Jumat, 24 Juni 2011

FIS TIDAK AKAN NGGANDHULI PKn

FIS TIDAK AKAN NGGANDHULI PKn
          Itulah salah satu pernyataan dari Dekan FIS untuk menjawab pertanyaan dari Arif, selaku Ketua HIMA Pkn tentang kejelasan PKn di FIS. Masalah kejelasan PKn akan hijrah ke FH memang mengundang banyak perhatian dari mahasiswa PKn. “PKn ke FH merupakan kebijakan tingkat nasional bukan kemauan Unnes, bukan maksud untuk mengkerdilkan PKn, hal itu juga untuk pengembangan kelembagaan dan memperkuat khasanah keilmuan”, ungkap Bapak Subagyo.
           Selain masalah tersebut ada juga pertanyaan-pertanyaan mengenai: dana KKL geografi (Untuk dana KKL geografi, dana SPL hanya mencakup KKL wilayah Semarang, selebihnya dana sendiri), biaya kuliah UNNES jalur SNMPTN yang lebih mahal dari Universitas lainnya (Unnes terlihat mahal di depan, selebihnya murah tidak seperti Perguruan Tinggi yang lain murah di depan tapi yang mahal-mahal di belakang tidak dimunculkan), mengenai adakah alokasi dana untuk mushola, hal tersebut akan dibicarakan dengan PD II, dll.
       DPM FIS pada hari Senin(13/6) menyelenggarakan diskusi terbuka yang bertajuk “Mahasiswa Bertanya, Birokrat Menjawab”. Acara tersebut cukup mendapat sambutan yang baik dari mahasiswa dan pejabat FIS. Dalam sambutannya PD III FIS, bapak Sunarko mengucapkan terima kasih kepada DPM, yang telah mengadakan pertemuan LK se-FIS dengan birokrat, karena sering terjadi mis komunikasi dari fakultas-mahasiswa sehingga sering timbul pertanyaan.
          Saat ditemui tim forjunis setelah pembukaan porsajur kemarin (13/6), bapak Subagyo memberikan tanggapan tentang diskusi terbuka yang diadakan DPM FIS bahwa sudah senang dengan diadakannya diskusi terbuka tersebut, namun masih ada hal-hal yang mungkin belum memberikan kepuasaan, masih belum ada titik temu dari mahasiswa dengan pimpinan fakultas, belum ada jalan keluar. “Boleh mengkritik, mengapresiasi tetapi bicarakan dulu dengan fakultas, jangan sampai menunjukan aib/kebobrokan kita di luar sana” imbuhnya.
          Menanggapi jalannya kegiatan itu, Arif Kristiyono mengungkapkan jawaban tentang pertanyaannya masalah prodi PKn, dia masih belum puas. “Normatif jawabane, golek aman”, ungkapnya. Dia juga memberikan saran kepada DPM FIS untuk lebih publikasi acara tersebut ke mahasiswa FIS secara luas karena kebanyakan yang datang dari LK bukan mahasiswa umum. Kalau bisa dibuat di luar ruangan saja agar bisa dilihat banyak orang. Novilla

6 komentar:

  1. Kita adalah keluarga dan tidak dapat dipisahkan

    BalasHapus
  2. fis smart......familier.....tapi?
    inovatip.......akan tetapi.......?
    sehat......hemmm hmmmm...?
    san tu n......
    mandi ri
    aman ahhhhh
    reli gie usss?
    tank guh...
    fis smart smarawut...cekakakak

    BalasHapus
  3. kenapa yooo

    apa saking familiere jadi hkn lepas dibiarin ja yaaaa....????

    hikz3.....

    saudaraku owh sodaraku.....

    kami selalu mendukungmu untuk tetap bersama kami di FIS tercinta ini......

    BalasHapus
  4. qta adl sodara
    bntu kami u/ mslh ni..... hkn cinta fis

    BalasHapus
  5. trimakasih atas coment'' nya...
    qt tentunya ga ingin hkn terpisah dgn qt,,,
    ttpi qt berharap saja yg terbaek bwt hkn..

    BalasHapus
  6. semoga ini semua untuk kebaikan masa depan jurusan HKn khususnya dan kebaikan buat Bangsa dan Negara Indonesia pada umumnya..."_"

    BalasHapus