa masyarakat berkembang secara bertahap dari keadaan primitif sampai pada tahap modern dalam demokrasi liberal saat ini.
Pembedaan antara mahasiswa biasa dengan mahasiswa yang berprestasi dalam bidang akademik ,mahasiswa yang kritis atau biasa orang menyebutnya sebagai fungsionaris semakin mencolok. Memastikan perlindungan atas hak-hak yang universal, kebebasan berpendapat, dan bertindak menjadi hal yang patut dipertanyakan. Apakah semuanya benar tidak ada batasan yang mengikat ? tentunya masing-masing orang memiliki pendapatnya sendiri.
Perbedaan yang ada sebenarnya merupakan suatu satu kesatuan yang saling melengkapi, Apabila tidak ada yang saling membanggakan dirinya atau kelompoknya sendiri. Budaya yang ada pada mahasiswa, ditentukan bukan berdasarkan atribut-atribut individunya, melainkan berdasarkan peraturan hukum ( Peraturan dan Kebijakan ), yang berpijak pada konstitusi yang membatasi mahasiswa dalam mengembangkan potensinya.
Mahasiswa dewasa ini bersifat inklusif dan eksklusif : ia menentukan apa yang menjadi pilihan dan kebebasan kelompoknya. Ketika kita ingin melakukan suatu perubahan sudah tentu kita harus memiliki visi yang sama antara Lembaga Kemahasiswaan dan mahasiswa. Menyerukan satu suara untuk suatu kemajuan dan perubahan, dengan adanya visi (tujuan bersama) bisa kita capai dengan cara melakukan tindakan dan kata-kata.
Melakukan tindakan yang nyata kita bisa melihat dari kepemimpinan Presiden Soeharto, Sikap yang tegas dan tanggap dalam mengambil keputusan membuat Bangsa Indonesia bisa belajar dari beliau. Melakukan kata-kata, kita bisa belajar dari kepemimpinan Presiden Soekarno, Dengan kata-katanya beliau bisa mempersatukan seluruh rakyat Indonesia dalam satu kesatuan menuju visi Indonesia Merdeka. Dengan menulis, berpendapat dan ikut berpartisipasi dalam kegiatan kemahasiswaan merupakan salah satu wujud kongrit dari sebuah tindakan dan kata-kata. “Kehormatan dan nama baik mahasiswa merupakan harga diri kita juga”.

Oleh :   Syamsul Bakhri
Mahasiswa Sosiologi dan Antropologi