Tampilkan postingan dengan label serba-serbi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label serba-serbi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 23 Agustus 2011

UPACARA HUT RI KE-66

      Upacara memperingati HUT RI ke-66 pada tanggal 17 Agustus 2011 dilaksanakan di lapangan FIK Unnes. Lapangan FIK didominasi oleh warna hitam putih daripada warna almamater kebanggaan Unnes karena upacara tersebut banyak diikuti oleh mahasiswa baru angkatan 2011.
     Upacara memperingati kemerdekaan RI diwarnai dengan banyaknya mahasiswa baru yang kelelahan dan jatuh pingsan. Hal ini dikarenakan cuaca yang terik sekaligus bertepatan dengan puasa di bulan Ramadhan. Mahasiswa diwajibkan untuk berjalan kaki dari arah BNI menuju FIK sedangkan yang membawa kendaraan bermotor harus diparkir di sebelah utara BNI atau sebelah barat gedung C7 FIS.  “Wah capek sekali, kaki saya lecet-lecet karena jalannya terlalu jauh,”ungkap salah seorang mahasiswa baru.
     Proklamasi kemerdekaan yang bertemakan“Dengan Semangat Proklamasi 17 Agustus 1945, Kita Tingkatkan Kesadaran Hidup dalam ke-Bhinneka-an untuk Kokohkan Persatuan NKRI, Kita Sukseskan Kepemimpinan Indonesia dalam Forum ASEAN untuk Kokohkan Solidaritas ASEAN” ini dihadiri oleh para petinggi Unnes, dosen dan staf Unnes, mahasiswa penerima beasiswa, serta serta seluruh mahasiswa baru Unnes angkatan 2011/2012. Namun pada upacara kali ini sebagian besar terdiri dari mahasiswa baru,sedangkan tidak semua mahasiswa penerima beasiswa dapat hadir di upacara tersebut.
      Menanggapi masalah mahasiswa yang hadir mengikuti upacara memperingati hari besar, Supari, selaku pegawai tata usaha FIS menerangkan bahwa untuk mahasiswa umum sudah ada pemberitahuan untuk wajib hadir ketika ada upacara peringatan hari besar. Namun nyatanya perintah itu tidak diindahkan oleh mahasiswa, sehingga dalam pemberitahuan tersebut ditambahkan informasi bagi penerima beasiswa juga wajib hadir dalam upacara peringatan hari besar. “Mahasiswa penerima beasiswa saja masih ada yang tidak hadir sehingga nantinya kalau mau perpanjang beasiswa akan sulit, apalagi mahasiswa umum yang tidak punya tanggungan,” tambahnya. erwin, novilla


Kamis, 21 Juli 2011

Semarak FIS SMART

Warna merah menghiasi pelataran C7. Baik dosen, karyawan, mahasiswa bertumpah ruah di sana.

      Pelataran di samping C7 tidak seperti hari biasanya yang menjadi tempat parkir mobil para dosen FIS. Pada hari Jumat (24/6), lahan parkir disulap menjadi sebuah panggung yang bernuansa merah. Berdiri juga stand-stand dari LK FIS dan umum yang menawarkan berbagai karya kerajinan, sepatu dan juga makanan, minuman.
      Semarak FIS SMART dibuka oleh PR III Masrukhi ini merupakan singkatan dari F (Familiar), I (Inovatif), S (Sehat), S (Smart), M (Mandiri), A (amanat), R ( Religius) dan T (Tangguh). Semarak FIS SMART tahun ini  mengusung tema, “Hidup Selaras Dengan Alam Harmonisasi dalam Hubungan Sosial. ”Acara ini bertujuan agar warga FIS hidup selaras ramah terhadap lingkungan memberikan suasana dalam kehidupan dan tercapainya harmonisasi,” ungkap Eko Handoyo sebagai penanggung jawab serangkaian acara Semarak FIS SMART ini.
      Serangkaian acara Semarak FIS sudah dimulai sejak Kamis (9/6). Kegiatan-kegiatan tersebut diantaranya seminar nasional, panjat tebing sebagai inovasi baru, debat bahasa Jawa se-Unnes, tanam mangrove, FIS mencari bakat, Porsajur yang merupakan ajang perlombaan olah raga dan bazar yang berlangsung dua hari berbarengan dengan acara pembukaan Semarak FIS SMART. “Tahun ini lebih meriah karena ada doorprize seperti laptop, tv, setrika, dll,” terang Riki Kurniawan selaku ketua panitia.
       Lebih lanjut Riki menerangkan, kepanitian pelaksanaan Semarak FIS SMART berbeda dengan tahun lalu yang hanya berasal dari BEM. Namun tahun ini kepanitian meliputi perwakilan dari semua jurusan dan semua Lembaga Kemahasiswaan (LK) di FIS. “Semarak FIS SMART bukan hanya agenda BEM FIS semata tapi untuk seluruh masyarakat FIS,” lanjutnya menambahkan.
       Soleh selaku ketua panitia dari keseluruhan acara ini mengungkapkan bahwa program ini  memperkuat Unnes menjadi Universitas Konservasi serta bertujuan untuk menjalin harmonisasi antar civitas akademika dengan warga kampus dan menanamkan nilai-nilai kebudayaan.
      Andre mahasiswa Pendidikan Sejarah 2010 memberi tangapan mengenai acara ini. “Acara ini cukup baik, semoga ke depannya dapat meriah lagi,” ungkapnya.
      Dari kalangan dosen juga menilai acara Semarak FIS SMART pada tahun ini cukup bagus, mengalami perubahan., ”Terutama perubahan waktu, biasanya akhir bulan Mei. Karena di bulan ini bersamaan dengan acara di fakultas-fakultas lain. Selain itu juga banyak stand dan kegiatan,” ungkap dosen Hkn Puji Lestari, ketika ditemui di pelataran samping C7.
       Lebih lanjut Riki, kendala yang dihadapi oleh panitia dalam acara Semarak FIS SMART kali ini juga masih dirasakan oleh panitia. Hal ini dikarenakan struktur kepanitiannya berbeda dengan tahun lalu yang diambil dari seluruh jurusan dan LK. Mereka mempunyai tanggung jawab lain di luar acara Semarak FIS SMART. Untuk mengatasi kendala tersebut kita lebih mendekatkan diri secara personal, saling memahami. Memberikan masukan-masukan akan pentingnya acara ini.Tina, Erwin, Yani, Novilla.

Rabu, 15 Juni 2011

HITAM PUTIH VS GAYA

      Mengenakan seragam hitam putih setiap hari Senin merupakan ciri khas dari Fakultas Ilmu Sosial yang membedakan dengan fakultas lainnya di Universitas Negeri Semarang. Peraturan itu sudah ada sejak tahun lalu yang mewajibkan mahasiswa FIS untuk mengenakan pakaian hitam putih setiap hari Senin untuk menanamkan kedisiplinan dan menanam nilai kepada mahasiswa kependidikan pada khususnya. Seiring dengan perjalanan waktu, sekarang ini peraturan tersebut banyak yang tidak ditaati oleh mahasiswa FIS. Masih ada beberapa mahasiswa yang tidak mengenakan pakaian hitam putih. Keadaan tersebut bisa kita lihat pada hari Senin terutama di gedung C1.
     Sekarang setiap hari Senin sudah tidak banyak ditemui warna hitam putih di lingkungan FIS, sudah tidak sebanyak seperti tahun lalu apalagi ditambah dengan adanya permasalahan kebijakan Rektor mengenai seragam untuk mahasiswa angkatan 2010 yang mengharuskan mahasiswa untuk mengenakan seragam pramuka, hitam putih, dan baju batik pada perkuliahan. Setelah bergulirnya penolakan dari mahasiswa mengenai peraturan seragam tersebut terutama pada mahasiswa angkatan 2010 juga berimbas pada kebijakan seragam hitam putih di FIS.
     “Banyak teman saya mahasiswa FIS angkatan tahun 2010 yang tidak mengenakan pakaian hitam putih setiap hari Senin”, ungkap Khusnul salah satu mahasiswa FIS angkatan ’10 pada Selasa (24/5). “Saya tidak mengenakan pakaian hitam putih karena ia merasa sudah besar statusnya saja mahasiswa masak masih disuruh-suruh memakai seragam, padahal dari SD sampai SMA sudah memakai seragam sekolah maka kuliah seharusnya tidak perlu adanya peraturan mengenai seragam kuliah”, imbuhnya.
     Septi pun sependapat dengan Qusnul, ia sekarang tidak mengenakan seragam hitam putih karena teman-temannya juga banyak yang tidak memakai. Tetapi pada saat dulu awal peraturan itu diadakan ia masih mengenakan seragam hitam putih, ungkap mahasiswa geografi tersebut. Melihat keadaan tersebut sangat dikhawatirkan jika suatu saat nanti akan memberi dampak yang jelek dan seandainya diikuti oleh mahasiswa lain maka semakin lama peraturan berseragan hitam putih tersebut juga akan diabaikan oleh mahasiswa FIS.
Lambat laun mahasiswa FIS yang juga tidak mengenakan pakaian hitam putih akan semakin banyak dan hal tersebut dipicu pula jika tidak diimbangi dengan penegakan peraturan mengenai seragam di kalangan dosen-dosen maupun jurusan. Novilla