Selasa, 23 Agustus 2011

Penghargaan Semu Mahasiswa Agent Sosial Of Change (Mahasiswa Instant)

oleh : Muh Adi Sudiarto*

      Membicarakan sosok mahasiswa, tentu saja kita sedang membicarakan sosok yang sangat heterogen. Oleh karenanya tidak bisa disamaratakan. Ketika menyebut mahasiswa, asosiasi yang muncul adalah agent social of change, padahal dalam kenyataannya belum tentu demikian. Hal ini bisa di pahami pasalnya ketika jatuhnya rezim orde baru tidak luput dari peran mahasiswa di dalamnya, sehingga timbul image yang positif di kalangan masyarakat pada umumnya. Betapa tidak, masyarakat yang dulunya di bungkam dengan kepemimpinan yang otoriter kini dengan bebasnya dapat menyalurkan aspirasinya dengan leluasa. Hal itu terbukti dengan adanya kebebasan pers dalam pemberitaan, baik dalam media cetak maupun elektronik.
         Tanpa disadari peran mahasiswa yang menyandang status sebagai agent social of change mengalami tumpang tindih, pasalnya siswa SMA yang lulus dan masuk ke dunia perguruan tinggi, secara tidak langsung menyandang predikat baru sebagai mahasiswa agent social of change. Suatu predikat yang instant dalam memperolehnya. Siswa yang baru masuk dalam kancah perguruan tinggi dengan pola pikir yang demikian dituntut dengan tugas yang besar sebagai agen perubahan.
       Perolehan predikat yang instant tersebut membawa pola pikir yang instant pula dalam keberlanjutannya. Hal tersebut dapat di lihat dari kegiatan mahasiswa sekarang yang serba instant, mulai dari mengerjakan tugas (copy paste), budaya 3K (kos, kampus, kantin), apatisme di kalangan mahasiswa, bahkan yang lebih tragis lagi adalah budaya plagiat (meniru) di kalangan mahasiswa. Padahal kita tahu, mahasiswa pun memiliki kewajiban dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang harus di junjung tinggi.
        Berdasarkan realita yang ada, masih pantaskah mahasiswa sekarang menyandang status sebagai agent social of change? Adakah pembedaan status mahasiswa sebagai agent social of change? Sebuah pertanyaan besar yang mungkin bisa menjadi bahan refleksi bersama.

*Mahasiswa Sejarah 09

Tidak ada komentar:

Posting Komentar