Senin, 31 Oktober 2011

MAU DIBAWA KEMANA????

   Gejolak wacana penggabungan HKn ke FH kembali berdendang di kalangan mahasiswa HKn khususnya semester lima pada waktu kuliah Seminar PKn, Jumat (21/10). Mata kuliah seminar PKn merupakan salah satu mata kuliah wajib di HKn yang pada Jumat sore kegiatan kuliah diisi dengan acara diskusi. Diskusi dipimpin oleh Wigiyati dan Anton dengan mengambil tema “Penggabungan HKn ke FH” yang bertempat di gedung C4 328.
      Diskusi tersebut diikuti sebanyak 47 peserta kuliah yang diawasi oleh Nurrochmat Isdaryanto, selaku dosen pengampu mata kuliah Seminar PKn. “Diskusi ini bertujuan untuk mengajarkan diskusi yang baik dalam rangka kegiatan ilmiah dengan menghadirkan permasalahan yang riil sehingga pendapat peserta berasal dari suara yang nyata”, ungkap Nurrochmat.
       Diskusi berjalan sangat seru karena ada sebagian mahasiswa yang pro dan banyak juga yang kontra atas tema yang didiskusikan. Sebagian besar peserta yang berdiskusi menyatakan tidak setuju jika HKn pindah ke FH, seperti yang diutarakan Riza, ia menjelaskan bahwa jika nanti HKn bergabung ke FH bagaimana nasib kita kedepannya, bagaimana peluang kerja mahasiswa PPKn yang lulus dari Fakultas Hukum. “Apalagi secara historis Hukum merupakan anak dari HKn, jadi saya tidak setuju jika Hkn gabung ke FH”, tambahnya. Novilla

Minggu, 16 Oktober 2011

Bilingual sosant

Pelopor kelas bilingual di lingkungan Fakultas Ilmu Sosial

     Jurusan Sosiologi Antropologi FIS Unnes telah membuka kelas baru yaitu kelas bilingual mulai tahun ajaran 2011/2012 sebanyak 25 mahasiswa yang tergabung dalam 1 rombel. Seperti yang dikemukakan Mustafa, selaku Ketua Jurusan Sosant bahwa dibukanya kelas ini dilatarbelakangi antara lain karena mendapat amanat dari lembaga bahwa setiap fakultas harus ada kelas bilingual, dan juga karena dosen di Sosant juga mendukung maka dibuka kelas ini. Selain itu karena adanya kebutuhan mahasiswa untuk ikut bekerja di lembaga-lembaga yang menerapkan bilingual, seperti SBI (Sekolah Bertaraf Internasional) dan RSBI (Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional).
     “Seleksi masuk ke dalam kelas bilingual ini diikuti oleh seluruh mahasiswa baru jurusan Sosiologi Antropologi yang  terdiri dari dua tahap tes seleksi yaitu tes tertulis dan wawancara dalam bahasa Inggris dan diselenggarakan di C2, Selasa (16/8), ungkap Anis.
untuk nama mahasiswa bilingual sosant dapat dilihat di web fis.


Selasa, 23 Agustus 2011

Bangun Cendekiawan Berkarakter melalui OKPT

       GUGUSLATIH Ilmu Sosial akan menyelenggarakan kegiatan Orientasi Kepramukaan Perguruan Tinggi (OKPT) 2011 yang bertemakan “Cendekiawan Berkarakter Itulah Pramuka”, Minggu-Senin (21-22/8).
Gerakan pramuka sebagai wadah atau organisasi bertujuan untuk membentuk manusia Indonesia yang berkepribadian dan berwatak luhur serta sehat jasmani dan rohani sehingga menjadi warga Negara Indonesia yang berjiwa Pancasila yang mampu dan sanggup menyelenggarakan pembangunan masyarakat, bangsa dan Negara.
       Tresno adi selaku ketua panitia mengungkapkan bahwa tujuan dari kegiatan ini yaitu Memberikan pengetahuan dan informasi tentang Pramuka di perguruan tinggi Universitas Negeri Semarang pada umumnya dan Fakultas Ilmu Sosial pada khususnya dan mengembangkan potensi, bakat dan minat kepramukaan peserta OKPT Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang serta dapat Mengembangkan kepramukaan di tingkat Fakultas Ilmu Sosial  Universitas Negeri Semarang.
      “Dengan adanya kegiatan ini diharapkan dapat memantapkan kader pramuka kreatif sebagai potensi bangsa serta dapat merintis sikap hidup yang ramah lingkungan,bersahaja dan berkarakter”tambah Tresno.Tina



Humor Politik

Dosen yang Juga Menjadi Pejabat

Di kantin sebuah universitas, Udin dan Tono dua orang mahasiswa sedang berbincang-bincang :

Tono : "Saya heran dosen itu, kalau ngajar selalu duduk, tidak pernah mau berdiri."
Udin : "Ah, gitu aja diperhatiin sih Ton."
Tono : "Ya, Udin tahu ngak sebabnya."
Udin : "Barangkali aja, cape, atau kakinya gak kuat berdiri."
Tono : "Bukan itu sebabnya Din, sebab dia juga seorang pejabat."
Udin : "Loh, apa hubungannya?!!"
Tono : "Ya kalau dia berdiri, takut kursinya diduduki orang lain."
Udin : "???"

Arti Demokrasi

Cecep bertanya kepada Bapaknya arti dari Demokrasi. Bapaknya kemudian menjelaskan bahwa demokrasi itu bisa diibaratkan dalam Rumah Tangga. Bapak bertindak sebagai kaum Kapitalis yang mencari nafkah, Ibu sebagai Pemerintah yang mengelola hasil, Cecep sebagai rakyat, adiknya sebagai masa depan yang perlu diperhatikkan dan pembantu sebagai pekerja.
Suatu ketika Cecep pulang ke rumah dan mendapati adiknya sedang buang air besar di lantai. Dilihatnya Ibunya sedang tidur lelap. Cecep kemudian ke kamar pembantunya untuk minta tolong. Tetapi ternyata ia mendapati Bapaknya sedang tidur bersama pembantunya itu.
Cecep lalu mengatakan kepada Sang Bapak:
“Pak! sekarang saya sudah tau arti Demokrasi, yaitu kaum Kapitalis “menekan” para pekerja, pemerintah tertidur lelap, rakyat tidak berani membangunkan, hanya bisa melihat masa depan yang penuh dengan kekotoran…”

Sumber: http://ketawa.com/humor-lucu-cat-5-humor_politik
   

Kampus Merah

       Kampus merah merupakan sebuah acara bakti sosial yang diselenggarakan oleh BEM FIS pada hari Sabtu (20/8). Eka Sakti, selaku salah satu panitia menjelaskan bahwa tujuan dari acara kampus merah yaitu untuk mempererat kekeluargaan, memberikan sosialisasi kesehatan kepada masyarakat, menciptakan mahasiswa yang peka lingkungan.
       Peserta acara kampus merah kali ini berasal dari seluruh mahasiswa baru FIS 2011. Fitriani, mahasiswa pendidikan geografi mengungkapkan bahwa ia merasa tertarik untuk mengikuti acara kampus merah kali ini walaupun ia  merasa letih setelah seharian mengikuti acara PPA. “Acaranya menyenangkan, apalagi ada pesta kembang apinya”, tambahnya.
        Acara kampus merah ini sudah berlangsung selama dua tahun terakhir ini. Bentuk kegiatannya berbagai macam seperti bersih lingkungan, bakti sosial, sosialisasi kesehatan, memberikan abate kepada masyarakat. Lokasi dari acara kampus merah tersebar di sekitar lingkungan Unnes, seperti Banaran, gang Setanjung, gang Waru, gang Cempaka, gang Winong, dan depan gerbang Unnes.  Peserta yang terdiri dari mahasiswa baru akan di bagi ke dalam beberapa lokasi tersebut.
       Acara dilanjutkan dengan buka bersama dan pesta kembang api di lapangan samping PKM FIS. Novilla


Skripsi Online

      Sistem skripsi online bagi para mahasiswa tingkat akhir mulai diterapkan pada pada bulan Agustus 2011 dengan menunggu launching dari rektor.  Namun semua jurusan sudah mempersiapkan skripsi online secara serentak.
     Eko Handoyo, selaku Pembantu Dekan bidang akademik menerangkan bahwa skripsi online merupakan skripsi yang berbasis online. Sistem ini muncul karena skripsi secara manual dirasa kurang baik.
     Dalam sistem online akan dicatat seberapa besar aktifitas mahasiswa, mulai dari bimbingan sampai ujian akhir. Walaupun bimbingan skripsi dilakukan secara online, tetapi mahasiswa juga melakukan kontak langsung dengan dosen pembimbingnya. Sebagai bukti telah melakukan bimbingan online, mahasiswa harus menghubungi jurusan untuk mencetak surat tanda bukti bimbingan.
     “Untuk bisa mengikuti ujian akhir, minimal 8 kali bimbingan. Dalam sistem online mahasiswa bisa membuka melalui internet. Panduan-panduan skripsi juga sudah secara jelas tertera,” tutur Eko Handoyo.
      Salah satu mahasiswa tingkat akhir memberikan tanggapan yang sangat baik, dengan sistem skripsi online akan memberikan kemudahan bagi mereka untuk memperlancar penyelesaian skripsi.
      “Sistem ini harus dilaksanakan sebaik-baiknya,  harus  intensif  dan juga harus sering bertanya-tanya  dengan dosen pembimbing,” terang Eko Handoyo. Salis, itoh

Training of trainer

        Kegiatan Training Of Trainer (TOT) diselenggarakan oleh BEM FIS pada tanggal 23-24 Juli 2011 yang bertempat di gedung C1 106. Eka Setyawati selaku ketua panitia mengungkapkan bahwa tujuan diadakannya TOT yaitu untuk pengembangan diri, memotivasi diri dan orang lain, membantu orang lain untuk menyelesaikan masalah, menjadi pemimpin yang baik, dilatih menjadi pelatih yang baik.
        Kegiatan Training Of Trainer kali ini bertemakan “Membangun kualitas pribadi seorang pemimpin untuk lingkungan sosial”, yang diikuti oleh 34 peserta yang terdiri dari perwakilan dari lembaga kemahasiswaan di FIS, anggota BEM FIS dan forjunis.
        Kegiatan TOT berlangsung selama dua hari untuk kelas pemberian materi dan kegiatan outbond untuk penerapan dari teori atau materi yang telah disampaikan.
      Winda, mahasiswa jurusan geografi memberi tanggapan tentang berlangsungnya kegiatan TOT bahwa adanya pelatihan TOT itu penting dan menarik, jiwa kepemimpinan benar-benar dimatangkan, penyampaian materinya juga komunikatif, santai dan tidak monoton. “Apalagi TOT ini tidak sebatas pemberian materi, tetapi juga ada pengaplikasiannya melalui kegiatan outbond sehingga benar-benar terasa ‘pelatihannya’.” Novilla

“Prestasi” Indonesia

Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 telah mengamanatkan bahwa salah satu inti tujuan kemerdekaan adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Ini berarti bahwa setiap warga negara berhak untuk hidup cerdas. Karenanya, pemerintah berkewajiban untuk membebaskan warga negaranya dari kebodohan dan keterbelakangan, sekaligus juga berkewajiban menjamin dan menyediakan sarana dan prasarana untuk mencerdaskan anak-anak bangsa.
Hasil tes Trends in International Mathematics and Science Study (TIMSS) 2003, misalnya, memperlihatkan bahwa Indonesia jauh tertinggal oleh negara tetangga. Indonesia hanya menempati urutan ke-34 (matematika) dan ke-36 (sains) dari 45 negara yang disurvei. ‘Prestasi’ itu jauh di bawah Singapura yang menduduki peringkat pertama untuk kedua bidang ilmu ini, atau Malaysia yang berada di peringkat 10 (matematika) dan 20 (sains).
Lebih jauh lagi, akar dari tidak favoritnya profesi guru adalah karena gaji dan tingkat kesejahteraan guru yang rendah. Banyak guru-guru di negeri ini, terutama swasta, yang harus hidup amat sederhana. Hanya mereka yang pandai ngobyek saja yang mampu sejajar dengan orang-orang berprofesi lain. Nasib guru kita sangat berbeda dengan guru di negara lain. Di Jepang, hampir semua guru bisa memiliki mobil dengan gajinya. Seorang guru muda SD atau SMP saja dengan masa dinas baru 2 tahun, bisa mendapatkan gaji 156,500 yen (Rp 11,783,667) per bulan. Itu belum termasuk penghasilan lain seperti extra salary, bonus 2 kali setahun dan bonus tambahan lain yang tidak berlaku secara nasional. Apalagi jika dia seorang guru SMA atau dosen. Lalu apa yang salah dengan pendidikan kita? Sistem yang menjalankannya ataukah pelaku pendidikannya?

UPACARA HUT RI KE-66

      Upacara memperingati HUT RI ke-66 pada tanggal 17 Agustus 2011 dilaksanakan di lapangan FIK Unnes. Lapangan FIK didominasi oleh warna hitam putih daripada warna almamater kebanggaan Unnes karena upacara tersebut banyak diikuti oleh mahasiswa baru angkatan 2011.
     Upacara memperingati kemerdekaan RI diwarnai dengan banyaknya mahasiswa baru yang kelelahan dan jatuh pingsan. Hal ini dikarenakan cuaca yang terik sekaligus bertepatan dengan puasa di bulan Ramadhan. Mahasiswa diwajibkan untuk berjalan kaki dari arah BNI menuju FIK sedangkan yang membawa kendaraan bermotor harus diparkir di sebelah utara BNI atau sebelah barat gedung C7 FIS.  “Wah capek sekali, kaki saya lecet-lecet karena jalannya terlalu jauh,”ungkap salah seorang mahasiswa baru.
     Proklamasi kemerdekaan yang bertemakan“Dengan Semangat Proklamasi 17 Agustus 1945, Kita Tingkatkan Kesadaran Hidup dalam ke-Bhinneka-an untuk Kokohkan Persatuan NKRI, Kita Sukseskan Kepemimpinan Indonesia dalam Forum ASEAN untuk Kokohkan Solidaritas ASEAN” ini dihadiri oleh para petinggi Unnes, dosen dan staf Unnes, mahasiswa penerima beasiswa, serta serta seluruh mahasiswa baru Unnes angkatan 2011/2012. Namun pada upacara kali ini sebagian besar terdiri dari mahasiswa baru,sedangkan tidak semua mahasiswa penerima beasiswa dapat hadir di upacara tersebut.
      Menanggapi masalah mahasiswa yang hadir mengikuti upacara memperingati hari besar, Supari, selaku pegawai tata usaha FIS menerangkan bahwa untuk mahasiswa umum sudah ada pemberitahuan untuk wajib hadir ketika ada upacara peringatan hari besar. Namun nyatanya perintah itu tidak diindahkan oleh mahasiswa, sehingga dalam pemberitahuan tersebut ditambahkan informasi bagi penerima beasiswa juga wajib hadir dalam upacara peringatan hari besar. “Mahasiswa penerima beasiswa saja masih ada yang tidak hadir sehingga nantinya kalau mau perpanjang beasiswa akan sulit, apalagi mahasiswa umum yang tidak punya tanggungan,” tambahnya. erwin, novilla


Moch Galih Pratama

Ketua Panitia PPA 2011/2012 dari mahasiswa FIS
          Moch Galih Pratama, mahasiswa prodi pendidikan Sosiologi-Antropologi semester lima merupakan sosok ketua panitia Program Pengenalan Akademik 2011 atau yang biasa dikenal dengan PPA untuk tahun ajaran 2011-2012. Salah satu fungsionaris BEM FIS dari departemen C yang menangani bidang advokasi dan kesejahteraan itu, lahir di Banjarnegara 6 Mei 1991. Sosok yang terkenal gokil di kalangan teman-teman mahasiswa ini mempunyai hobby travelling.
          Pengalaman organisasi yang pernah diikuti oleh Galih Pratama yaitu MPK pada waktu SMA dan BEM FIS di Unnes. Sekarang ini Galih bertugas sebagai Penanggungjawab Sementara (PJS) BEM FIS selama ketua BEM FIS, Riki Kurniawan PPL di Magelang.
         Sedikit menyingkap riwayat pendidikannya, Galih pernah bersekolah di SD Negeri 05 Krandegan, SMP Negeri 1 Banjarnegara serta SMA Negeri 1 Bawang. Menanggapi tentang PPA tahun ini dia menuturkan bahwa tujuan dari pelaksanaan PPA ini di harapkan nantinya mahasiswa baru bisa dan siap menghadapi kehidupan kampus dan menciptakan mahasiswa-mahasiswa berkarakter dan mempunyai idealisme yang baik sesuai dengan slogan FIS SMART, yang merupakan kepanjangan dari F (Familiar), I (Inovatif), S (Sehat), S (Smart), M (Mandiri), A (Amanat), R ( Religius) dan T (Tangguh).
         Motivasi untuk mahasiswa baru di PPA 2011 “Siapkanlah dirimu hari ini untuk hari kedepan, dan jadikan pengalaman sebagai guru terbaikmu.” bety


Penghargaan Semu Mahasiswa Agent Sosial Of Change (Mahasiswa Instant)

oleh : Muh Adi Sudiarto*

      Membicarakan sosok mahasiswa, tentu saja kita sedang membicarakan sosok yang sangat heterogen. Oleh karenanya tidak bisa disamaratakan. Ketika menyebut mahasiswa, asosiasi yang muncul adalah agent social of change, padahal dalam kenyataannya belum tentu demikian. Hal ini bisa di pahami pasalnya ketika jatuhnya rezim orde baru tidak luput dari peran mahasiswa di dalamnya, sehingga timbul image yang positif di kalangan masyarakat pada umumnya. Betapa tidak, masyarakat yang dulunya di bungkam dengan kepemimpinan yang otoriter kini dengan bebasnya dapat menyalurkan aspirasinya dengan leluasa. Hal itu terbukti dengan adanya kebebasan pers dalam pemberitaan, baik dalam media cetak maupun elektronik.
         Tanpa disadari peran mahasiswa yang menyandang status sebagai agent social of change mengalami tumpang tindih, pasalnya siswa SMA yang lulus dan masuk ke dunia perguruan tinggi, secara tidak langsung menyandang predikat baru sebagai mahasiswa agent social of change. Suatu predikat yang instant dalam memperolehnya. Siswa yang baru masuk dalam kancah perguruan tinggi dengan pola pikir yang demikian dituntut dengan tugas yang besar sebagai agen perubahan.
       Perolehan predikat yang instant tersebut membawa pola pikir yang instant pula dalam keberlanjutannya. Hal tersebut dapat di lihat dari kegiatan mahasiswa sekarang yang serba instant, mulai dari mengerjakan tugas (copy paste), budaya 3K (kos, kampus, kantin), apatisme di kalangan mahasiswa, bahkan yang lebih tragis lagi adalah budaya plagiat (meniru) di kalangan mahasiswa. Padahal kita tahu, mahasiswa pun memiliki kewajiban dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang harus di junjung tinggi.
        Berdasarkan realita yang ada, masih pantaskah mahasiswa sekarang menyandang status sebagai agent social of change? Adakah pembedaan status mahasiswa sebagai agent social of change? Sebuah pertanyaan besar yang mungkin bisa menjadi bahan refleksi bersama.

*Mahasiswa Sejarah 09

Inisiasi di sela-sela kegiatan PPA FIS

       Pada hari pertama kegiatan PPA berlangsung, Kamis(18/8), dari panitia PPA FIS 2011 menyisipkan sebuah kegiatan inisiasi atau refleksi kebangsaan dalam kegiatan PPA 2011. Moch Galih Pratama menjelaskan bahwa tujuan diadakannya inisiasi antara lain agar mahasiswa baru lebih memiliki kematangan, kesiapan mental, menggugah kesadaran mahasiswa baru agar lebih siap menjalani kehidupan kampus.
      Sebanyak 833 mahasiswa baru Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Unnes mengikuti Program Pengenalan Akademik (PPA) tahun ajaran 2011/2012. Kegiatan PPA tahun ini berbeda dari tahun sebelumnya. Perbedaan ini nampak pada penempatan berlangsungnya kegiatan PPA yang dibagi dalam tiga ruangan. Jurusan Geografi dan Sosiologi-Antropologi bertempat di gedung C7 lantai 3, Jurusan Sejarah bertempat di gedung C5 301, sedangkan Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan bertempat di gedung C1 103.
      Serangkaian kegiatan PPA telah berlangsung pada Selasa (16/08) dengan agenda technical meeting yang dilaksanakan di gedung C7 lantai 3. Mahasiswa baru diwajibkan untuk mengikuti upacara peringatan Hari Kemerdekaan 17 Agustus di lapangan FIK yang selanjutnya di kumpulkan di masing-masing fakultas. Kegiatan PPA di FIS dilanjutkan dengan agenda perkenalan dan penelusuran bakat minat yang sebelumnya dibuka dengan sambutan dari Pembantu Dekan bidang akademik, Eko Handoyo selaku penanggungjawab PPA.
       Kegiatan PPA yang bertemakan “Membangun Generasi Berprestasi dan Berkarakter Berbasis Nilai Konservasi” ini dibuka secara resmi oleh Dekan FIS, Subagyo pada Kamis (18/08).
       Mahasiswa baru diberi info tentang universitas dan fakultas yang terbagi menjadi dua materi. Materi pertama tentang konservasi, ideologi, dan pendidikan karakter oleh tim konservasi. Materi kedua berisi tentang materi akademik fakultas dan sikadu.
        Kegiatan PPA pada hari Jumat (19/08) berisi materi tentang pengenalan organisasi dan simawa, bimbingan konseling, dan pengisian KRS di masing-masing jurusan. Sejumlah mahasiswa baru mengaku kebingungan pada waktu pengisian KRS. Hal tersebut juga dialami oleh Siti Rofidah, mahasiswa pendidikan geografi, dia mengaku kebingungan dengan pengisian KRS selain itu juga harus mengantri lama. Riko, salah satu pendamping mahasiswa geografi, mengaku merasa kasihan dengan mahasiswa baru. “Dari sikadunya enggak beres, aksesnya juga agak susah apalagi untuk MKU Pengantar Ilmu Pendidikan yang harus diambil mahasiswa sudah penuh.
      Ada peraturan dalam Kegiatan PPA kali ini bahwa lagu yang boleh dinyayikan yaitu Mars Unnes dan Hymne Unnes. Galih menjelaskan walaupun demikian, mars mahasiwa tetap dinyanyikan di PPA karena merupakan jati diri mahasiswa agar mereka bangga dan lebih semangat menjadi mahasiswa. Begitu pula dengan yel-yel yaitu Unnes Sutera, Salam Konservasi, FIS:SMART.
      “Kepada mahasiswa baru agar tetap semangat, dan menjadikan PPA kali ini sebagai sebuah media untuk kita menjadi mahasiswa yang mampu bersaing dan memiliki jiwa yang bersemangat tinggi untuk terus maju,” tambahnya. eka, novilla

Jumat, 22 Juli 2011

Ironis...

     Ada-ada saja ulah mahasiswa pada waktu jam perkuliahan di kelas. Mulai dari mengobrol dengan teman ketika dosen mengajar, ber SMS-an ria, menggambar atau mencoret-coret bangku kuliah karena merasa bosan di kelas, ber-facebook-an ria, bahkan ada juga mahasiswa yang tidur ketika dosen menerangkan, atau mungkin perhatiannya tidak pada bahan ajar perkuliahan tetapi sibuk sendiri memikirkan hal-hal lainnya yang di luar bahan ajar perkuliahan dan lain sebagainya. Ya.. hal-hal tersebut memang kerap terjadi pada jam kuliah terutama jika dosen yang mengajar itu tidak dianggap killer oleh mahasiswa.
Sungguh ironis jika mengetahuinya.
















seorang mahasiswa sedang bermain facebook saat dosen menerangkan..



















    Gambar di atas memperlihatkan salah seorang mahasiswa sedang berfacebookan pada waktu dosen menerangkan di depan kelas.
      Kejadian tersebut terjadi pada waktu jam kuliah MKU Psikologi Pendidikan di gedung C1. Apakah mahasiswa tersebut tidak merasa perkewuh dengan dosen tersebut? Apalagi dia duduk di bangku paling depan, dosen juga sedang berdiri di depannya. Ketika itu ada 2 mahasiwa yang fbnan di kelas yang satu memakai laptop dan satunya notebook, mereka semua duduk di deretan bangku paling depan.
      Tim forjunis sangat sedih, ngelus dada dan menyayangkan sekali melihat kejadian yang dilakukan mahasiswa tersebut .Padahal dosen tersebut baru keluar dari RS karena serangan jantung seharusnya beliau masih harus beristirahat di rumah tetapi nyatanya dibela-belakan untuk mengajar di kelas bahkan ketika mengajar pun beliau sangat terlihat kesusahan, kami takut kalau terjadi sesuatu misalnya dosen tersebut telalu lelah.
      Ketika ditanya tim forjunis tentang tindakannya ber-fb-nan di depan dosen seperti itu, mahasiswa FBS tersebut menjawab, “ nggak apa-apa, biasa aja kug”.
      Memang banyak tindakan mahasiswa yang bisa dikatakan “aneh-aneh” atau melanggar aturan, tetapi bukankah juga harus disesuaikan dengan situasi dan kondisi jika ingin melakukan sesuatu. 46

Pamflet Duka Cita

   
salah satu pamflet yang terpajang di mading yang terletak di C1    
   
















    Gambar di atas merupakan pamflet yang pernah terpampang di papan pengumunan FIS, salah satunya ada di madding yang terletak di C1 sekitar bulan Juni yang lalu.
    Entah motif apa yang melatarbelakangi seseorang untuk menyebarkan pamflet yang bertuliskan “Turut Berduka Cita atas Meninggalnya Gerakan LK se-Unnes, Semoga Tuhan Mengampuni dosa-dosanya.” Ataukah beredarnya pamflet tersebut merupakan sebuah ungkapan kekecewaan mahasiswa atau yang lainnya  yang menilai gerakan Lembaga Kemahasiswaan Unnes telah meninggal atau dengan kata lain LK tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Atau mungkin juga sebuah sindiran yang ditujukan bagi LK agar dapat berfungsi, berjalan secara efektif sebagai mana tugas dan wewenang yang diembannya.      
       Tim forjunis juga pernah bertanya kepada beberapa mahasiswa terkait beredarnya pamflet tersebut, tapi mereka juga tidak tahu siapa yang menempelkannya. Ketika tim forjunis mencoba untuk menelepon nomor yang tertera di pamflet pun juga tidak bisa dihubungi.
Pamflet di atas beredar setelah beberapa hari yang lalu di lingkungan FIS banyak sekali beredar pamflet-pamflet terkait permitaan agar adanya transparansi dana SPL. 46
 





Kamis, 21 Juli 2011

Putra yang Malang

    Pendidikan memang merupakan suatu hal yang sangat penting. Sudah tentu kewajiban setiap manusia untuk menuntut ilmu setinggi-tingginya agar dapat meraih cita-citanya. Bahkan ada peribahasa tuntutlah ilmu dari negeri cina sampai liang lahat. Status sosial dewasa ini juga sangat dipengaruhi oleh tinggi rendahnya tinggkat pendidikan yang dicapai dan dimana seseorang bernaung dalam suatu lembaga baik pemerintah maupun swasta. Tuntutan inilah yang membuat semua orang mengejar pendidikan setinggi-tingginya, akan tetapi tanpa melupakan inti dari menuntut ilmu sendiri yaitu bukan hanya dapat dilakukan di dalam pendidikan formal akantetapi alam dan segala isinya ini adalah pengetahuan yang dapat dielajari.
    Tulisan ini terinspirasi dari semangat yang berkobar-kobar seorang putra berinisial ( AM ) asal Purwodadi Jawa Tengah yang ingin melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi . Walaupun ia berasal dari sebuah keluarga yang kurang mampu bapaknya seorang penarik becak, akan tetapi itu bukan suatu halangan untuk mengejar cita-citanya. Singkat cerita.Pada awalnya Ia mendaftarkan dirinya sebagai calon mahasiswa disuatu perguruan tinggi negeri, melalui jalur bidik misi akan tetapi tidak diterima lantaran gagal dalam tes seleksi. Akantetapi ia tidak patah semangat, Ia mendaftarkan dirinya lagi di jalur SNMPTN dan akhirnya diterima disalah satu Perguruan Tinggi Negeri.
    Persyaratan administratif sudah tentu menjadi salah satu syarat yang harus dipenuhi agar menjadi seorang mahasiswa di perguruan tinggi tersebut. Salah satunya adalah pembayaran biaya masuk kuliah ( SPL,SPP, dan BOP), yaitu Rp. 7.450.000,00 yang harus dibayarkan sebelum tanggal 12 juli 2011. Sudah tentu ia tidak sanggup kalau harus membayar sebanyak itu. Menghadap petinggi-petinggi Universitaspun ia lakukan agar mendapat keringanan atau bantuan, akan tetapi tidak mendapatkan hasil, ia hanya diberi tenggang waktu untuk melunasinya sampai tanggal 28 Juli 2011.
    Kegelisahan menyelimuti putra yang malang ini, keinginannya untuk melanjutkan pendidikan di Perguruan Tingggi seakan sirna karena “mau dari mana uang sebanyak itu mas” Ujarnya. Melihat fenomena seperti ini pelayanan Pendidikan di Indonesia menjadi sesuatu yang patut di pertanyakan, apakah sudah benar-benar pro rakyat? “ setiap warga Negara berhak mendapatkan pendidikan yang layak serta anak miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh Negara” itu nampaknya hanya sebuah kata-kata. Semoga pendidikan di Indonesia bisa berbenah agar lebih baik lagi dan Putra - Putri bangsa bisa memperoleh kesempatan seluas-luasnya untuk mengejar cita-citanya.

 oleh: Syamsul Bakhri/ mahasiswa sos-ant

Semarak FIS SMART

Warna merah menghiasi pelataran C7. Baik dosen, karyawan, mahasiswa bertumpah ruah di sana.

      Pelataran di samping C7 tidak seperti hari biasanya yang menjadi tempat parkir mobil para dosen FIS. Pada hari Jumat (24/6), lahan parkir disulap menjadi sebuah panggung yang bernuansa merah. Berdiri juga stand-stand dari LK FIS dan umum yang menawarkan berbagai karya kerajinan, sepatu dan juga makanan, minuman.
      Semarak FIS SMART dibuka oleh PR III Masrukhi ini merupakan singkatan dari F (Familiar), I (Inovatif), S (Sehat), S (Smart), M (Mandiri), A (amanat), R ( Religius) dan T (Tangguh). Semarak FIS SMART tahun ini  mengusung tema, “Hidup Selaras Dengan Alam Harmonisasi dalam Hubungan Sosial. ”Acara ini bertujuan agar warga FIS hidup selaras ramah terhadap lingkungan memberikan suasana dalam kehidupan dan tercapainya harmonisasi,” ungkap Eko Handoyo sebagai penanggung jawab serangkaian acara Semarak FIS SMART ini.
      Serangkaian acara Semarak FIS sudah dimulai sejak Kamis (9/6). Kegiatan-kegiatan tersebut diantaranya seminar nasional, panjat tebing sebagai inovasi baru, debat bahasa Jawa se-Unnes, tanam mangrove, FIS mencari bakat, Porsajur yang merupakan ajang perlombaan olah raga dan bazar yang berlangsung dua hari berbarengan dengan acara pembukaan Semarak FIS SMART. “Tahun ini lebih meriah karena ada doorprize seperti laptop, tv, setrika, dll,” terang Riki Kurniawan selaku ketua panitia.
       Lebih lanjut Riki menerangkan, kepanitian pelaksanaan Semarak FIS SMART berbeda dengan tahun lalu yang hanya berasal dari BEM. Namun tahun ini kepanitian meliputi perwakilan dari semua jurusan dan semua Lembaga Kemahasiswaan (LK) di FIS. “Semarak FIS SMART bukan hanya agenda BEM FIS semata tapi untuk seluruh masyarakat FIS,” lanjutnya menambahkan.
       Soleh selaku ketua panitia dari keseluruhan acara ini mengungkapkan bahwa program ini  memperkuat Unnes menjadi Universitas Konservasi serta bertujuan untuk menjalin harmonisasi antar civitas akademika dengan warga kampus dan menanamkan nilai-nilai kebudayaan.
      Andre mahasiswa Pendidikan Sejarah 2010 memberi tangapan mengenai acara ini. “Acara ini cukup baik, semoga ke depannya dapat meriah lagi,” ungkapnya.
      Dari kalangan dosen juga menilai acara Semarak FIS SMART pada tahun ini cukup bagus, mengalami perubahan., ”Terutama perubahan waktu, biasanya akhir bulan Mei. Karena di bulan ini bersamaan dengan acara di fakultas-fakultas lain. Selain itu juga banyak stand dan kegiatan,” ungkap dosen Hkn Puji Lestari, ketika ditemui di pelataran samping C7.
       Lebih lanjut Riki, kendala yang dihadapi oleh panitia dalam acara Semarak FIS SMART kali ini juga masih dirasakan oleh panitia. Hal ini dikarenakan struktur kepanitiannya berbeda dengan tahun lalu yang diambil dari seluruh jurusan dan LK. Mereka mempunyai tanggung jawab lain di luar acara Semarak FIS SMART. Untuk mengatasi kendala tersebut kita lebih mendekatkan diri secara personal, saling memahami. Memberikan masukan-masukan akan pentingnya acara ini.Tina, Erwin, Yani, Novilla.

Mahasiswa.....

Oleh:Muhammad Haekal


MAHASISWA?
Hanya itukah ilmumu?
Belajar untuk melempar batu
Ditengah jembatan kau adu uratmu
Sesama saudara membunuh tanpa malu

Hanya itukah ilmumu?
Meneriakkan kata setia dengan jiwa
Namun melepasnya dalam sekejap mata
Dan lihatlah pendahulumu di'98
Mereka berdarah...berkorban
Tumbangkan rezim tegakkan reformasi

Dan lihat dirimu
Yang darahnya tertumpah sia-sia
Tanpa guna suatu apa...
Hanya derita dan jerit tanpa nyawa

Hai kau disana!!
Masihkah kau mengaku mahasiswa?!

Selasa, 19 Juli 2011

Bangun Keakraban Bareng Warga Sekaran

    Gugus Latih Ilmu Sosial mengadakan acara bakti lingkungan yang bertemakan “Bersih Desa Bersama Warga Sekaran dan Civitas Akademika FIS”, Minggu(26/6). Acara ini merupakan serangkaian acara Semarak FIS SMART. Noorochmat Isdaryanto selaku pembina pramuka FIS mengungkapkan bahwa program ini bertujuan agar warga FIS peduli terhadap lingkungan dan terjalin keakraban antara Civitas Akademika FIS dengan warga Sekaran.
   Rangkaian acara dibuka dengan penabuhan kentongan dan sambutan oleh Dekan FIS Subagyo, kemudian acara dilanjutkan dengan bersih-bersih desa. Peserta terdiri dari para pejabat FIS, lembaga kemahasiswan FIS, dan penerima beasiswa bidik misi serta tamu undangan dari guslat  lain yang dibagi menjadi dua tempat yaitu di Banaran dan Cempaka.
   “Dengan diadakan acara ini diharapkan dapat mempererat kerjasama antara Civitas Akademika FIS dengan Warga Sekaran dan dapat mengharmonisasikan serta menyeleraskan hubungan sosial masyarakat. Walaupun peserta tidak sesuai target namun acara ini dapat berjalan dengan lancar,” tutur Samsul Arifin selaku ketua panitia.Tina

Rabu, 13 Juli 2011

GERAKAN MORAL ANTI MONYONTEK

Ujian akhir semester  telah berlangsung sejak hari selasa, 12 juli 2011 dilingkungan Fakultas Ilmu Sosial. Hal ini merupakan momen puncak perjuangan setelah satu semester melakukan kegiatan perkuliahan. Banyak rutinitas yang dilakukan mahasiswa menjelang ujian akhir semesteran ini.  Baik belajar semalam suntuk atau pun berdoa agar nilai ujianya dapat maksimal.
Rutinnitas yang cukup berbeda terjadi di Jurusan HKn. Tatkala mahasiswa masuk keruangan kelas untuk mengikuti ujian akhir semester, mahasiswa langsung disambut dengan sepandu “GERAKAN MAHASISWA ANTI MENCONTEK’. Dimana sepanduk itu terletak didepan kelas setiap ruang ujian Jurusan HKn. Pembuatan sepanduk ini diprakarsai oleh Mahasiswa semester 4 dan 6 Jurusan HKn yang menempuh mata kuliah Pendidikan Anti Korupsi.
Pemasangan sepanduk itu dilakukan atas kesadaran mahasiswa HKn.  Mereka sadar akan pentingnya meningkatkan moral pada setiap mahasiswa agar tidak lagi memiliki perilaku yang korupsi (menyontek).  Diharapkan dengan adanya pemasangan sepanduk ini dapat menmberi kesadaran pada maha siswa agar bersikap jujur dalam ujian  yakni dengan tidak mencontek diwaktu ujian. Penanganan perilaku korusi harus ditekankan sedini mungkin agar tidak menjadi sebuah kebiasaan.
Walaupun ada beberapa mahasiswa yang tidak menghiraukan akan isi tulisan yang terdapat dalam sepanduk tersebut, setidaknya ini merupakan bentuk konkret untuk mengajak mahasiswa berbuat jujur dan tidak sekedar omongan yang tidak ada tindak lanjut. Hal ini perlu kita apresiasi dan lestarikan agar kesadaran mahasiswa akan pentingnya berbuat jujur akan timbul. Tidak hanya menempuh jalan pintas saat ujian.

Slamet

Jumat, 24 Juni 2011

FIS TIDAK AKAN NGGANDHULI PKn

FIS TIDAK AKAN NGGANDHULI PKn
          Itulah salah satu pernyataan dari Dekan FIS untuk menjawab pertanyaan dari Arif, selaku Ketua HIMA Pkn tentang kejelasan PKn di FIS. Masalah kejelasan PKn akan hijrah ke FH memang mengundang banyak perhatian dari mahasiswa PKn. “PKn ke FH merupakan kebijakan tingkat nasional bukan kemauan Unnes, bukan maksud untuk mengkerdilkan PKn, hal itu juga untuk pengembangan kelembagaan dan memperkuat khasanah keilmuan”, ungkap Bapak Subagyo.
           Selain masalah tersebut ada juga pertanyaan-pertanyaan mengenai: dana KKL geografi (Untuk dana KKL geografi, dana SPL hanya mencakup KKL wilayah Semarang, selebihnya dana sendiri), biaya kuliah UNNES jalur SNMPTN yang lebih mahal dari Universitas lainnya (Unnes terlihat mahal di depan, selebihnya murah tidak seperti Perguruan Tinggi yang lain murah di depan tapi yang mahal-mahal di belakang tidak dimunculkan), mengenai adakah alokasi dana untuk mushola, hal tersebut akan dibicarakan dengan PD II, dll.
       DPM FIS pada hari Senin(13/6) menyelenggarakan diskusi terbuka yang bertajuk “Mahasiswa Bertanya, Birokrat Menjawab”. Acara tersebut cukup mendapat sambutan yang baik dari mahasiswa dan pejabat FIS. Dalam sambutannya PD III FIS, bapak Sunarko mengucapkan terima kasih kepada DPM, yang telah mengadakan pertemuan LK se-FIS dengan birokrat, karena sering terjadi mis komunikasi dari fakultas-mahasiswa sehingga sering timbul pertanyaan.
          Saat ditemui tim forjunis setelah pembukaan porsajur kemarin (13/6), bapak Subagyo memberikan tanggapan tentang diskusi terbuka yang diadakan DPM FIS bahwa sudah senang dengan diadakannya diskusi terbuka tersebut, namun masih ada hal-hal yang mungkin belum memberikan kepuasaan, masih belum ada titik temu dari mahasiswa dengan pimpinan fakultas, belum ada jalan keluar. “Boleh mengkritik, mengapresiasi tetapi bicarakan dulu dengan fakultas, jangan sampai menunjukan aib/kebobrokan kita di luar sana” imbuhnya.
          Menanggapi jalannya kegiatan itu, Arif Kristiyono mengungkapkan jawaban tentang pertanyaannya masalah prodi PKn, dia masih belum puas. “Normatif jawabane, golek aman”, ungkapnya. Dia juga memberikan saran kepada DPM FIS untuk lebih publikasi acara tersebut ke mahasiswa FIS secara luas karena kebanyakan yang datang dari LK bukan mahasiswa umum. Kalau bisa dibuat di luar ruangan saja agar bisa dilihat banyak orang. Novilla

Sabtu, 18 Juni 2011

SEMINAR NASIONAL SPEKTAKULER PERADABAN UMAT "AL-QURAN SEBAGAI BEKAL MENUJU KEMAJUAN UMAT"

Acara yang diselenggarakan oleh KIFS pada hari Minggu (19/6) bertempat di gedung C7 lantai 3 FIS di buka langsung oleh Bapak Subagyo selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial. Seminar nasional yang bertajuk “Al-Quran sebagai Bekal Menuju Kemajuan Umat” itu diselenggarakan dikarenakan pada saat ini Al-Quran dirasa sudah mulai ditinggalkan umatnya dan Al-Quran sudah tidak menjadi pegangan umat Islam. Al-Quran yang dulu unggul, kini sebagian umat mulai meninggalkannya maka melalui Seminar Nasional yang bertema “Al-Quran sebagai Bekal Menuju Kemajuan Umat” ini diharapkan para peserta dapat memperdalam pegangannya yaitu Al-Quran.
Pembicara dalam Seminar Nasional ini adalah Diding Darmud, Lc. M.Si, Monif Aboza Richmoslem Al- Haromain, Arif Awaludin, S.H, M.Hum. banyak peserta yang datang ke acara Seminar Nasional ini, tidak hanya dalam lingkup Fakultas Ilmu Sosial saja tetapi juga dihadiri oleh mahasiswa Fakultas Ekonomi Unnes, mahasiswa UNY, Universitas Jember. “ Saya datang karena saya merasa tema dalam Seminar ini menarik” ungkap Apri, salah satu mahasiswa FE Unnes.

Pengumuman Lomba Esay Islami Nasional juga diumumkan dalam acara ini, berikut hasil dari lomba tersebut:
Juara Pertama Lomba Esay Islami Nasional KIFS Universitas Negeri Semarang dengan skor 67,65 yaitu Zaini Muslim M. (Universitas Negeri Semarang)
Juara 2 dengan skor 65,95 adalah Kiswanto (Universitas Negeri Semarang)
Juara 3 dengan skor 64,87 adalah Ridwan Arifin (Universitas Negeri Semarang)
Juara Harapan 1 dengan skor 64,60 diraih oleh Rosyid Ridho (Universitas Jember)
Juara Harapan 2 dengan skor 63,35 diraih Rosalia Hera (Universitas Negeri Yogyakarta)

Amin selaku panitia Seminar Nasional ini menambahkan bahwa semoga melalui acara ini segala materi yang diterima dari para pembicara dapat diaplikasikan dalam kehidupan nyata, tidak hanya diterima tapi nanti hilang begitu saja. Novilla

Jumat, 17 Juni 2011

LOMBA ESAY ISLAMI NASIONAL BY KIFS

      Sabtu(18/6) bertempat di gedung C7 lantai 3 Fakultas Ilmu Sosial, Lomba Esay Islami Nasional diselenggarakan dan smpai saat ini (pukul 11.32) sedang berlansung presentasi esay dari Zaini Muslim, mahasiswa FIS dari Universitas Negeri Semarang.
      Lomba Esay Islami ini diikuti oleh sekitar 19 peserta dan 8 finalis yang maju untuk mempresentasikan esay mereka. para finalis lomba Esay Islami ini tidak hanya berasal dari Universitas Negeri Semarang, tetapi juga diikuti oleh peserta dari Universitas Jember dan lain-lain. Berikut nama finalis Lomba Esay Islami Nasional yang diadakan oleh KIFS: Kiswanto, Ridwan Arifin, Agus Yuliono, Zaini Muslim M. (Universitas Negeri Semarang), Rosyid Ridho (Universitas Jember), Nidya Ferry, Rosalia Hera (universitas Negeri Yogyakarta), Muh. Husen Arifin (UIN Maulana Malik Ibrahim Malang).
sedangkan juri dari Lomba Esay Islami ini yaitu Drs. Heri Tjahyono, M.Si (FIS), Retno Purnama Irawati S.S, M.A (FBS).
     Sosialisasi dan pengumuman Lomba Esay Islami Nasional melalui penyebaran pamflet, undangan delegasi, dsb. "Saya tahu ada lomba esay islami ini berasal dari teman saya di Unnes", ungkap finalis lomba esay, Nidya, mahasiswa Pendidikan Matematika UNY. Acara ini juga dimeriahkan oleh KIFS Voice yang membawakan sebuah lagu yang berjudul Insyaallah.
untuk pemenang lomba Esay Islami akan diumumkan ketika Seminar Nasional Peradaban Umat hari Minggu besok (19/6).Novilla

Rabu, 15 Juni 2011

SATU TETES DARAH UNTUK SESAMA

Bertempat dipelataran gedung C5 Program donor darah yang diselenggarakan oleh KSR PMI unit UNNES dilaksanakan. Donor darah ini bertujuan untuk mencari donator mahasiswa guna sedikit menyumbangkan darahnya. Kegiatan yang dilaksanakan KSR ini bekerja sama dengan PMI kota Semarang. Pelaksanaan di Fakultas Ilmu Sosial ini sendiri merupakan kali terakhir yang dilakukan oleh KSR bersamaan dengan FMIPA dan FBS. “program ini dilaksanakan oleh KSR dengan keliling dari fakultas kefakultas” ungkap Fredi dari KSR(16/06/11)
Pelaksanaan donor darah di Fakultas Ilmu Sosial ternyata mendapat respon yang positif dari mahasiswa. Hal ini terbukti dengan cukup banyaknya mahasiswa FIS yang menjadi donator dalam acara ini. “dari pelaksanaan pukul 07.00 WIB sampai pukul 13.00WIB sudah sekitar 37 mahasiswa yang menjadi donator” tambah Fredi.
Di Fakultas Ilmu Sosial sendiri, ini bukan kali pertama deselenggarakan acara donor darah. Biasanya sekitar tiga bulan sekali acara seperti ini diselenggarakan, baik dari HIMA , atau LK lainya. “program donor darah sangat bagus dilaksanakan. Selain hal ini menurut para ahli dapat menyehatkan kita, darah kita juga dapat digunakan oleh orang yang membutuhkan” ujar mukhlis (geo’07). 
Donor darah merupakan kegiatan suka rela. Kita tidak mendapat imbalan yang bernilai materi akan tetapi dengan ikut serta dalam pelaksanaan donor darah kita termasuk orang yang tangkap serata peka terhadap lingkungan sosial kita. Dimana masih banyak orang menunggu setes darah kita untuk melanjutkan hidupnya.
slamet

KrempyengQ...... sarana siar Islam di FIS

   Acara KrempyengQ mungkin sudah tidak asing lagi di kalangan mahasiswa FIS pada umumnya karena acara tersebut merupakan acara rutinan yang diselenggarakan oleh KIFS setiap minggunya. Acara KrempyengQ sendiri sudah ada sejak tahun lalu, tepatnya hampir berlangsung selama dua periode. Untuk periode yang kedua ini, acara krempyengQ sudah berjalan lebih dari lima kali dengan tema yang berbeda-beda setiap minggunya.
   Kata ‘krempyengQ’ sendiri merupakan sebuah akronim yang memiliki pengertian ‘Kajian Remaja Penyejuk Qalbu’. “Kata ‘krempyengQ’ dipilih karena lebih familiar di kalangan mahasiswa Unnes karena di dekat kampus Unnes juga ada pasar yang dikenal dengan nama pasar krempyeng” jelas Imam Suburono selaku ketua departemen PSDM yang menaungi acara KrempyengQ tersebut. Selain itu dia juga menambahkan bahwa acara yang biasanya diadakan di pelataran mushola FIS setiap Senin sore ini memiliki tujuan untuk sarana siar Islam di lingkungan FIS pada khususnya, dan mahasiswa umum lainnya yang bukan dari FIS.
   Sosialisasi acara KrempyengQ sendiri dilakukan melalui pamflet-pamflet dan juga dari mulut ke mulut maupun via SMS. “Akan tetapi lebih efektif jika sosialisasinya dilakukan melalui pendekatan inter personal dengan cara banyak bergaul dengan mahasiswa umum, tidak membedakan dan membatasi pergaulan sebagai seorang rohis karena semua muslim itu semuanya adalah saudara”, ungkap mahasiswa jurusan HKn itu. Dengan begitu, banyak mahasiswa yang akan datang ke acara KrempyengQ tersebut. ”KrempyengQ adalah salah satu bentuk siar Islam di FIS yang mencoba membenarkan orang Islam”, tambah Imam.
   Hal itu dibenarkan oleh Septiyani seorang mahasiswa FIS angkatan ‘09 ketika dimintai pendapatnya, dia mengatakan bahwa ia sering menghadiri acara KrempyengQ karena ingin lebih memperdalam agamanya. Dia juga berharap agar acara KrempyengQ bisa terus berlanjut.(novi)

Selayang Pandang LK di FIS

Fungsi LK ( lembaga kemahasiswaan) di lingkungan fakultas ilmu soial (FIS) dirasa kurang begitu mengena Hal ini terlihat dari kurang mengenal dan akrabnya mahasiswa umum terhadap para aktivis LK baik di tingkat jurusan ataupun fakultas. 
Tanggapan mahasiswa pun terhadap LK sangat beragam, Ika mahasiswa HKn semester 4  menyatakan, “ Jangankan program kerja, fungsionarisnya saja saya belum begitu tahu”. Selain itu mahasiswa pada umumnya lebih suka berputat memikirkan masalah akademis dari pada urusan organisasi maupun kegigatan non akademis lainya.
Melihat fenomena tersebut, forjunis melalui buletin bulanan Warta (Warung Berita) FIS  ingin lebih mengenalkan LK dan fungsi LK pada umumnya.  Hal ini bertujuan agar kedepannya fungsi LK dapat dirasakan oleh mahasiswa secara menyeluruh, bukan hanya untuk kalangan tertentu saja. Disini kami mencoba  mengenalkan LK dari tingkat fakultas sampai ke tingkat jurusan.

DPM FIS
Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Unnes adalah lembaga legislatif mahasiswa yang mengacu pada bagaimana cara membuat kebijakan yang berkaitan dengan Lembaga Kemahasiswaan (LK) di FIS. Salah satu fungsi DPM FIS yaitu fungsi pengawasan (controlling), yang artinya DPM FIS berfungsi untuk mengontrol setiap LK di FIS. Aisyah ketua DPM FIS tahun 2011 mengungkapkan bahwa sebenarnya DPM tidak perlu mengontrol sampai ke bawah, “ DPM FIS mengontrol setiap LK di FIS, karena di Himpunan Mahasiswa (HIMA) belum ada BPH (Badan pengawas Hima),” ujarnya. Lebih lanjut Aisyah mengatakan DPM FIS periode tahun 2011 ini mempunyai langkah ke depan untuk melakukan rekonstruksi fungsi legislatif DPM FIS. Selanjutnya dalam DPM FIS terdapat badan-badan yang saling bekerjasama dalam menyatukan persepsi para anggotanya. Badan-badan tersebut adalah badan legislatif, badan anggaran, badan advokasi, serta badan kerjasama dan pengembangan organisasi.

Membangun Kembali Idealisme mahasiswa FIS yang pluraris melalui BEM FIS.
Itulah yang menjadi visi dari Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial (BEM FIS) periode 2010-2011 seperti yang telah dikemukakan oleh Ketua BEM FIS sendiri yakni Riki Kurniawan saat ditemui oleh oleh tim forjunis di pelataran C1 kemarin(27/4). Dia juga mengatakan, “ Untuk mendukung visi tersebut, BEM FIS juga memiliki beberapa misi diantara yaitu penanaman konsep sadar diri, sadar posisi, sadar fungsi, membentuk forum diskusi untuk menganalisis wacana yang sedang berkembang, melakukan rekonstruksi konstitusi yang menjadi dasar bergeraknya suatu BSO(Badan semi Otonom), misi selanjutnya adalah agar BEM FIS dapat bermanfaat bagi mahasiswa FIS pada khususnya  dan masyarakat pada umumnya”.

Mading jadi media sosialisasi BEM FIS.
Berbagai acara kegiatan yang telah dilaksanakan BEM FIS beserta foto-foto banyak yang terpajang di mading BEM FIS yang terletak di sebelah selatan mushola FIS. Selain melalui sosialisasi lewat mading , upaya BEM FIS agar dapat ‘merakyat’ dengan mahasiswa umum juga diadakan melalui melalui kegiatan yang melibatkan mahasiswa umum maupun sesama LK dan juga termasuk dengan BSO. Juga melalui pendekatan informal dengan ngobrol atau sharing dengan mahasiswa lain.

HIMA Sejarah
Membentuk organisasi yang demokratis, transparan, aspiratif, dan dinamis dalam lingkup mahasiswa sejarah itulah yg menjadi visi dari hima sejarah ungkap wakil ketua hima sejarah, Irfan Udin dan diantara beberapa  misinya adalah mengoptimalkan peran Hima dalam menumbuhkembangkan organisasi mahasiswa, menciptakan kreativitas melalui kegiatan baik akademik maupun non akademik, menumbuhkembangkan kesadaran sosial dalam bermasyarakat, menjalankan progja-progja hima dalam universitas yang dalam hal ini adalah fakultas, untuk menciptakan kegiatan belajar yang kondusif  tambahnya.

HIMA Geografi
Agil wakil ketua HIMA Geografi mengatakan bahwa Pada intinya HIMA Geografi sebagai stimulus bagi mahasiswa-mahasiswa dan sebagai wadah atau tempat mahasiswa Geografi mengekspresikan kemampuannya, melalui berbagai program kerja yang ada di dalam HIMA Geografi. HIMA sudah melakukan pendekatan-pendekatan kepada mahasiswa umum agar mereka tidak memandang buruk citra HIMA. Pendekatan itu dilakukan dengan mengadakan kegiatan-kegiatan kemahasiswaan, seperti PORSEGI. “Persepsi setiap individu berbeda, jadi tergantung bagaimana mereka menanggapinya,” tambahnya.

HIMA PKn
“Himpunan Mahsiswa (HIMA)PPKn merupakan lembaga eksekutif di tingkat jurusan PPKn dan bersifat otonom di bawah Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas ilmu Sosial(BEM FIS) Visi dan Misi Hima PPKn yaitu Harmoni Dalam Kebersamaan”, tutur ketua Hima PPKn, Arif Kristiyono. Agenda terdekat hima PPKn yaitu PORSATIM (Pekan Olahraga antar Tim), Basar amal dan baksos dan terakhir nich LCT (Lomba Cerdas Tangkas) se-Jateng yang akan diadakan pada bulan-bulan ini”,tambah Kristiyono.

HIMA Sosiologi Antropologi
Membangun kualitas mahasiswa dengan semangat kebersamaan dan solidaritas itulah yang menjadi VISI dari Sosant serta mempunyai beberapa MISI diantaranya yaitu menyusun dan melaksanakan program kerja dengan memepertimbangkan pada ciri khas atau karakteristik jurusan sosiologi- antropologi, melaksanakan segala bentuk kegiatan berdasarkan pada prinsip kekeluargaan, membangun pola hidup positif dan solidaritas yang bersahaja, menanggung aspirasi membagi dan berupaya menindak lanjuti.

KIFS
KIFS (Kerohanian Islam Fakultas Ilmu Sosial) merupakan BSO di bawah BEM FIS dan sudah bersifat independent,Seperti LK-LK yang lain, KIFS ini juga punya VISI dan MISI  yaitu “menyiarkan agama islam”.
KIFS ini mempunyai 4 departemen, antara lain: PSDM (Pengembangan Sumber Daya Manusia), HUMET (Humas dan Media), DANUS (Dana dan Usaha), ANNISA (khusus untuk wanita).

 KSG-AC
Awalnya bernama KSG (Kelompok Studi Geografi) berdiri tgl 31 Des 1997, kemudian melebur dan menjadi KSG Social Adventure Club pada tgl 22 Nov 2005. KSG Dulu dibawah hima geografi sedangkan KSG SAC sudah berada ditingkat fakultas.
KSG Social Adventureb Club adalah sebuah organisasi pecinta alam di lingkungan fakultas ilmu sosial UNNES,tempat temen-temen menyalurkan hasrat mencintai alam VISI “Menjadi organisasi mahasiswa Pecinta Alam yang unggul.” Sedangkan Misinya yaitu: mengadakan kegiatan di alam bebas yang dapat meningkatkan ketahanan fisik,mental serta kemandirian, mewadahi keterampilan yang dimiliki anggota, menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat, menjalankan kode etik pecinta alam.    
Yang menjabat jadi ketua KSG pada periode 2011 adalah Anis Hanafia mahasiswa jurusan Geografi angkatan 2007 semester 8.Yang didampingi oleh Bapak muhsholeh, Spd,Mpd.(Dosen jurusan Geografi).
tim forjunis

3 HARI, 2 MALAM, 1 HATI UNTUK MERAPI…..

      Itulah semboyan kemah pramuka bakti Merapi pada hari Jum’at sampai Minggu(3-5/6/11) yang dilaksanakan di desa Kalibening, Dukun, Magelang kemarin. Acara yang diselenggarakan oleh Racana Wijaya Universitas Negeri Semarang itu di ikuti oleh sekitar 130 peserta dari gugus latih di setiap fakultas, salah satunya adalah Gugus Latih Ilmu Sosial. Guslat IS sendiri mengirimkan peserta sekitar 20 mahasiswa yang terdiri atas mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial semester 2, 4, 6.
       Acara tersebut memiliki tujuan untuk memberikan bakti anggota pramuka Unnes kepada masyarakat sekaligus sebagai wujud Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat.
Upacara pembukaan kemah pramuka bakti Merapi di Kalibening dihadiri oleh Rektor Universitas Negeri Semarang beserta jajarannya. Sedangkan pejabat dari Fakultas Ilmu Sosial yang menghadiri upacara adalah Bapak Sunarko selaku Pembantu Dekan III Fakultas Ilmu Sosial. Selain itu juga dihadiri oleh Ibu Puji Lestari selaku Pembina putri Gugus Latih Ilmu Sosial. Acara kemah pramuka bakti Merapi dibuka langsung oleh Rektor Universitas Negeri Semarang.  “Jangan dilihat siapa yang memerlukan bantuan, tetapi apa yang bisa saya bantu”, itulah salah satu pesan dari Rektor Unnes ketika menyampaikan amanat di pembukaan kemah bakti Merapi.
        Acara yang berlangsung selama tiga hari itu berjalan cukup lancar walaupun ada beberapa kendala seperti untuk lomba tingkat tidak jadi dilaksanakan karena terkendala peserta yang bersamaan dengan waktu ujian semester siswa, seperti yang dilaporkan Syaifur selaku ketua panitia kemah pramuka bakti Merapi ketika upacara penutupan. “Saya senang mengikuti acara kemah pramuka bakti Merapi ini, karena bisa membantu, menghibur masyarakat Kalibening pasca erupsi Merapi”, ungkap Agung, peserta kemah bakti dari FIS. Ia juga menambahkan saran untuk kemah bakti Merapi yaitu agar kegiatan seperti itu lebih diorganisir lagi untuk job-job bagi para peserta karena saya merasa kurang ada kerjasama dan komunikasi antara anggota Dewan Racana Wijaya (DRW) dan para anggota yang berasal dari tiap-tiap Gugus Latih.Novilla

Mengembalikan Image Mahasiswa

      oleh Heru Ferdiansyah
      Semakin banyaknya  isu kekerasan yang dilakukan beberapa mahasiswa akhir-akhir ini membuat status mahasiswa ternodai dan membuat  image  jelak di mata masyarakat. Padahal tidak semua mahasiswa melaku kan perbuatan yang demikian. Kita tidak bisa menilai dan menghakimi seseorang hanya dari satu momentum saja dan tidak bisa menghakimi sekelompok orang hanya karena ulah seseorang.  Masih banyak  sisi baik dan mulia dalam diri mahasiswa.
      Padahal apabila kita menilik kebelakang, sepanjang sejarahnya mahasiswa di berbagai bagian dunia telah mengambil peran penting dalam sejarah suatu negara, terutama di Indonesia para mahasiswa sangat berpengaruh dalam pembangunan di Indonesia Dimulai dari kebangkitan bangsa dipelopori oleh para mahasiswa yang menjadi inspirasi perlawanan kepada penjajah hingga mampu menggelorakan semangat pemuda dan bangsa untuk hidup merdeka. Dalam proses proklamasi kemerdekaan para mahasiswa kembali menjadi pelopor yang menyebabkan negeri ini Merdeka, serta aksi ribuan mahasiswa yang berhasil memaksa mundur pada masa pemerintahan Orde Baru.
       Banyak yang sudah dilakukan mahasiswa untuk ikut berperan serta dalam kehidupan bermasyarakat , buktinya mahasiswa memiliki kepedulian terhadap masyarakat, disetiap ada bencana, mahasiswa selalu mengundang aksi peduli, simpati dan empati. Dari bencana Wasior, Merapi, Meletus dan Tsunami mentawai dengan melakukan aksi penggalangan baik secara institusi maupun turun kejalan bahkan gerakan nasional untuk penggalangan dana dengan berdiri di jalan, di perempatan lampu merah. Bukan saja pikiran, waktu dan tenaga yang mereka korbankan, bahkan resiko nyawapun.
         Dalam berbangsa dan bernegara mahasiswa  juga ikut  partisipasi aktif dalam berpolitik  serta berbagai  aksi yang dilakukan mahasiswa, mereka bukanlah yang bermasalah dengan  kebijakan pemerintah. Namun hanya karena ada kebijakan yang dirasa merugikan rakyat. 
        Dalam mengembalikan image  mahasiswa yang sempat tercoreng, mahasiswa harus kembali bangun dan berjuang untuk tetap pada khittahnya dan tegar dengan fungsinya, yaitu sebagai agen of change, iron stock dan social control. Dalam merubah suatu bangsa tak akan berhasil jika kita tidak mau berubah dari diri sendiri, yang pertama yaitu merubah cara pandang mahasiswa, kita harus mampu merubah cara pandang kita terhadap sebuah masalah, Change  Our Thingking, Change Our Life. Yang kedua yaitu menambah penguasaan ilmu kita,  maksudnya  kita harus  selalu mengembangkan kemampuan otak kita dengan mempelajari berbagai ilmu Pengetahuan dan teknologi untuk dapat bersaing di era yang semakin global  ini.       
        Kemudian yang terakhir yaitu bertindak, ilmu hanya dapat menjadi kekuatan, jika kita dapat mengelolanya menjadi tindakan dan program yang nyata. Tindakan merupakan factor pamungkas untuk mengubah ilmu menjadi kenyataan dan sebagai pencatat sejarah bagaimana peran mahasiswa selama ini agar tidak ada lagi tuduhan “mahasiswa hanya bisa omong belaka.”

HITAM PUTIH VS GAYA

      Mengenakan seragam hitam putih setiap hari Senin merupakan ciri khas dari Fakultas Ilmu Sosial yang membedakan dengan fakultas lainnya di Universitas Negeri Semarang. Peraturan itu sudah ada sejak tahun lalu yang mewajibkan mahasiswa FIS untuk mengenakan pakaian hitam putih setiap hari Senin untuk menanamkan kedisiplinan dan menanam nilai kepada mahasiswa kependidikan pada khususnya. Seiring dengan perjalanan waktu, sekarang ini peraturan tersebut banyak yang tidak ditaati oleh mahasiswa FIS. Masih ada beberapa mahasiswa yang tidak mengenakan pakaian hitam putih. Keadaan tersebut bisa kita lihat pada hari Senin terutama di gedung C1.
     Sekarang setiap hari Senin sudah tidak banyak ditemui warna hitam putih di lingkungan FIS, sudah tidak sebanyak seperti tahun lalu apalagi ditambah dengan adanya permasalahan kebijakan Rektor mengenai seragam untuk mahasiswa angkatan 2010 yang mengharuskan mahasiswa untuk mengenakan seragam pramuka, hitam putih, dan baju batik pada perkuliahan. Setelah bergulirnya penolakan dari mahasiswa mengenai peraturan seragam tersebut terutama pada mahasiswa angkatan 2010 juga berimbas pada kebijakan seragam hitam putih di FIS.
     “Banyak teman saya mahasiswa FIS angkatan tahun 2010 yang tidak mengenakan pakaian hitam putih setiap hari Senin”, ungkap Khusnul salah satu mahasiswa FIS angkatan ’10 pada Selasa (24/5). “Saya tidak mengenakan pakaian hitam putih karena ia merasa sudah besar statusnya saja mahasiswa masak masih disuruh-suruh memakai seragam, padahal dari SD sampai SMA sudah memakai seragam sekolah maka kuliah seharusnya tidak perlu adanya peraturan mengenai seragam kuliah”, imbuhnya.
     Septi pun sependapat dengan Qusnul, ia sekarang tidak mengenakan seragam hitam putih karena teman-temannya juga banyak yang tidak memakai. Tetapi pada saat dulu awal peraturan itu diadakan ia masih mengenakan seragam hitam putih, ungkap mahasiswa geografi tersebut. Melihat keadaan tersebut sangat dikhawatirkan jika suatu saat nanti akan memberi dampak yang jelek dan seandainya diikuti oleh mahasiswa lain maka semakin lama peraturan berseragan hitam putih tersebut juga akan diabaikan oleh mahasiswa FIS.
Lambat laun mahasiswa FIS yang juga tidak mengenakan pakaian hitam putih akan semakin banyak dan hal tersebut dipicu pula jika tidak diimbangi dengan penegakan peraturan mengenai seragam di kalangan dosen-dosen maupun jurusan. Novilla

BMW Membentuk Pribadi yang Solid

    Bina Manajemen Wijaya (BMW) merupakan salah satu cara membentuk sikap atau pribadi yang solid. “Acara ini bertujuan membentuk sikap dan pribadi yang solid bagi mahasiswa khususya mahasiswa anggota Guslat FIS,” ungkap Afroni, penanggungjawab kegiatan, Senin (23/5).
    Kegiatan BMW ini salah satu kegiatan yang diadakan oleh Guslat Ilmu Sosial, di gedung C1 lt. 1 diikuti oleh 40 peserta yang terdiri dari anggota racana dan LK se-FIS ini berlangsung (21-22/5). BMW merupakan tindak lanjut dari up-grading Guslat Ilmu Sosial.   
Afroni, juga menjelaskan bahwa dalam kegiatan BMW disampaikan beberapa materi, diantaranya Pendidikan Karakter yang diisi oleh alumni Guslat Ilmu Sosial, Public Speacking diisi oleh Eko Handoyo selaku Pembantu dekan bidang akademik Fakultas Ilmu Sosial, materi tentang administrasi diisi oleh Yusuf selaku anggota racana dan dari fakultas diisi oleh Mariam. Materi selanjutnya yaitu kepemimpinan diisi oleh mantan purna ketua racana, Amidi yang juga selaku staf kemahasiswaan PR III dan dilanjutkan pematerian manajemen yang diisi oleh Wiyanto. Kemudian materi Kewirausahaan diisi oleh Dosen FE, dan yang terakhir diisi materi Konservasi oleh Kelompok Studi Geografi (KSG).
Selain pematerian, kegiatan ini juga diisi dengan permainan-permainan dan lomba. “Malam harinya ada sarasehan dan lomba Sebinwil Semarang. Kemudian keesokan harinya dilaksanakan senam pagi dan permainan,” tambahnya.
Afroni menambahkan anggota Guslat Ilmu Sosial diharapkan mampu menerapkan materi yang telah didapat dalam kegiatan BMW kali ini dalam kehidupan kampus dan masyarakat serta kesolidan anggota harus tetap terjaga. Erwin

Jalin Kebersamaan dengan Porsatim

    Menjalin keakraban dengan mempererat tali silaturahmi antar mahasiswa Hkn menjadi tujuan utama diadakanya Pekan Olahraga Antar Tim (Porsatim). “Meidi menegaskan bahwa dalam kegiatan ini janganlah menganggap sebagai pertandingan semata, tapi anggaplah ini sebagai “forum” untuk mempererat tali silaturahmi antar mahasiswa HKn,” ungkap Meidi Saputra selaku ketua panitia Porsatim yang diselenggarakan di lapangan FE, (18-30/5).
    Selain itu, dengan Porsatim juga dapat diketahui seberapa besar bakat dan minat mahasiswa Hkn di bidang olah raga. Kegiatan yang merupakan program kerja dari departemen Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) jurusan Hkn ini diikuti oleh mahasiswa HKn semester 2, 4, 6, dan 8 yang masing-masing terdiri dari dua tim, satu tim putra dan satu tim putri. ”Pada tahun ini kami hanya mengambil kegiatan yang animo pesertanya tinggi yaitu futsal dan voli, karena pada tahun yang lalu animo pesertanya kurang,” terang Meidi, Senin (23/5).
    Pembukaan Porsatim yang direncanakan diselenggarakan pada Rabu (18/5) lalu terpaksa diundur. Hal ini dikarenakan oleh cuaca yang kurang mendukung jalannya acara pembukaan Porsatim. Namun meskipun demikian, jadwal pertandingan olah raga antar semester itu tetap berjalan dengan lancar. “ Pertandingan tetap berjalan sesuai jadwal, karena kalau diubah akan terbentur oleh jadwal kuliah peserta pertandingan,” tambahnya lagi.
     Sementara itu Nana, salah satu peserta pertandingan voli mangatakan kegiatan ini tidak berjalan dengan lancar karena cuaca yang kurang mendukung. “Tempat untuk melakukan pertandingan pun kurang nyaman,” tambahnya. Erwin

Tangguh, Visi KSG SAC

    Menjadi organisasi mahasiswa pecinta alam yang tangguh merupakan visi dari Kelompok Studi Geografi Social Adventure Club (KSG SAC). Untuk  mendukung visi tersebut, KSG SAC mempunyai misi antara lain, mengadakan kegiatan di alam bebas yang dapat meningkatkan ketahanan fisik, mental, serta kemandirian, mewadahi keterampilan yang dimiliki anggota, menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat, serta menjalankan kode etik pecinta alam. Demikian yang diutarakan Ketua KSG periode 2011, Anis Hanafia ketika ditemui di gedung PKM FIS, Rabu (27/4).

    KSG SAC merupakan wadah bagi mahasiswa pecinta alam di FIS Unnes ini berdiri sejak tanggal 31 Desember 1997. Dulu bernama KSG dan kemudian melebur dan menjadi KSG SAC pada tanggal 22 November 2005. “Berubah nama dari KSG menjadi KSG SAC dimaksudkan agar terkesan menyeluruh, jika hanya KSG saja terkesan anggotanya hanya mahasiswa Geografi padahal anggotanya juga ada dari jurusan lain, maka dari itu diganti menjadi KSG SAC,” tambah Anis.
    Anis, Mahasiswa jurusan Geografi angkatan 2007 itu juga menjelaskan bahwa di dalam KSG SAC terdapat 5 divisi, yaitu pertama, Mountenering yang bertugas mengkoordinasi anggota yang suka naik gunung. Kedua, Logistik yang menangani alat dan perlengkapan. Ketiga,Search and Rescue (SAR) yang terbagi atas beberapa bidang yaitu Water rescue, Vertical rescue, Jungle sar. Keempat adalah orientering dan yang kelima konservasi lingkungan dan pengabdian masyarakat.
    Lembaga kemahasiswaan ini mendapat respon yang cukup baik oleh dosen-dosen karena dirasa mempunyai manfaat yang positif. “Bagi mahasiswa yang ingin bergabung menjadi anggota KSG maka harus melalui beberapa tahapan, yaitu Pra Pendidikan Dasar dan Pengenalan (Pradik), Pendidikan Dasar (Diksar) kemudian Pelantikan,” tambah Anis sebelum mengahiri percakapan. Sulis

WTS : WARUNG TEATER SOSIAL



Warung teater sosial atau yang sering disebut WTS adalah sebuah wadah yang menampung bakat seni teatrikal dilingkungan Fakultas Ilmu Sosial. Dengan diketuai oleh Banu Adi Seputra (pend.geo’05) dan sebelas anggota lainya, WTS berkeinginan memberi warna seni teatrikal yang selama ini dirasa masih mati suri dilingkungan Fakultas Ilmu Sosial.
Awal mula berdirinya WTS berasal diprakarsai oleh Jurusan Geografi tahun 2006 oleh Mizanudin dan Banu untuk memperingati hari bumi tahun 2006. Sebelum tahun 2011 WTS sempat fakum dua tahun yakni tahun 2009-2011 dikarenakan tidak ada regenerasi. Masa kejayaan WTS dimulai dari kurun pertama beerdiri sampai tahun 2008 yang menjadikan WTS terkenal dilingkungan UNNES.
“kendati dengan jumlah personil yang masih sedikit dan masih banyak warga FIS yang belum mengenal kita, akantetapi kita tetap optimis untuk menjunjung dan menperkenalkan WTS di lingkungan warga FIS” ujar Banu dipelataran PKM FIS(15/06/11). Sampai saat ini WTS masih belum banyak menampilkan kemampuanya didepan warga FIS. Biasanya atraksi ini dipertontonkan disaat momen-momen besar FIS seperti GDK ,hari bumi dan berbagai momen lainya.
Satu bulan teakhir ini WTS sudah tampil sekali. Yakni saat WTS diminta memperiahkan acara nonton bareng yang diselenggarakan oleh dep.D BEM FIS. ”walau waktu latihan sangat mepet akan tetapi ternyata WTS mampu menampilkan atraksi yang dapat menyihir mata penonton yang datang dalam acara nonton bareng tersebut” ujar Riki selaku ketua BEM FIS(15/06/11). WTS akan tapil kembali disaat pembukaan gebyar FIS smart pada hari jum’at tanggal 24 Juni 2011
Walaupun WTS belum begitu banyak dikenal mahasiswa FIS ,namum mereka optimis mampu memberi warna dan pelangi yang indah dilingkungan Fakultas Ilmu Sosial. Salam WTS (preeketeek joooossssss)
slamet

ANGKET UNTUK TRANSPARANSI SPL

BEM FIS pelopor pembuatan angket untuk menuntut adanya keterbukaan public mengenai alokasi dana SPL  tahun 2008 hingga dana SPL tahun 2010 yang mencapai  Rp 13 juta
Pada Rabu (18/5), BEM FIS menyebarkan angket kepada para mahasiswa untuk mengetahui pendapat mahasiswa mengenai apakah mereka ingin mengetahui dana SPL dipergunakan untuk apa saja. Penyebaran angket merupakan tindak lanjut dari usaha BEM FIS dan LK lainnya untuk meminta rektor agar memberikan transparansi dana SPL setelah adanya audiensi dengan PR II yang belum membuahkan hasil seperti yang diharapkan oleh mahasiswa.
Dari hasil audiensi dengan PR II di auditorium, Alvian selaku ketua advokasi BEM FIS menceritakan bahwa pada saat itu diperoleh pernyataan bahwa transparansi dana SPL merupakan data intelegen sehingga mahasiswa tidak bisa mengetahuinya dan pada saat audiensi tersebut PR II tidak bisa memberikan transparansi dana SPL.
Usaha yang telah dilakukan oleh BEM FIS terutama departemen C (bidang advokasi) sebagai upaya untuk memperoleh keterangan dana SPL diantaranya yaitu telah berkoordinasi dengan advokasi dari HIMA-HIMA, koordinasi antar BEM fakultas dan juga dengan BEM KM Unnes yang telah menyepakati bersama-sama untuk memohon transparansi dana SPL, sekarang ini melalui penyebaran angket kepada mahasiswa yang kemudian juga direspon positif oleh mahasiswa dan juga BEM fakultas lainnya yang kemudian juga ikut menyebarkan angket untuk transparansi dana SPL.
Selain itu, usaha yang sekarang juga dilakukan adalah mengkaji mengenai transparansi dana SPL jika dikaitkan dengan UU tentang Keterbukaan Informasi Publik. Apakah masalah transparansi dana SPL di Universitas Negeri Semarang telah memenuhi ketentuan-ketentuan di dalam Undang-Undang mengenai keterbukaan informasi public seperti yang telah diungkapkan oleh Ketua BEM FIS, Riki Kurniawan saat ditemui tim forjunis di pelataran C4 Senin (23/5) kemarin.
SPL turun, SPP naik
Dana SPL untuk angkatan tahun ini (2011) akan turun menjadi sekitar Rp 5-6 jutaan tetapi dana SPP naik menjadi sekitar Rp 1,5 juta/semester. Menanggapi hal tersebut, ketua bidang advokasi BEM FIS, Alvian mengungkapkan bahwa hal itu berpotensi untuk mengakibatkan biaya kuliah yang lebih mahal karena setelah dikalkulasi ternyata jumlahnya lebih dari Rp 13 juta yang lebih mahal dibandingkan dari angkatan-angkatan sebelumnya.

Beredarnya pamflet-pamflet tentang SPL di FIS
Pada minggu ketiga bulan Mei yang lalu di lingkungan Fakultas Ilmu Sosial banyak sekali beredar pamflet-pamflet yang meminta kejelasan transparansi dana SPL bahkan juga ada pamflet yang berisi sindiran yang ditujukan kepada Lembaga Kemahasiswaan FIS tentang usaha dan kinerja para LK untuk meminta transparansi dana SPL. “Iya ada pamflet-pamflet tersebut di mading yang berada di C1 bahkan di ruang dosen Hkn pun ada pamflet yang bewarna pink tergelatak di meja dosen” ungkap seorang mahasiswa PKn semester 4.
Menanggapi beredarnya pamflet-pamflet tersebut, Alvian selaku ketua bidang advokasi BEM FIS mengatakan bahwa dengan beredarnya pamflet tersebut dapat dijadikan bahan evaluasi bagi LK-LK di FIS pada khususnya. LK yang seharusnya mengayomi, memfasilitasi segala aspirasi mahasiswa tidak dirasakan oleh mahasiswa sehingga ada oknum yang menyebarkan pamflet-pamflet tersebut. “Saya pribadi senang dengan adanya pamflet tersebut bisa buat masukan bagi LK, kami berterima kasih sehingga bisa berkoreksi diri”, ungkap Alvian.
Saat dikonfirmasi tentang beredarnya pamflet tentang SPL, Riki Kurniawan juga tidak mengetahui siapa yang yang mengedarkan pamflet-pamflet itu, tetapi yang jelas pada intinya mahasiswa juga membutuhkan informasi mengenai dana SPL sehingga diharapkan melalui penyebaran angket yang dilakukan BEM FIS dapat menampung aspirasi mahasiswa dan juga sebagai bahan untuk tindak lanjut memohon adanya transparansi dana SPL.