Upacara memperingati kemerdekaan RI diwarnai dengan banyaknya mahasiswa baru yang kelelahan dan jatuh pingsan. Hal ini dikarenakan cuaca yang terik sekaligus bertepatan dengan puasa di bulan Ramadhan. Mahasiswa diwajibkan untuk berjalan kaki dari arah BNI menuju FIK sedangkan yang membawa kendaraan bermotor harus diparkir di sebelah utara BNI atau sebelah barat gedung C7 FIS. “Wah capek sekali, kaki saya lecet-lecet karena jalannya terlalu jauh,”ungkap salah seorang mahasiswa baru.
Proklamasi kemerdekaan yang bertemakan“Dengan Semangat Proklamasi 17 Agustus 1945, Kita Tingkatkan Kesadaran Hidup dalam ke-Bhinneka-an untuk Kokohkan Persatuan NKRI, Kita Sukseskan Kepemimpinan Indonesia dalam Forum ASEAN untuk Kokohkan Solidaritas ASEAN” ini dihadiri oleh para petinggi Unnes, dosen dan staf Unnes, mahasiswa penerima beasiswa, serta serta seluruh mahasiswa baru Unnes angkatan 2011/2012. Namun pada upacara kali ini sebagian besar terdiri dari mahasiswa baru,sedangkan tidak semua mahasiswa penerima beasiswa dapat hadir di upacara tersebut.
Menanggapi masalah mahasiswa yang hadir mengikuti upacara memperingati hari besar, Supari, selaku pegawai tata usaha FIS menerangkan bahwa untuk mahasiswa umum sudah ada pemberitahuan untuk wajib hadir ketika ada upacara peringatan hari besar. Namun nyatanya perintah itu tidak diindahkan oleh mahasiswa, sehingga dalam pemberitahuan tersebut ditambahkan informasi bagi penerima beasiswa juga wajib hadir dalam upacara peringatan hari besar. “Mahasiswa penerima beasiswa saja masih ada yang tidak hadir sehingga nantinya kalau mau perpanjang beasiswa akan sulit, apalagi mahasiswa umum yang tidak punya tanggungan,” tambahnya. erwin, novilla
Tidak ada komentar:
Posting Komentar