GUGUSLATIH Ilmu Sosial akan menyelenggarakan kegiatan Orientasi Kepramukaan Perguruan Tinggi (OKPT) 2011 yang bertemakan “Cendekiawan Berkarakter Itulah Pramuka”, Minggu-Senin (21-22/8).
Gerakan pramuka sebagai wadah atau organisasi bertujuan untuk membentuk manusia Indonesia yang berkepribadian dan berwatak luhur serta sehat jasmani dan rohani sehingga menjadi warga Negara Indonesia yang berjiwa Pancasila yang mampu dan sanggup menyelenggarakan pembangunan masyarakat, bangsa dan Negara.
Tresno adi selaku ketua panitia mengungkapkan bahwa tujuan dari kegiatan ini yaitu Memberikan pengetahuan dan informasi tentang Pramuka di perguruan tinggi Universitas Negeri Semarang pada umumnya dan Fakultas Ilmu Sosial pada khususnya dan mengembangkan potensi, bakat dan minat kepramukaan peserta OKPT Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang serta dapat Mengembangkan kepramukaan di tingkat Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang.
“Dengan adanya kegiatan ini diharapkan dapat memantapkan kader pramuka kreatif sebagai potensi bangsa serta dapat merintis sikap hidup yang ramah lingkungan,bersahaja dan berkarakter”tambah Tresno.Tina
gerakan mahasiswa bukan dalam hal aksi melainkan gerakan dalam bentuk pers. menampilkan sajian berita hangat seputar kampus FIS UNNES. serta kritik sosial yang membangun. selain itu ada berita seputar pendidikan,opini mahasiswa, serba serbi dan berbagai berita lainya
Selasa, 23 Agustus 2011
Humor Politik
Dosen yang Juga Menjadi Pejabat
Di kantin sebuah universitas, Udin dan Tono dua orang mahasiswa sedang berbincang-bincang :
Tono : "Saya heran dosen itu, kalau ngajar selalu duduk, tidak pernah mau berdiri."
Udin : "Ah, gitu aja diperhatiin sih Ton."
Tono : "Ya, Udin tahu ngak sebabnya."
Udin : "Barangkali aja, cape, atau kakinya gak kuat berdiri."
Tono : "Bukan itu sebabnya Din, sebab dia juga seorang pejabat."
Udin : "Loh, apa hubungannya?!!"
Tono : "Ya kalau dia berdiri, takut kursinya diduduki orang lain."
Udin : "???"
Arti Demokrasi
Cecep bertanya kepada Bapaknya arti dari Demokrasi. Bapaknya kemudian menjelaskan bahwa demokrasi itu bisa diibaratkan dalam Rumah Tangga. Bapak bertindak sebagai kaum Kapitalis yang mencari nafkah, Ibu sebagai Pemerintah yang mengelola hasil, Cecep sebagai rakyat, adiknya sebagai masa depan yang perlu diperhatikkan dan pembantu sebagai pekerja.
Suatu ketika Cecep pulang ke rumah dan mendapati adiknya sedang buang air besar di lantai. Dilihatnya Ibunya sedang tidur lelap. Cecep kemudian ke kamar pembantunya untuk minta tolong. Tetapi ternyata ia mendapati Bapaknya sedang tidur bersama pembantunya itu.
Cecep lalu mengatakan kepada Sang Bapak:
“Pak! sekarang saya sudah tau arti Demokrasi, yaitu kaum Kapitalis “menekan” para pekerja, pemerintah tertidur lelap, rakyat tidak berani membangunkan, hanya bisa melihat masa depan yang penuh dengan kekotoran…”
Sumber: http://ketawa.com/humor-lucu-cat-5-humor_politik
Di kantin sebuah universitas, Udin dan Tono dua orang mahasiswa sedang berbincang-bincang :
Tono : "Saya heran dosen itu, kalau ngajar selalu duduk, tidak pernah mau berdiri."
Udin : "Ah, gitu aja diperhatiin sih Ton."
Tono : "Ya, Udin tahu ngak sebabnya."
Udin : "Barangkali aja, cape, atau kakinya gak kuat berdiri."
Tono : "Bukan itu sebabnya Din, sebab dia juga seorang pejabat."
Udin : "Loh, apa hubungannya?!!"
Tono : "Ya kalau dia berdiri, takut kursinya diduduki orang lain."
Udin : "???"
Arti Demokrasi
Cecep bertanya kepada Bapaknya arti dari Demokrasi. Bapaknya kemudian menjelaskan bahwa demokrasi itu bisa diibaratkan dalam Rumah Tangga. Bapak bertindak sebagai kaum Kapitalis yang mencari nafkah, Ibu sebagai Pemerintah yang mengelola hasil, Cecep sebagai rakyat, adiknya sebagai masa depan yang perlu diperhatikkan dan pembantu sebagai pekerja.
Suatu ketika Cecep pulang ke rumah dan mendapati adiknya sedang buang air besar di lantai. Dilihatnya Ibunya sedang tidur lelap. Cecep kemudian ke kamar pembantunya untuk minta tolong. Tetapi ternyata ia mendapati Bapaknya sedang tidur bersama pembantunya itu.
Cecep lalu mengatakan kepada Sang Bapak:
“Pak! sekarang saya sudah tau arti Demokrasi, yaitu kaum Kapitalis “menekan” para pekerja, pemerintah tertidur lelap, rakyat tidak berani membangunkan, hanya bisa melihat masa depan yang penuh dengan kekotoran…”
Sumber: http://ketawa.com/humor-lucu-cat-5-humor_politik
Kampus Merah
Kampus merah merupakan sebuah acara bakti sosial yang diselenggarakan oleh BEM FIS pada hari Sabtu (20/8). Eka Sakti, selaku salah satu panitia menjelaskan bahwa tujuan dari acara kampus merah yaitu untuk mempererat kekeluargaan, memberikan sosialisasi kesehatan kepada masyarakat, menciptakan mahasiswa yang peka lingkungan.
Peserta acara kampus merah kali ini berasal dari seluruh mahasiswa baru FIS 2011. Fitriani, mahasiswa pendidikan geografi mengungkapkan bahwa ia merasa tertarik untuk mengikuti acara kampus merah kali ini walaupun ia merasa letih setelah seharian mengikuti acara PPA. “Acaranya menyenangkan, apalagi ada pesta kembang apinya”, tambahnya.
Acara kampus merah ini sudah berlangsung selama dua tahun terakhir ini. Bentuk kegiatannya berbagai macam seperti bersih lingkungan, bakti sosial, sosialisasi kesehatan, memberikan abate kepada masyarakat. Lokasi dari acara kampus merah tersebar di sekitar lingkungan Unnes, seperti Banaran, gang Setanjung, gang Waru, gang Cempaka, gang Winong, dan depan gerbang Unnes. Peserta yang terdiri dari mahasiswa baru akan di bagi ke dalam beberapa lokasi tersebut.
Acara dilanjutkan dengan buka bersama dan pesta kembang api di lapangan samping PKM FIS. Novilla
Peserta acara kampus merah kali ini berasal dari seluruh mahasiswa baru FIS 2011. Fitriani, mahasiswa pendidikan geografi mengungkapkan bahwa ia merasa tertarik untuk mengikuti acara kampus merah kali ini walaupun ia merasa letih setelah seharian mengikuti acara PPA. “Acaranya menyenangkan, apalagi ada pesta kembang apinya”, tambahnya.
Acara kampus merah ini sudah berlangsung selama dua tahun terakhir ini. Bentuk kegiatannya berbagai macam seperti bersih lingkungan, bakti sosial, sosialisasi kesehatan, memberikan abate kepada masyarakat. Lokasi dari acara kampus merah tersebar di sekitar lingkungan Unnes, seperti Banaran, gang Setanjung, gang Waru, gang Cempaka, gang Winong, dan depan gerbang Unnes. Peserta yang terdiri dari mahasiswa baru akan di bagi ke dalam beberapa lokasi tersebut.
Acara dilanjutkan dengan buka bersama dan pesta kembang api di lapangan samping PKM FIS. Novilla
Skripsi Online
Sistem skripsi online bagi para mahasiswa tingkat akhir mulai diterapkan pada pada bulan Agustus 2011 dengan menunggu launching dari rektor. Namun semua jurusan sudah mempersiapkan skripsi online secara serentak.
Eko Handoyo, selaku Pembantu Dekan bidang akademik menerangkan bahwa skripsi online merupakan skripsi yang berbasis online. Sistem ini muncul karena skripsi secara manual dirasa kurang baik.
Dalam sistem online akan dicatat seberapa besar aktifitas mahasiswa, mulai dari bimbingan sampai ujian akhir. Walaupun bimbingan skripsi dilakukan secara online, tetapi mahasiswa juga melakukan kontak langsung dengan dosen pembimbingnya. Sebagai bukti telah melakukan bimbingan online, mahasiswa harus menghubungi jurusan untuk mencetak surat tanda bukti bimbingan.
“Untuk bisa mengikuti ujian akhir, minimal 8 kali bimbingan. Dalam sistem online mahasiswa bisa membuka melalui internet. Panduan-panduan skripsi juga sudah secara jelas tertera,” tutur Eko Handoyo.
Salah satu mahasiswa tingkat akhir memberikan tanggapan yang sangat baik, dengan sistem skripsi online akan memberikan kemudahan bagi mereka untuk memperlancar penyelesaian skripsi.
“Sistem ini harus dilaksanakan sebaik-baiknya, harus intensif dan juga harus sering bertanya-tanya dengan dosen pembimbing,” terang Eko Handoyo. Salis, itoh
Eko Handoyo, selaku Pembantu Dekan bidang akademik menerangkan bahwa skripsi online merupakan skripsi yang berbasis online. Sistem ini muncul karena skripsi secara manual dirasa kurang baik.
Dalam sistem online akan dicatat seberapa besar aktifitas mahasiswa, mulai dari bimbingan sampai ujian akhir. Walaupun bimbingan skripsi dilakukan secara online, tetapi mahasiswa juga melakukan kontak langsung dengan dosen pembimbingnya. Sebagai bukti telah melakukan bimbingan online, mahasiswa harus menghubungi jurusan untuk mencetak surat tanda bukti bimbingan.
“Untuk bisa mengikuti ujian akhir, minimal 8 kali bimbingan. Dalam sistem online mahasiswa bisa membuka melalui internet. Panduan-panduan skripsi juga sudah secara jelas tertera,” tutur Eko Handoyo.
Salah satu mahasiswa tingkat akhir memberikan tanggapan yang sangat baik, dengan sistem skripsi online akan memberikan kemudahan bagi mereka untuk memperlancar penyelesaian skripsi.
“Sistem ini harus dilaksanakan sebaik-baiknya, harus intensif dan juga harus sering bertanya-tanya dengan dosen pembimbing,” terang Eko Handoyo. Salis, itoh
Training of trainer
Kegiatan Training Of Trainer (TOT) diselenggarakan oleh BEM FIS pada tanggal 23-24 Juli 2011 yang bertempat di gedung C1 106. Eka Setyawati selaku ketua panitia mengungkapkan bahwa tujuan diadakannya TOT yaitu untuk pengembangan diri, memotivasi diri dan orang lain, membantu orang lain untuk menyelesaikan masalah, menjadi pemimpin yang baik, dilatih menjadi pelatih yang baik.
Kegiatan Training Of Trainer kali ini bertemakan “Membangun kualitas pribadi seorang pemimpin untuk lingkungan sosial”, yang diikuti oleh 34 peserta yang terdiri dari perwakilan dari lembaga kemahasiswaan di FIS, anggota BEM FIS dan forjunis.
Kegiatan TOT berlangsung selama dua hari untuk kelas pemberian materi dan kegiatan outbond untuk penerapan dari teori atau materi yang telah disampaikan.
Winda, mahasiswa jurusan geografi memberi tanggapan tentang berlangsungnya kegiatan TOT bahwa adanya pelatihan TOT itu penting dan menarik, jiwa kepemimpinan benar-benar dimatangkan, penyampaian materinya juga komunikatif, santai dan tidak monoton. “Apalagi TOT ini tidak sebatas pemberian materi, tetapi juga ada pengaplikasiannya melalui kegiatan outbond sehingga benar-benar terasa ‘pelatihannya’.” Novilla
Kegiatan Training Of Trainer kali ini bertemakan “Membangun kualitas pribadi seorang pemimpin untuk lingkungan sosial”, yang diikuti oleh 34 peserta yang terdiri dari perwakilan dari lembaga kemahasiswaan di FIS, anggota BEM FIS dan forjunis.
Kegiatan TOT berlangsung selama dua hari untuk kelas pemberian materi dan kegiatan outbond untuk penerapan dari teori atau materi yang telah disampaikan.
Winda, mahasiswa jurusan geografi memberi tanggapan tentang berlangsungnya kegiatan TOT bahwa adanya pelatihan TOT itu penting dan menarik, jiwa kepemimpinan benar-benar dimatangkan, penyampaian materinya juga komunikatif, santai dan tidak monoton. “Apalagi TOT ini tidak sebatas pemberian materi, tetapi juga ada pengaplikasiannya melalui kegiatan outbond sehingga benar-benar terasa ‘pelatihannya’.” Novilla
“Prestasi” Indonesia
Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 telah mengamanatkan bahwa salah satu inti tujuan kemerdekaan adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Ini berarti bahwa setiap warga negara berhak untuk hidup cerdas. Karenanya, pemerintah berkewajiban untuk membebaskan warga negaranya dari kebodohan dan keterbelakangan, sekaligus juga berkewajiban menjamin dan menyediakan sarana dan prasarana untuk mencerdaskan anak-anak bangsa.
Hasil tes Trends in International Mathematics and Science Study (TIMSS) 2003, misalnya, memperlihatkan bahwa Indonesia jauh tertinggal oleh negara tetangga. Indonesia hanya menempati urutan ke-34 (matematika) dan ke-36 (sains) dari 45 negara yang disurvei. ‘Prestasi’ itu jauh di bawah Singapura yang menduduki peringkat pertama untuk kedua bidang ilmu ini, atau Malaysia yang berada di peringkat 10 (matematika) dan 20 (sains).
Lebih jauh lagi, akar dari tidak favoritnya profesi guru adalah karena gaji dan tingkat kesejahteraan guru yang rendah. Banyak guru-guru di negeri ini, terutama swasta, yang harus hidup amat sederhana. Hanya mereka yang pandai ngobyek saja yang mampu sejajar dengan orang-orang berprofesi lain. Nasib guru kita sangat berbeda dengan guru di negara lain. Di Jepang, hampir semua guru bisa memiliki mobil dengan gajinya. Seorang guru muda SD atau SMP saja dengan masa dinas baru 2 tahun, bisa mendapatkan gaji 156,500 yen (Rp 11,783,667) per bulan. Itu belum termasuk penghasilan lain seperti extra salary, bonus 2 kali setahun dan bonus tambahan lain yang tidak berlaku secara nasional. Apalagi jika dia seorang guru SMA atau dosen. Lalu apa yang salah dengan pendidikan kita? Sistem yang menjalankannya ataukah pelaku pendidikannya?
Hasil tes Trends in International Mathematics and Science Study (TIMSS) 2003, misalnya, memperlihatkan bahwa Indonesia jauh tertinggal oleh negara tetangga. Indonesia hanya menempati urutan ke-34 (matematika) dan ke-36 (sains) dari 45 negara yang disurvei. ‘Prestasi’ itu jauh di bawah Singapura yang menduduki peringkat pertama untuk kedua bidang ilmu ini, atau Malaysia yang berada di peringkat 10 (matematika) dan 20 (sains).
Lebih jauh lagi, akar dari tidak favoritnya profesi guru adalah karena gaji dan tingkat kesejahteraan guru yang rendah. Banyak guru-guru di negeri ini, terutama swasta, yang harus hidup amat sederhana. Hanya mereka yang pandai ngobyek saja yang mampu sejajar dengan orang-orang berprofesi lain. Nasib guru kita sangat berbeda dengan guru di negara lain. Di Jepang, hampir semua guru bisa memiliki mobil dengan gajinya. Seorang guru muda SD atau SMP saja dengan masa dinas baru 2 tahun, bisa mendapatkan gaji 156,500 yen (Rp 11,783,667) per bulan. Itu belum termasuk penghasilan lain seperti extra salary, bonus 2 kali setahun dan bonus tambahan lain yang tidak berlaku secara nasional. Apalagi jika dia seorang guru SMA atau dosen. Lalu apa yang salah dengan pendidikan kita? Sistem yang menjalankannya ataukah pelaku pendidikannya?
UPACARA HUT RI KE-66
Upacara memperingati HUT RI ke-66 pada tanggal 17 Agustus 2011 dilaksanakan di lapangan FIK Unnes. Lapangan FIK didominasi oleh warna hitam putih daripada warna almamater kebanggaan Unnes karena upacara tersebut banyak diikuti oleh mahasiswa baru angkatan 2011.
Upacara memperingati kemerdekaan RI diwarnai dengan banyaknya mahasiswa baru yang kelelahan dan jatuh pingsan. Hal ini dikarenakan cuaca yang terik sekaligus bertepatan dengan puasa di bulan Ramadhan. Mahasiswa diwajibkan untuk berjalan kaki dari arah BNI menuju FIK sedangkan yang membawa kendaraan bermotor harus diparkir di sebelah utara BNI atau sebelah barat gedung C7 FIS. “Wah capek sekali, kaki saya lecet-lecet karena jalannya terlalu jauh,”ungkap salah seorang mahasiswa baru.
Proklamasi kemerdekaan yang bertemakan“Dengan Semangat Proklamasi 17 Agustus 1945, Kita Tingkatkan Kesadaran Hidup dalam ke-Bhinneka-an untuk Kokohkan Persatuan NKRI, Kita Sukseskan Kepemimpinan Indonesia dalam Forum ASEAN untuk Kokohkan Solidaritas ASEAN” ini dihadiri oleh para petinggi Unnes, dosen dan staf Unnes, mahasiswa penerima beasiswa, serta serta seluruh mahasiswa baru Unnes angkatan 2011/2012. Namun pada upacara kali ini sebagian besar terdiri dari mahasiswa baru,sedangkan tidak semua mahasiswa penerima beasiswa dapat hadir di upacara tersebut.
Menanggapi masalah mahasiswa yang hadir mengikuti upacara memperingati hari besar, Supari, selaku pegawai tata usaha FIS menerangkan bahwa untuk mahasiswa umum sudah ada pemberitahuan untuk wajib hadir ketika ada upacara peringatan hari besar. Namun nyatanya perintah itu tidak diindahkan oleh mahasiswa, sehingga dalam pemberitahuan tersebut ditambahkan informasi bagi penerima beasiswa juga wajib hadir dalam upacara peringatan hari besar. “Mahasiswa penerima beasiswa saja masih ada yang tidak hadir sehingga nantinya kalau mau perpanjang beasiswa akan sulit, apalagi mahasiswa umum yang tidak punya tanggungan,” tambahnya. erwin, novilla
Moch Galih Pratama
Ketua Panitia PPA 2011/2012 dari mahasiswa FIS
Moch Galih Pratama, mahasiswa prodi pendidikan Sosiologi-Antropologi semester lima merupakan sosok ketua panitia Program Pengenalan Akademik 2011 atau yang biasa dikenal dengan PPA untuk tahun ajaran 2011-2012. Salah satu fungsionaris BEM FIS dari departemen C yang menangani bidang advokasi dan kesejahteraan itu, lahir di Banjarnegara 6 Mei 1991. Sosok yang terkenal gokil di kalangan teman-teman mahasiswa ini mempunyai hobby travelling.
Pengalaman organisasi yang pernah diikuti oleh Galih Pratama yaitu MPK pada waktu SMA dan BEM FIS di Unnes. Sekarang ini Galih bertugas sebagai Penanggungjawab Sementara (PJS) BEM FIS selama ketua BEM FIS, Riki Kurniawan PPL di Magelang.
Sedikit menyingkap riwayat pendidikannya, Galih pernah bersekolah di SD Negeri 05 Krandegan, SMP Negeri 1 Banjarnegara serta SMA Negeri 1 Bawang. Menanggapi tentang PPA tahun ini dia menuturkan bahwa tujuan dari pelaksanaan PPA ini di harapkan nantinya mahasiswa baru bisa dan siap menghadapi kehidupan kampus dan menciptakan mahasiswa-mahasiswa berkarakter dan mempunyai idealisme yang baik sesuai dengan slogan FIS SMART, yang merupakan kepanjangan dari F (Familiar), I (Inovatif), S (Sehat), S (Smart), M (Mandiri), A (Amanat), R ( Religius) dan T (Tangguh).
Motivasi untuk mahasiswa baru di PPA 2011 “Siapkanlah dirimu hari ini untuk hari kedepan, dan jadikan pengalaman sebagai guru terbaikmu.” bety
Moch Galih Pratama, mahasiswa prodi pendidikan Sosiologi-Antropologi semester lima merupakan sosok ketua panitia Program Pengenalan Akademik 2011 atau yang biasa dikenal dengan PPA untuk tahun ajaran 2011-2012. Salah satu fungsionaris BEM FIS dari departemen C yang menangani bidang advokasi dan kesejahteraan itu, lahir di Banjarnegara 6 Mei 1991. Sosok yang terkenal gokil di kalangan teman-teman mahasiswa ini mempunyai hobby travelling.
Pengalaman organisasi yang pernah diikuti oleh Galih Pratama yaitu MPK pada waktu SMA dan BEM FIS di Unnes. Sekarang ini Galih bertugas sebagai Penanggungjawab Sementara (PJS) BEM FIS selama ketua BEM FIS, Riki Kurniawan PPL di Magelang.
Sedikit menyingkap riwayat pendidikannya, Galih pernah bersekolah di SD Negeri 05 Krandegan, SMP Negeri 1 Banjarnegara serta SMA Negeri 1 Bawang. Menanggapi tentang PPA tahun ini dia menuturkan bahwa tujuan dari pelaksanaan PPA ini di harapkan nantinya mahasiswa baru bisa dan siap menghadapi kehidupan kampus dan menciptakan mahasiswa-mahasiswa berkarakter dan mempunyai idealisme yang baik sesuai dengan slogan FIS SMART, yang merupakan kepanjangan dari F (Familiar), I (Inovatif), S (Sehat), S (Smart), M (Mandiri), A (Amanat), R ( Religius) dan T (Tangguh).
Motivasi untuk mahasiswa baru di PPA 2011 “Siapkanlah dirimu hari ini untuk hari kedepan, dan jadikan pengalaman sebagai guru terbaikmu.” bety
Penghargaan Semu Mahasiswa Agent Sosial Of Change (Mahasiswa Instant)
oleh : Muh Adi Sudiarto*
Membicarakan sosok mahasiswa, tentu saja kita sedang membicarakan sosok yang sangat heterogen. Oleh karenanya tidak bisa disamaratakan. Ketika menyebut mahasiswa, asosiasi yang muncul adalah agent social of change, padahal dalam kenyataannya belum tentu demikian. Hal ini bisa di pahami pasalnya ketika jatuhnya rezim orde baru tidak luput dari peran mahasiswa di dalamnya, sehingga timbul image yang positif di kalangan masyarakat pada umumnya. Betapa tidak, masyarakat yang dulunya di bungkam dengan kepemimpinan yang otoriter kini dengan bebasnya dapat menyalurkan aspirasinya dengan leluasa. Hal itu terbukti dengan adanya kebebasan pers dalam pemberitaan, baik dalam media cetak maupun elektronik.
Tanpa disadari peran mahasiswa yang menyandang status sebagai agent social of change mengalami tumpang tindih, pasalnya siswa SMA yang lulus dan masuk ke dunia perguruan tinggi, secara tidak langsung menyandang predikat baru sebagai mahasiswa agent social of change. Suatu predikat yang instant dalam memperolehnya. Siswa yang baru masuk dalam kancah perguruan tinggi dengan pola pikir yang demikian dituntut dengan tugas yang besar sebagai agen perubahan.
Perolehan predikat yang instant tersebut membawa pola pikir yang instant pula dalam keberlanjutannya. Hal tersebut dapat di lihat dari kegiatan mahasiswa sekarang yang serba instant, mulai dari mengerjakan tugas (copy paste), budaya 3K (kos, kampus, kantin), apatisme di kalangan mahasiswa, bahkan yang lebih tragis lagi adalah budaya plagiat (meniru) di kalangan mahasiswa. Padahal kita tahu, mahasiswa pun memiliki kewajiban dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang harus di junjung tinggi.
Berdasarkan realita yang ada, masih pantaskah mahasiswa sekarang menyandang status sebagai agent social of change? Adakah pembedaan status mahasiswa sebagai agent social of change? Sebuah pertanyaan besar yang mungkin bisa menjadi bahan refleksi bersama.
Tanpa disadari peran mahasiswa yang menyandang status sebagai agent social of change mengalami tumpang tindih, pasalnya siswa SMA yang lulus dan masuk ke dunia perguruan tinggi, secara tidak langsung menyandang predikat baru sebagai mahasiswa agent social of change. Suatu predikat yang instant dalam memperolehnya. Siswa yang baru masuk dalam kancah perguruan tinggi dengan pola pikir yang demikian dituntut dengan tugas yang besar sebagai agen perubahan.
Perolehan predikat yang instant tersebut membawa pola pikir yang instant pula dalam keberlanjutannya. Hal tersebut dapat di lihat dari kegiatan mahasiswa sekarang yang serba instant, mulai dari mengerjakan tugas (copy paste), budaya 3K (kos, kampus, kantin), apatisme di kalangan mahasiswa, bahkan yang lebih tragis lagi adalah budaya plagiat (meniru) di kalangan mahasiswa. Padahal kita tahu, mahasiswa pun memiliki kewajiban dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang harus di junjung tinggi.
Berdasarkan realita yang ada, masih pantaskah mahasiswa sekarang menyandang status sebagai agent social of change? Adakah pembedaan status mahasiswa sebagai agent social of change? Sebuah pertanyaan besar yang mungkin bisa menjadi bahan refleksi bersama.
*Mahasiswa Sejarah 09
Inisiasi di sela-sela kegiatan PPA FIS
Pada hari pertama kegiatan PPA berlangsung, Kamis(18/8), dari panitia PPA FIS 2011 menyisipkan sebuah kegiatan inisiasi atau refleksi kebangsaan dalam kegiatan PPA 2011. Moch Galih Pratama menjelaskan bahwa tujuan diadakannya inisiasi antara lain agar mahasiswa baru lebih memiliki kematangan, kesiapan mental, menggugah kesadaran mahasiswa baru agar lebih siap menjalani kehidupan kampus.
Sebanyak 833 mahasiswa baru Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Unnes mengikuti Program Pengenalan Akademik (PPA) tahun ajaran 2011/2012. Kegiatan PPA tahun ini berbeda dari tahun sebelumnya. Perbedaan ini nampak pada penempatan berlangsungnya kegiatan PPA yang dibagi dalam tiga ruangan. Jurusan Geografi dan Sosiologi-Antropologi bertempat di gedung C7 lantai 3, Jurusan Sejarah bertempat di gedung C5 301, sedangkan Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan bertempat di gedung C1 103.
Serangkaian kegiatan PPA telah berlangsung pada Selasa (16/08) dengan agenda technical meeting yang dilaksanakan di gedung C7 lantai 3. Mahasiswa baru diwajibkan untuk mengikuti upacara peringatan Hari Kemerdekaan 17 Agustus di lapangan FIK yang selanjutnya di kumpulkan di masing-masing fakultas. Kegiatan PPA di FIS dilanjutkan dengan agenda perkenalan dan penelusuran bakat minat yang sebelumnya dibuka dengan sambutan dari Pembantu Dekan bidang akademik, Eko Handoyo selaku penanggungjawab PPA.
Kegiatan PPA yang bertemakan “Membangun Generasi Berprestasi dan Berkarakter Berbasis Nilai Konservasi” ini dibuka secara resmi oleh Dekan FIS, Subagyo pada Kamis (18/08).
Mahasiswa baru diberi info tentang universitas dan fakultas yang terbagi menjadi dua materi. Materi pertama tentang konservasi, ideologi, dan pendidikan karakter oleh tim konservasi. Materi kedua berisi tentang materi akademik fakultas dan sikadu.
Kegiatan PPA pada hari Jumat (19/08) berisi materi tentang pengenalan organisasi dan simawa, bimbingan konseling, dan pengisian KRS di masing-masing jurusan. Sejumlah mahasiswa baru mengaku kebingungan pada waktu pengisian KRS. Hal tersebut juga dialami oleh Siti Rofidah, mahasiswa pendidikan geografi, dia mengaku kebingungan dengan pengisian KRS selain itu juga harus mengantri lama. Riko, salah satu pendamping mahasiswa geografi, mengaku merasa kasihan dengan mahasiswa baru. “Dari sikadunya enggak beres, aksesnya juga agak susah apalagi untuk MKU Pengantar Ilmu Pendidikan yang harus diambil mahasiswa sudah penuh.
Ada peraturan dalam Kegiatan PPA kali ini bahwa lagu yang boleh dinyayikan yaitu Mars Unnes dan Hymne Unnes. Galih menjelaskan walaupun demikian, mars mahasiwa tetap dinyanyikan di PPA karena merupakan jati diri mahasiswa agar mereka bangga dan lebih semangat menjadi mahasiswa. Begitu pula dengan yel-yel yaitu Unnes Sutera, Salam Konservasi, FIS:SMART.
“Kepada mahasiswa baru agar tetap semangat, dan menjadikan PPA kali ini sebagai sebuah media untuk kita menjadi mahasiswa yang mampu bersaing dan memiliki jiwa yang bersemangat tinggi untuk terus maju,” tambahnya. eka, novilla
Sebanyak 833 mahasiswa baru Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Unnes mengikuti Program Pengenalan Akademik (PPA) tahun ajaran 2011/2012. Kegiatan PPA tahun ini berbeda dari tahun sebelumnya. Perbedaan ini nampak pada penempatan berlangsungnya kegiatan PPA yang dibagi dalam tiga ruangan. Jurusan Geografi dan Sosiologi-Antropologi bertempat di gedung C7 lantai 3, Jurusan Sejarah bertempat di gedung C5 301, sedangkan Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan bertempat di gedung C1 103.
Serangkaian kegiatan PPA telah berlangsung pada Selasa (16/08) dengan agenda technical meeting yang dilaksanakan di gedung C7 lantai 3. Mahasiswa baru diwajibkan untuk mengikuti upacara peringatan Hari Kemerdekaan 17 Agustus di lapangan FIK yang selanjutnya di kumpulkan di masing-masing fakultas. Kegiatan PPA di FIS dilanjutkan dengan agenda perkenalan dan penelusuran bakat minat yang sebelumnya dibuka dengan sambutan dari Pembantu Dekan bidang akademik, Eko Handoyo selaku penanggungjawab PPA.
Kegiatan PPA yang bertemakan “Membangun Generasi Berprestasi dan Berkarakter Berbasis Nilai Konservasi” ini dibuka secara resmi oleh Dekan FIS, Subagyo pada Kamis (18/08).
Mahasiswa baru diberi info tentang universitas dan fakultas yang terbagi menjadi dua materi. Materi pertama tentang konservasi, ideologi, dan pendidikan karakter oleh tim konservasi. Materi kedua berisi tentang materi akademik fakultas dan sikadu.
Kegiatan PPA pada hari Jumat (19/08) berisi materi tentang pengenalan organisasi dan simawa, bimbingan konseling, dan pengisian KRS di masing-masing jurusan. Sejumlah mahasiswa baru mengaku kebingungan pada waktu pengisian KRS. Hal tersebut juga dialami oleh Siti Rofidah, mahasiswa pendidikan geografi, dia mengaku kebingungan dengan pengisian KRS selain itu juga harus mengantri lama. Riko, salah satu pendamping mahasiswa geografi, mengaku merasa kasihan dengan mahasiswa baru. “Dari sikadunya enggak beres, aksesnya juga agak susah apalagi untuk MKU Pengantar Ilmu Pendidikan yang harus diambil mahasiswa sudah penuh.
Ada peraturan dalam Kegiatan PPA kali ini bahwa lagu yang boleh dinyayikan yaitu Mars Unnes dan Hymne Unnes. Galih menjelaskan walaupun demikian, mars mahasiwa tetap dinyanyikan di PPA karena merupakan jati diri mahasiswa agar mereka bangga dan lebih semangat menjadi mahasiswa. Begitu pula dengan yel-yel yaitu Unnes Sutera, Salam Konservasi, FIS:SMART.
“Kepada mahasiswa baru agar tetap semangat, dan menjadikan PPA kali ini sebagai sebuah media untuk kita menjadi mahasiswa yang mampu bersaing dan memiliki jiwa yang bersemangat tinggi untuk terus maju,” tambahnya. eka, novilla
Langganan:
Postingan (Atom)

