Tampilkan postingan dengan label kampus merah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kampus merah. Tampilkan semua postingan

Senin, 31 Oktober 2011

MAU DIBAWA KEMANA????

   Gejolak wacana penggabungan HKn ke FH kembali berdendang di kalangan mahasiswa HKn khususnya semester lima pada waktu kuliah Seminar PKn, Jumat (21/10). Mata kuliah seminar PKn merupakan salah satu mata kuliah wajib di HKn yang pada Jumat sore kegiatan kuliah diisi dengan acara diskusi. Diskusi dipimpin oleh Wigiyati dan Anton dengan mengambil tema “Penggabungan HKn ke FH” yang bertempat di gedung C4 328.
      Diskusi tersebut diikuti sebanyak 47 peserta kuliah yang diawasi oleh Nurrochmat Isdaryanto, selaku dosen pengampu mata kuliah Seminar PKn. “Diskusi ini bertujuan untuk mengajarkan diskusi yang baik dalam rangka kegiatan ilmiah dengan menghadirkan permasalahan yang riil sehingga pendapat peserta berasal dari suara yang nyata”, ungkap Nurrochmat.
       Diskusi berjalan sangat seru karena ada sebagian mahasiswa yang pro dan banyak juga yang kontra atas tema yang didiskusikan. Sebagian besar peserta yang berdiskusi menyatakan tidak setuju jika HKn pindah ke FH, seperti yang diutarakan Riza, ia menjelaskan bahwa jika nanti HKn bergabung ke FH bagaimana nasib kita kedepannya, bagaimana peluang kerja mahasiswa PPKn yang lulus dari Fakultas Hukum. “Apalagi secara historis Hukum merupakan anak dari HKn, jadi saya tidak setuju jika Hkn gabung ke FH”, tambahnya. Novilla

Minggu, 16 Oktober 2011

Bilingual sosant

Pelopor kelas bilingual di lingkungan Fakultas Ilmu Sosial

     Jurusan Sosiologi Antropologi FIS Unnes telah membuka kelas baru yaitu kelas bilingual mulai tahun ajaran 2011/2012 sebanyak 25 mahasiswa yang tergabung dalam 1 rombel. Seperti yang dikemukakan Mustafa, selaku Ketua Jurusan Sosant bahwa dibukanya kelas ini dilatarbelakangi antara lain karena mendapat amanat dari lembaga bahwa setiap fakultas harus ada kelas bilingual, dan juga karena dosen di Sosant juga mendukung maka dibuka kelas ini. Selain itu karena adanya kebutuhan mahasiswa untuk ikut bekerja di lembaga-lembaga yang menerapkan bilingual, seperti SBI (Sekolah Bertaraf Internasional) dan RSBI (Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional).
     “Seleksi masuk ke dalam kelas bilingual ini diikuti oleh seluruh mahasiswa baru jurusan Sosiologi Antropologi yang  terdiri dari dua tahap tes seleksi yaitu tes tertulis dan wawancara dalam bahasa Inggris dan diselenggarakan di C2, Selasa (16/8), ungkap Anis.
untuk nama mahasiswa bilingual sosant dapat dilihat di web fis.


Selasa, 23 Agustus 2011

Bangun Cendekiawan Berkarakter melalui OKPT

       GUGUSLATIH Ilmu Sosial akan menyelenggarakan kegiatan Orientasi Kepramukaan Perguruan Tinggi (OKPT) 2011 yang bertemakan “Cendekiawan Berkarakter Itulah Pramuka”, Minggu-Senin (21-22/8).
Gerakan pramuka sebagai wadah atau organisasi bertujuan untuk membentuk manusia Indonesia yang berkepribadian dan berwatak luhur serta sehat jasmani dan rohani sehingga menjadi warga Negara Indonesia yang berjiwa Pancasila yang mampu dan sanggup menyelenggarakan pembangunan masyarakat, bangsa dan Negara.
       Tresno adi selaku ketua panitia mengungkapkan bahwa tujuan dari kegiatan ini yaitu Memberikan pengetahuan dan informasi tentang Pramuka di perguruan tinggi Universitas Negeri Semarang pada umumnya dan Fakultas Ilmu Sosial pada khususnya dan mengembangkan potensi, bakat dan minat kepramukaan peserta OKPT Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang serta dapat Mengembangkan kepramukaan di tingkat Fakultas Ilmu Sosial  Universitas Negeri Semarang.
      “Dengan adanya kegiatan ini diharapkan dapat memantapkan kader pramuka kreatif sebagai potensi bangsa serta dapat merintis sikap hidup yang ramah lingkungan,bersahaja dan berkarakter”tambah Tresno.Tina



Kampus Merah

       Kampus merah merupakan sebuah acara bakti sosial yang diselenggarakan oleh BEM FIS pada hari Sabtu (20/8). Eka Sakti, selaku salah satu panitia menjelaskan bahwa tujuan dari acara kampus merah yaitu untuk mempererat kekeluargaan, memberikan sosialisasi kesehatan kepada masyarakat, menciptakan mahasiswa yang peka lingkungan.
       Peserta acara kampus merah kali ini berasal dari seluruh mahasiswa baru FIS 2011. Fitriani, mahasiswa pendidikan geografi mengungkapkan bahwa ia merasa tertarik untuk mengikuti acara kampus merah kali ini walaupun ia  merasa letih setelah seharian mengikuti acara PPA. “Acaranya menyenangkan, apalagi ada pesta kembang apinya”, tambahnya.
        Acara kampus merah ini sudah berlangsung selama dua tahun terakhir ini. Bentuk kegiatannya berbagai macam seperti bersih lingkungan, bakti sosial, sosialisasi kesehatan, memberikan abate kepada masyarakat. Lokasi dari acara kampus merah tersebar di sekitar lingkungan Unnes, seperti Banaran, gang Setanjung, gang Waru, gang Cempaka, gang Winong, dan depan gerbang Unnes.  Peserta yang terdiri dari mahasiswa baru akan di bagi ke dalam beberapa lokasi tersebut.
       Acara dilanjutkan dengan buka bersama dan pesta kembang api di lapangan samping PKM FIS. Novilla


Skripsi Online

      Sistem skripsi online bagi para mahasiswa tingkat akhir mulai diterapkan pada pada bulan Agustus 2011 dengan menunggu launching dari rektor.  Namun semua jurusan sudah mempersiapkan skripsi online secara serentak.
     Eko Handoyo, selaku Pembantu Dekan bidang akademik menerangkan bahwa skripsi online merupakan skripsi yang berbasis online. Sistem ini muncul karena skripsi secara manual dirasa kurang baik.
     Dalam sistem online akan dicatat seberapa besar aktifitas mahasiswa, mulai dari bimbingan sampai ujian akhir. Walaupun bimbingan skripsi dilakukan secara online, tetapi mahasiswa juga melakukan kontak langsung dengan dosen pembimbingnya. Sebagai bukti telah melakukan bimbingan online, mahasiswa harus menghubungi jurusan untuk mencetak surat tanda bukti bimbingan.
     “Untuk bisa mengikuti ujian akhir, minimal 8 kali bimbingan. Dalam sistem online mahasiswa bisa membuka melalui internet. Panduan-panduan skripsi juga sudah secara jelas tertera,” tutur Eko Handoyo.
      Salah satu mahasiswa tingkat akhir memberikan tanggapan yang sangat baik, dengan sistem skripsi online akan memberikan kemudahan bagi mereka untuk memperlancar penyelesaian skripsi.
      “Sistem ini harus dilaksanakan sebaik-baiknya,  harus  intensif  dan juga harus sering bertanya-tanya  dengan dosen pembimbing,” terang Eko Handoyo. Salis, itoh

Training of trainer

        Kegiatan Training Of Trainer (TOT) diselenggarakan oleh BEM FIS pada tanggal 23-24 Juli 2011 yang bertempat di gedung C1 106. Eka Setyawati selaku ketua panitia mengungkapkan bahwa tujuan diadakannya TOT yaitu untuk pengembangan diri, memotivasi diri dan orang lain, membantu orang lain untuk menyelesaikan masalah, menjadi pemimpin yang baik, dilatih menjadi pelatih yang baik.
        Kegiatan Training Of Trainer kali ini bertemakan “Membangun kualitas pribadi seorang pemimpin untuk lingkungan sosial”, yang diikuti oleh 34 peserta yang terdiri dari perwakilan dari lembaga kemahasiswaan di FIS, anggota BEM FIS dan forjunis.
        Kegiatan TOT berlangsung selama dua hari untuk kelas pemberian materi dan kegiatan outbond untuk penerapan dari teori atau materi yang telah disampaikan.
      Winda, mahasiswa jurusan geografi memberi tanggapan tentang berlangsungnya kegiatan TOT bahwa adanya pelatihan TOT itu penting dan menarik, jiwa kepemimpinan benar-benar dimatangkan, penyampaian materinya juga komunikatif, santai dan tidak monoton. “Apalagi TOT ini tidak sebatas pemberian materi, tetapi juga ada pengaplikasiannya melalui kegiatan outbond sehingga benar-benar terasa ‘pelatihannya’.” Novilla

Selasa, 19 Juli 2011

Bangun Keakraban Bareng Warga Sekaran

    Gugus Latih Ilmu Sosial mengadakan acara bakti lingkungan yang bertemakan “Bersih Desa Bersama Warga Sekaran dan Civitas Akademika FIS”, Minggu(26/6). Acara ini merupakan serangkaian acara Semarak FIS SMART. Noorochmat Isdaryanto selaku pembina pramuka FIS mengungkapkan bahwa program ini bertujuan agar warga FIS peduli terhadap lingkungan dan terjalin keakraban antara Civitas Akademika FIS dengan warga Sekaran.
   Rangkaian acara dibuka dengan penabuhan kentongan dan sambutan oleh Dekan FIS Subagyo, kemudian acara dilanjutkan dengan bersih-bersih desa. Peserta terdiri dari para pejabat FIS, lembaga kemahasiswan FIS, dan penerima beasiswa bidik misi serta tamu undangan dari guslat  lain yang dibagi menjadi dua tempat yaitu di Banaran dan Cempaka.
   “Dengan diadakan acara ini diharapkan dapat mempererat kerjasama antara Civitas Akademika FIS dengan Warga Sekaran dan dapat mengharmonisasikan serta menyeleraskan hubungan sosial masyarakat. Walaupun peserta tidak sesuai target namun acara ini dapat berjalan dengan lancar,” tutur Samsul Arifin selaku ketua panitia.Tina

Rabu, 13 Juli 2011

GERAKAN MORAL ANTI MONYONTEK

Ujian akhir semester  telah berlangsung sejak hari selasa, 12 juli 2011 dilingkungan Fakultas Ilmu Sosial. Hal ini merupakan momen puncak perjuangan setelah satu semester melakukan kegiatan perkuliahan. Banyak rutinitas yang dilakukan mahasiswa menjelang ujian akhir semesteran ini.  Baik belajar semalam suntuk atau pun berdoa agar nilai ujianya dapat maksimal.
Rutinnitas yang cukup berbeda terjadi di Jurusan HKn. Tatkala mahasiswa masuk keruangan kelas untuk mengikuti ujian akhir semester, mahasiswa langsung disambut dengan sepandu “GERAKAN MAHASISWA ANTI MENCONTEK’. Dimana sepanduk itu terletak didepan kelas setiap ruang ujian Jurusan HKn. Pembuatan sepanduk ini diprakarsai oleh Mahasiswa semester 4 dan 6 Jurusan HKn yang menempuh mata kuliah Pendidikan Anti Korupsi.
Pemasangan sepanduk itu dilakukan atas kesadaran mahasiswa HKn.  Mereka sadar akan pentingnya meningkatkan moral pada setiap mahasiswa agar tidak lagi memiliki perilaku yang korupsi (menyontek).  Diharapkan dengan adanya pemasangan sepanduk ini dapat menmberi kesadaran pada maha siswa agar bersikap jujur dalam ujian  yakni dengan tidak mencontek diwaktu ujian. Penanganan perilaku korusi harus ditekankan sedini mungkin agar tidak menjadi sebuah kebiasaan.
Walaupun ada beberapa mahasiswa yang tidak menghiraukan akan isi tulisan yang terdapat dalam sepanduk tersebut, setidaknya ini merupakan bentuk konkret untuk mengajak mahasiswa berbuat jujur dan tidak sekedar omongan yang tidak ada tindak lanjut. Hal ini perlu kita apresiasi dan lestarikan agar kesadaran mahasiswa akan pentingnya berbuat jujur akan timbul. Tidak hanya menempuh jalan pintas saat ujian.

Slamet

Jumat, 24 Juni 2011

FIS TIDAK AKAN NGGANDHULI PKn

FIS TIDAK AKAN NGGANDHULI PKn
          Itulah salah satu pernyataan dari Dekan FIS untuk menjawab pertanyaan dari Arif, selaku Ketua HIMA Pkn tentang kejelasan PKn di FIS. Masalah kejelasan PKn akan hijrah ke FH memang mengundang banyak perhatian dari mahasiswa PKn. “PKn ke FH merupakan kebijakan tingkat nasional bukan kemauan Unnes, bukan maksud untuk mengkerdilkan PKn, hal itu juga untuk pengembangan kelembagaan dan memperkuat khasanah keilmuan”, ungkap Bapak Subagyo.
           Selain masalah tersebut ada juga pertanyaan-pertanyaan mengenai: dana KKL geografi (Untuk dana KKL geografi, dana SPL hanya mencakup KKL wilayah Semarang, selebihnya dana sendiri), biaya kuliah UNNES jalur SNMPTN yang lebih mahal dari Universitas lainnya (Unnes terlihat mahal di depan, selebihnya murah tidak seperti Perguruan Tinggi yang lain murah di depan tapi yang mahal-mahal di belakang tidak dimunculkan), mengenai adakah alokasi dana untuk mushola, hal tersebut akan dibicarakan dengan PD II, dll.
       DPM FIS pada hari Senin(13/6) menyelenggarakan diskusi terbuka yang bertajuk “Mahasiswa Bertanya, Birokrat Menjawab”. Acara tersebut cukup mendapat sambutan yang baik dari mahasiswa dan pejabat FIS. Dalam sambutannya PD III FIS, bapak Sunarko mengucapkan terima kasih kepada DPM, yang telah mengadakan pertemuan LK se-FIS dengan birokrat, karena sering terjadi mis komunikasi dari fakultas-mahasiswa sehingga sering timbul pertanyaan.
          Saat ditemui tim forjunis setelah pembukaan porsajur kemarin (13/6), bapak Subagyo memberikan tanggapan tentang diskusi terbuka yang diadakan DPM FIS bahwa sudah senang dengan diadakannya diskusi terbuka tersebut, namun masih ada hal-hal yang mungkin belum memberikan kepuasaan, masih belum ada titik temu dari mahasiswa dengan pimpinan fakultas, belum ada jalan keluar. “Boleh mengkritik, mengapresiasi tetapi bicarakan dulu dengan fakultas, jangan sampai menunjukan aib/kebobrokan kita di luar sana” imbuhnya.
          Menanggapi jalannya kegiatan itu, Arif Kristiyono mengungkapkan jawaban tentang pertanyaannya masalah prodi PKn, dia masih belum puas. “Normatif jawabane, golek aman”, ungkapnya. Dia juga memberikan saran kepada DPM FIS untuk lebih publikasi acara tersebut ke mahasiswa FIS secara luas karena kebanyakan yang datang dari LK bukan mahasiswa umum. Kalau bisa dibuat di luar ruangan saja agar bisa dilihat banyak orang. Novilla

Sabtu, 18 Juni 2011

SEMINAR NASIONAL SPEKTAKULER PERADABAN UMAT "AL-QURAN SEBAGAI BEKAL MENUJU KEMAJUAN UMAT"

Acara yang diselenggarakan oleh KIFS pada hari Minggu (19/6) bertempat di gedung C7 lantai 3 FIS di buka langsung oleh Bapak Subagyo selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial. Seminar nasional yang bertajuk “Al-Quran sebagai Bekal Menuju Kemajuan Umat” itu diselenggarakan dikarenakan pada saat ini Al-Quran dirasa sudah mulai ditinggalkan umatnya dan Al-Quran sudah tidak menjadi pegangan umat Islam. Al-Quran yang dulu unggul, kini sebagian umat mulai meninggalkannya maka melalui Seminar Nasional yang bertema “Al-Quran sebagai Bekal Menuju Kemajuan Umat” ini diharapkan para peserta dapat memperdalam pegangannya yaitu Al-Quran.
Pembicara dalam Seminar Nasional ini adalah Diding Darmud, Lc. M.Si, Monif Aboza Richmoslem Al- Haromain, Arif Awaludin, S.H, M.Hum. banyak peserta yang datang ke acara Seminar Nasional ini, tidak hanya dalam lingkup Fakultas Ilmu Sosial saja tetapi juga dihadiri oleh mahasiswa Fakultas Ekonomi Unnes, mahasiswa UNY, Universitas Jember. “ Saya datang karena saya merasa tema dalam Seminar ini menarik” ungkap Apri, salah satu mahasiswa FE Unnes.

Pengumuman Lomba Esay Islami Nasional juga diumumkan dalam acara ini, berikut hasil dari lomba tersebut:
Juara Pertama Lomba Esay Islami Nasional KIFS Universitas Negeri Semarang dengan skor 67,65 yaitu Zaini Muslim M. (Universitas Negeri Semarang)
Juara 2 dengan skor 65,95 adalah Kiswanto (Universitas Negeri Semarang)
Juara 3 dengan skor 64,87 adalah Ridwan Arifin (Universitas Negeri Semarang)
Juara Harapan 1 dengan skor 64,60 diraih oleh Rosyid Ridho (Universitas Jember)
Juara Harapan 2 dengan skor 63,35 diraih Rosalia Hera (Universitas Negeri Yogyakarta)

Amin selaku panitia Seminar Nasional ini menambahkan bahwa semoga melalui acara ini segala materi yang diterima dari para pembicara dapat diaplikasikan dalam kehidupan nyata, tidak hanya diterima tapi nanti hilang begitu saja. Novilla

Jumat, 17 Juni 2011

LOMBA ESAY ISLAMI NASIONAL BY KIFS

      Sabtu(18/6) bertempat di gedung C7 lantai 3 Fakultas Ilmu Sosial, Lomba Esay Islami Nasional diselenggarakan dan smpai saat ini (pukul 11.32) sedang berlansung presentasi esay dari Zaini Muslim, mahasiswa FIS dari Universitas Negeri Semarang.
      Lomba Esay Islami ini diikuti oleh sekitar 19 peserta dan 8 finalis yang maju untuk mempresentasikan esay mereka. para finalis lomba Esay Islami ini tidak hanya berasal dari Universitas Negeri Semarang, tetapi juga diikuti oleh peserta dari Universitas Jember dan lain-lain. Berikut nama finalis Lomba Esay Islami Nasional yang diadakan oleh KIFS: Kiswanto, Ridwan Arifin, Agus Yuliono, Zaini Muslim M. (Universitas Negeri Semarang), Rosyid Ridho (Universitas Jember), Nidya Ferry, Rosalia Hera (universitas Negeri Yogyakarta), Muh. Husen Arifin (UIN Maulana Malik Ibrahim Malang).
sedangkan juri dari Lomba Esay Islami ini yaitu Drs. Heri Tjahyono, M.Si (FIS), Retno Purnama Irawati S.S, M.A (FBS).
     Sosialisasi dan pengumuman Lomba Esay Islami Nasional melalui penyebaran pamflet, undangan delegasi, dsb. "Saya tahu ada lomba esay islami ini berasal dari teman saya di Unnes", ungkap finalis lomba esay, Nidya, mahasiswa Pendidikan Matematika UNY. Acara ini juga dimeriahkan oleh KIFS Voice yang membawakan sebuah lagu yang berjudul Insyaallah.
untuk pemenang lomba Esay Islami akan diumumkan ketika Seminar Nasional Peradaban Umat hari Minggu besok (19/6).Novilla

Rabu, 15 Juni 2011

KrempyengQ...... sarana siar Islam di FIS

   Acara KrempyengQ mungkin sudah tidak asing lagi di kalangan mahasiswa FIS pada umumnya karena acara tersebut merupakan acara rutinan yang diselenggarakan oleh KIFS setiap minggunya. Acara KrempyengQ sendiri sudah ada sejak tahun lalu, tepatnya hampir berlangsung selama dua periode. Untuk periode yang kedua ini, acara krempyengQ sudah berjalan lebih dari lima kali dengan tema yang berbeda-beda setiap minggunya.
   Kata ‘krempyengQ’ sendiri merupakan sebuah akronim yang memiliki pengertian ‘Kajian Remaja Penyejuk Qalbu’. “Kata ‘krempyengQ’ dipilih karena lebih familiar di kalangan mahasiswa Unnes karena di dekat kampus Unnes juga ada pasar yang dikenal dengan nama pasar krempyeng” jelas Imam Suburono selaku ketua departemen PSDM yang menaungi acara KrempyengQ tersebut. Selain itu dia juga menambahkan bahwa acara yang biasanya diadakan di pelataran mushola FIS setiap Senin sore ini memiliki tujuan untuk sarana siar Islam di lingkungan FIS pada khususnya, dan mahasiswa umum lainnya yang bukan dari FIS.
   Sosialisasi acara KrempyengQ sendiri dilakukan melalui pamflet-pamflet dan juga dari mulut ke mulut maupun via SMS. “Akan tetapi lebih efektif jika sosialisasinya dilakukan melalui pendekatan inter personal dengan cara banyak bergaul dengan mahasiswa umum, tidak membedakan dan membatasi pergaulan sebagai seorang rohis karena semua muslim itu semuanya adalah saudara”, ungkap mahasiswa jurusan HKn itu. Dengan begitu, banyak mahasiswa yang akan datang ke acara KrempyengQ tersebut. ”KrempyengQ adalah salah satu bentuk siar Islam di FIS yang mencoba membenarkan orang Islam”, tambah Imam.
   Hal itu dibenarkan oleh Septiyani seorang mahasiswa FIS angkatan ‘09 ketika dimintai pendapatnya, dia mengatakan bahwa ia sering menghadiri acara KrempyengQ karena ingin lebih memperdalam agamanya. Dia juga berharap agar acara KrempyengQ bisa terus berlanjut.(novi)

3 HARI, 2 MALAM, 1 HATI UNTUK MERAPI…..

      Itulah semboyan kemah pramuka bakti Merapi pada hari Jum’at sampai Minggu(3-5/6/11) yang dilaksanakan di desa Kalibening, Dukun, Magelang kemarin. Acara yang diselenggarakan oleh Racana Wijaya Universitas Negeri Semarang itu di ikuti oleh sekitar 130 peserta dari gugus latih di setiap fakultas, salah satunya adalah Gugus Latih Ilmu Sosial. Guslat IS sendiri mengirimkan peserta sekitar 20 mahasiswa yang terdiri atas mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial semester 2, 4, 6.
       Acara tersebut memiliki tujuan untuk memberikan bakti anggota pramuka Unnes kepada masyarakat sekaligus sebagai wujud Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat.
Upacara pembukaan kemah pramuka bakti Merapi di Kalibening dihadiri oleh Rektor Universitas Negeri Semarang beserta jajarannya. Sedangkan pejabat dari Fakultas Ilmu Sosial yang menghadiri upacara adalah Bapak Sunarko selaku Pembantu Dekan III Fakultas Ilmu Sosial. Selain itu juga dihadiri oleh Ibu Puji Lestari selaku Pembina putri Gugus Latih Ilmu Sosial. Acara kemah pramuka bakti Merapi dibuka langsung oleh Rektor Universitas Negeri Semarang.  “Jangan dilihat siapa yang memerlukan bantuan, tetapi apa yang bisa saya bantu”, itulah salah satu pesan dari Rektor Unnes ketika menyampaikan amanat di pembukaan kemah bakti Merapi.
        Acara yang berlangsung selama tiga hari itu berjalan cukup lancar walaupun ada beberapa kendala seperti untuk lomba tingkat tidak jadi dilaksanakan karena terkendala peserta yang bersamaan dengan waktu ujian semester siswa, seperti yang dilaporkan Syaifur selaku ketua panitia kemah pramuka bakti Merapi ketika upacara penutupan. “Saya senang mengikuti acara kemah pramuka bakti Merapi ini, karena bisa membantu, menghibur masyarakat Kalibening pasca erupsi Merapi”, ungkap Agung, peserta kemah bakti dari FIS. Ia juga menambahkan saran untuk kemah bakti Merapi yaitu agar kegiatan seperti itu lebih diorganisir lagi untuk job-job bagi para peserta karena saya merasa kurang ada kerjasama dan komunikasi antara anggota Dewan Racana Wijaya (DRW) dan para anggota yang berasal dari tiap-tiap Gugus Latih.Novilla

BMW Membentuk Pribadi yang Solid

    Bina Manajemen Wijaya (BMW) merupakan salah satu cara membentuk sikap atau pribadi yang solid. “Acara ini bertujuan membentuk sikap dan pribadi yang solid bagi mahasiswa khususya mahasiswa anggota Guslat FIS,” ungkap Afroni, penanggungjawab kegiatan, Senin (23/5).
    Kegiatan BMW ini salah satu kegiatan yang diadakan oleh Guslat Ilmu Sosial, di gedung C1 lt. 1 diikuti oleh 40 peserta yang terdiri dari anggota racana dan LK se-FIS ini berlangsung (21-22/5). BMW merupakan tindak lanjut dari up-grading Guslat Ilmu Sosial.   
Afroni, juga menjelaskan bahwa dalam kegiatan BMW disampaikan beberapa materi, diantaranya Pendidikan Karakter yang diisi oleh alumni Guslat Ilmu Sosial, Public Speacking diisi oleh Eko Handoyo selaku Pembantu dekan bidang akademik Fakultas Ilmu Sosial, materi tentang administrasi diisi oleh Yusuf selaku anggota racana dan dari fakultas diisi oleh Mariam. Materi selanjutnya yaitu kepemimpinan diisi oleh mantan purna ketua racana, Amidi yang juga selaku staf kemahasiswaan PR III dan dilanjutkan pematerian manajemen yang diisi oleh Wiyanto. Kemudian materi Kewirausahaan diisi oleh Dosen FE, dan yang terakhir diisi materi Konservasi oleh Kelompok Studi Geografi (KSG).
Selain pematerian, kegiatan ini juga diisi dengan permainan-permainan dan lomba. “Malam harinya ada sarasehan dan lomba Sebinwil Semarang. Kemudian keesokan harinya dilaksanakan senam pagi dan permainan,” tambahnya.
Afroni menambahkan anggota Guslat Ilmu Sosial diharapkan mampu menerapkan materi yang telah didapat dalam kegiatan BMW kali ini dalam kehidupan kampus dan masyarakat serta kesolidan anggota harus tetap terjaga. Erwin

Jalin Kebersamaan dengan Porsatim

    Menjalin keakraban dengan mempererat tali silaturahmi antar mahasiswa Hkn menjadi tujuan utama diadakanya Pekan Olahraga Antar Tim (Porsatim). “Meidi menegaskan bahwa dalam kegiatan ini janganlah menganggap sebagai pertandingan semata, tapi anggaplah ini sebagai “forum” untuk mempererat tali silaturahmi antar mahasiswa HKn,” ungkap Meidi Saputra selaku ketua panitia Porsatim yang diselenggarakan di lapangan FE, (18-30/5).
    Selain itu, dengan Porsatim juga dapat diketahui seberapa besar bakat dan minat mahasiswa Hkn di bidang olah raga. Kegiatan yang merupakan program kerja dari departemen Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) jurusan Hkn ini diikuti oleh mahasiswa HKn semester 2, 4, 6, dan 8 yang masing-masing terdiri dari dua tim, satu tim putra dan satu tim putri. ”Pada tahun ini kami hanya mengambil kegiatan yang animo pesertanya tinggi yaitu futsal dan voli, karena pada tahun yang lalu animo pesertanya kurang,” terang Meidi, Senin (23/5).
    Pembukaan Porsatim yang direncanakan diselenggarakan pada Rabu (18/5) lalu terpaksa diundur. Hal ini dikarenakan oleh cuaca yang kurang mendukung jalannya acara pembukaan Porsatim. Namun meskipun demikian, jadwal pertandingan olah raga antar semester itu tetap berjalan dengan lancar. “ Pertandingan tetap berjalan sesuai jadwal, karena kalau diubah akan terbentur oleh jadwal kuliah peserta pertandingan,” tambahnya lagi.
     Sementara itu Nana, salah satu peserta pertandingan voli mangatakan kegiatan ini tidak berjalan dengan lancar karena cuaca yang kurang mendukung. “Tempat untuk melakukan pertandingan pun kurang nyaman,” tambahnya. Erwin

Tangguh, Visi KSG SAC

    Menjadi organisasi mahasiswa pecinta alam yang tangguh merupakan visi dari Kelompok Studi Geografi Social Adventure Club (KSG SAC). Untuk  mendukung visi tersebut, KSG SAC mempunyai misi antara lain, mengadakan kegiatan di alam bebas yang dapat meningkatkan ketahanan fisik, mental, serta kemandirian, mewadahi keterampilan yang dimiliki anggota, menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat, serta menjalankan kode etik pecinta alam. Demikian yang diutarakan Ketua KSG periode 2011, Anis Hanafia ketika ditemui di gedung PKM FIS, Rabu (27/4).

    KSG SAC merupakan wadah bagi mahasiswa pecinta alam di FIS Unnes ini berdiri sejak tanggal 31 Desember 1997. Dulu bernama KSG dan kemudian melebur dan menjadi KSG SAC pada tanggal 22 November 2005. “Berubah nama dari KSG menjadi KSG SAC dimaksudkan agar terkesan menyeluruh, jika hanya KSG saja terkesan anggotanya hanya mahasiswa Geografi padahal anggotanya juga ada dari jurusan lain, maka dari itu diganti menjadi KSG SAC,” tambah Anis.
    Anis, Mahasiswa jurusan Geografi angkatan 2007 itu juga menjelaskan bahwa di dalam KSG SAC terdapat 5 divisi, yaitu pertama, Mountenering yang bertugas mengkoordinasi anggota yang suka naik gunung. Kedua, Logistik yang menangani alat dan perlengkapan. Ketiga,Search and Rescue (SAR) yang terbagi atas beberapa bidang yaitu Water rescue, Vertical rescue, Jungle sar. Keempat adalah orientering dan yang kelima konservasi lingkungan dan pengabdian masyarakat.
    Lembaga kemahasiswaan ini mendapat respon yang cukup baik oleh dosen-dosen karena dirasa mempunyai manfaat yang positif. “Bagi mahasiswa yang ingin bergabung menjadi anggota KSG maka harus melalui beberapa tahapan, yaitu Pra Pendidikan Dasar dan Pengenalan (Pradik), Pendidikan Dasar (Diksar) kemudian Pelantikan,” tambah Anis sebelum mengahiri percakapan. Sulis