Rabu, 15 Juni 2011

Mengembalikan Image Mahasiswa

      oleh Heru Ferdiansyah
      Semakin banyaknya  isu kekerasan yang dilakukan beberapa mahasiswa akhir-akhir ini membuat status mahasiswa ternodai dan membuat  image  jelak di mata masyarakat. Padahal tidak semua mahasiswa melaku kan perbuatan yang demikian. Kita tidak bisa menilai dan menghakimi seseorang hanya dari satu momentum saja dan tidak bisa menghakimi sekelompok orang hanya karena ulah seseorang.  Masih banyak  sisi baik dan mulia dalam diri mahasiswa.
      Padahal apabila kita menilik kebelakang, sepanjang sejarahnya mahasiswa di berbagai bagian dunia telah mengambil peran penting dalam sejarah suatu negara, terutama di Indonesia para mahasiswa sangat berpengaruh dalam pembangunan di Indonesia Dimulai dari kebangkitan bangsa dipelopori oleh para mahasiswa yang menjadi inspirasi perlawanan kepada penjajah hingga mampu menggelorakan semangat pemuda dan bangsa untuk hidup merdeka. Dalam proses proklamasi kemerdekaan para mahasiswa kembali menjadi pelopor yang menyebabkan negeri ini Merdeka, serta aksi ribuan mahasiswa yang berhasil memaksa mundur pada masa pemerintahan Orde Baru.
       Banyak yang sudah dilakukan mahasiswa untuk ikut berperan serta dalam kehidupan bermasyarakat , buktinya mahasiswa memiliki kepedulian terhadap masyarakat, disetiap ada bencana, mahasiswa selalu mengundang aksi peduli, simpati dan empati. Dari bencana Wasior, Merapi, Meletus dan Tsunami mentawai dengan melakukan aksi penggalangan baik secara institusi maupun turun kejalan bahkan gerakan nasional untuk penggalangan dana dengan berdiri di jalan, di perempatan lampu merah. Bukan saja pikiran, waktu dan tenaga yang mereka korbankan, bahkan resiko nyawapun.
         Dalam berbangsa dan bernegara mahasiswa  juga ikut  partisipasi aktif dalam berpolitik  serta berbagai  aksi yang dilakukan mahasiswa, mereka bukanlah yang bermasalah dengan  kebijakan pemerintah. Namun hanya karena ada kebijakan yang dirasa merugikan rakyat. 
        Dalam mengembalikan image  mahasiswa yang sempat tercoreng, mahasiswa harus kembali bangun dan berjuang untuk tetap pada khittahnya dan tegar dengan fungsinya, yaitu sebagai agen of change, iron stock dan social control. Dalam merubah suatu bangsa tak akan berhasil jika kita tidak mau berubah dari diri sendiri, yang pertama yaitu merubah cara pandang mahasiswa, kita harus mampu merubah cara pandang kita terhadap sebuah masalah, Change  Our Thingking, Change Our Life. Yang kedua yaitu menambah penguasaan ilmu kita,  maksudnya  kita harus  selalu mengembangkan kemampuan otak kita dengan mempelajari berbagai ilmu Pengetahuan dan teknologi untuk dapat bersaing di era yang semakin global  ini.       
        Kemudian yang terakhir yaitu bertindak, ilmu hanya dapat menjadi kekuatan, jika kita dapat mengelolanya menjadi tindakan dan program yang nyata. Tindakan merupakan factor pamungkas untuk mengubah ilmu menjadi kenyataan dan sebagai pencatat sejarah bagaimana peran mahasiswa selama ini agar tidak ada lagi tuduhan “mahasiswa hanya bisa omong belaka.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar